Benarkah Generasi Milenial Adalah Generasi Traveling?

Traveling adalah salah satu kebutuhan hidup yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan penat. Meski tak selalu menjadi prioritas, traveling bagi beberapa orang merupakan hal yang penting. Banyak yang berpendapat bahwa traveling adalah salah satu bentuk investasi agar tetap fresh dalam mengerjakan kegiatan sehari-hari. 

Tren traveling semakin marak saat ini. Mayoritas dilakukan oleh generasi milenial. Foto-foto hasil jepretan saat traveling juga marak berseliweran di laman media sosial. Kecanggihan dan kemajuan teknologi saat ini semakin mendukung dalam membagikan momen-momen saat traveling. 

Mudahnya akses teknologi dan internet dapat membantu generasi milenial untuk menentukan destinasi, akses transportasi, serta penginapan yang diinginkan saat traveling. Banyaknya generasi milenial yang memiliki hobi traveling tentunya memberikan dampak yang signifikan untuk industri pariwisata, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Hal inilah yang akan menyebabkan beberapa tempat wisata akan mengalami sedikit kerusakan karena adanya wisatawan dadakan. 

Karena beberapa hal tersebutlah, generasi milenial mendapat julukan sebagai generasi traveling. Lantas apa benar?

Bingung cari asuransi perjalanan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!
Pilih Jenis Perjalanan
Pilih Tujuan
Pilih Jenis Perlindungan
Pilih Jenis Polis
-

Penelitian Tentang Traveling dan Milenial

loader

Penelitian pertama dilakukan oleh lembaga Think Tank Tourism. Penelitian menyatakan bahwa kaum milenial memang generasi traveling. Karena menganggap bahwa sejak dilahirkan, mereka telah memiliki hak untuk melakukan sebuah traveling baik secara mandiri maupun bersama rombongan. Maka tak heran ketika generasi milenial adalah target pasar bagi industri pariwisata saat ini. 

Penelitian ini juga mengungkap bahwa generasi milenial lebih menyukai traveling dibanding harus membeli barang-barang yang bersifat material dan mewah, seperti rumah maupun mobil. Mereka beranggapan bahwa traveling adalah suatu pengalaman, serta membuktikan eksistensi mereka di mata orang lain.  

Penelitian yang kedua dilakukan oleh Airbnb yang bekerja sama dengan institute GfK. Penelitian ini dilakukan dengan 1000 responden yang berasal dari Amerika, China serta Inggris dari usia 18 hingga 25 tahun. Hasilnya sangat mengejutkan. Bagi milenial Inggris dan Amerika, mereka lebih memilih untuk menabung serta membeli rumah dibandingkan traveling. Walaupun dengan perbedaan yang sangat tipis.

Sangat berlawanan dengan generasi milenial China, yang mana mereka lebih mementingkan traveling ketimbang menabung. 93 persen responden China berkeyakinan bahwa traveling adalah jati diri mereka. Milenial China bahkan menghabiskan 83 persen dari pendapatan mereka untuk keperluan traveling. 

Penelitian ketiga dilakukan oleh lembaga Phocuswright. Penelitian menyatakan bahwa generasi milenial adalah generasi yang menjadi pasar terbesar dalam industri pariwisata jika dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan generasi milenial adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi. Sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan traveling dapat terakses dengan begitu mudah. Berbeda dengan generasi sebelum ataupun setelahnya, yang mungkin belum melek teknologi karena faktor usia yang terlalu tua maupun terlalu muda. 

Dalam penelitian ini juga menyatakan bahwa generasi milenial lebih banyak menghabiskan uang untuk traveling, berlawanan dengan generasi sebelumnya yang lebih memilih untuk menabung ataupun membeli barang-barang. 

Benarkah Traveling Sepenting Itu?

loader

Beda orang, beda pemikiran dan pendapat juga. Begitupun ketika ditanya tentang seberapa penting untuk melakukan traveling. Tiap orang pastilah memiliki skala yang menjadikan traveling penting ataukah tidak untuk dilakukan. 

Bagi generasi milenial, melakukan traveling dapat menyegarkan otak yang sebelumnya sangat jenuh terhadap rutinitas. Ketika telah melakukan traveling, otak akan menstimulasi ide-ide yang didapat ketika melakukan traveling. 

Banyak kaum milenial yang lebih memilih traveling singkat daripada traveling yang memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Mereka lebih mementingkan kualitas traveling walaupun dengan kurun waktu yang sangat singkat. 

Oleh karena itu, generasi milenial tak akan berpikir bahwa traveling akan membuang uang percuma. Banyaknya manfaat yang diperoleh dengan traveling, mereka beranggapan bahwa uang yang dikeluarkan sangat worth it. Akan tetapi, sesuaikan juga dengan budget yang dimiliki. Jangan sampai dompet boncos akibat terlalu sering travelling.