Cara Daftar Sidang Cerai Online Pakai Aplikasi e-Court

Baru-baru ini viral di media sosial video antrean panjang di Pengadilan Agama (PA) Bandung. Bukan menunggu pembagian sembako atau BLT, tapi puluhan pasangan suami istri (pasutri) yang sedang antre mau sidang cerai.

Duh, aduh, lagi pandemi begini yang mengajukan gugatan cerai banyak juga ya. Pesertanya membludak, sehingga ruang sidang tidak sanggup menampung karena jumlahnya terbatas.

Padahal sekarang zaman sudah canggih. Ada aplikasi yang memungkinkan orang mendaftarkan perkara, termasuk gugatan perceraian secara online. Bahkan sampai sidang pun sudah bisa daring.  

Salah satu yang memanfaatkan aplikasi tersebut adalah Jennifer Dunn. Tahu dong artis ini? Seleb yang sempat dicap pelakor karena dianggap merebut Faisal Harris dari pelukan Sarita Abdul Mukti.

Namun Jedun, begitu panggilan Netizen untuk Jennifer, bukan menggunakan aplikasi cerai online untuk menggugat Faisal Harris. Melainkan suaminya terdahulu, Bobby Michael Reza. Jedun melalui kuasa hukumnya mendaftarkan perkara gugat cerai melalui aplikasi e-Court secara online.

Nah di sini, Cermati.com bukan ingin membahas Jedun maupun antrean mengular pasutri yang hendak bercerai. Tapi akan dibahas mengenai cara sidang cerai online lewat sistem layanan e-Court, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Langkah-Langkah Mengajukan Gugatan Cerai ke Pengadilan

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Apa Itu e-Court?

e-court
Aplikasi e-court untuk mengajukan perkara online via ecourt.mahkamahagung.go.id

Elektronik Court atau e-Court adalah layanan pengadilan bagi masyarakat secara online. Mulai dari pendaftaran perkara, taksiran panjar biaya perkara, pembayarannya, pemanggilan pihak peserta, dan persidangan.

Dengan kata lain, e-Court ini adalah sistem induk. Dari e-Court ini, ada 4 fitur untuk masing-masing layanan di atas. Antara lain:

1. e-Filing (Pendaftaran perkara online di pengadilan)

2. e-Payment (Pembayaran panjar biaya perkara online)

3. e-Summons (Pemanggilan pihak secara online)

4. e-Litigation (Persidangan secara online).

Jadi alur dari pendaftaran sampai sidang cerai online, begini:

  • Yang dapat menggunakan e-Court adalah advokat (pengguna terdaftar) dan pengguna lain, seperti perorangan, kementerian/lembaga dan BUMN, kejaksaan, badan hukum, dan kuasa insidentil.
  • Setelah terdaftar dan mendapat akun, selanjutnya validasi advokat oleh pengadilan tinggi, di mana advokat disumpah.
  • Pengguna terdaftar dapat mendaftarkan perkara online ke Pengadilan Agama.
  • Semua berkas pendaftaran dikirim secara elektronik lewat aplikasi e-Court.
  • Selanjutnya pendaftar atomatis akan mendapat taksiran panjar biaya (e-SKUM) dan nomor pembayaran (virtual account) yang dapat dibayar lewat bank (transfer ATM, mobile banking atau internet banking).
  • Begitu usai melakukan pembayaran, pengadilan memberi nomor perkara pada hari dan jam kerja
  • Aplikasi e-Court akan memberitahu bahwa perkara sudah terdaftar di pengadilan
  • Langkah berikutnya panggilan sidang dan pemberitahuan putusan disampaikan ke alamat email
  • Kemudian sidang cerai online, sehingga dapat dilakukan pengiriman dokumen persidangan, seperti replik, duplik, jawaban, dan kesimpulan secara elektronik.
  • Setelah itu, pengguna terdaftar dapat mengunduh salinan putusan (e-Salinan) dan menandatangani berkas salinan putusan elektronik.

Cara Daftar Sidang Cerai Online

Cerai
Cara daftar sidang cerai online pakai aplikasi e-court

Persidangan online sendiri menggunakan fitur e-Litigation dari e-Court. Tujuannya memudahkan masyarakat dalam berperkara gugatan cerai. Biasanya kan yang namanya sidang, harus tatap muka. Ada hakim, pengacara, saksi, pihak penggugat dan tergugat, serta audience.

Tapi kini bisa online. Apalagi di masa pandemi corona, pelayanan publik di kantor pengadilan dibatasi dan tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

Sidang cerai online berarti persidangan di depan laptop atau komputer dari manapun. Lebih hemat waktu dan biaya. Dari sebelumnya memakan waktu 6 bulan pada sidang manual, dipangkas jadi 2 bulan sudah putusan.  

Meski begitu, bukan berarti sidang cerai ini meniadakan tatap muka sama sekali. Tetap ada sidang manual sebanyak 3 kali. Pertama, untuk keperluan menanyakan persetujuan tergugat untuk berperkara secara elektronik.

Kedua, keperluan mediasi. Dan ketiga, untuk memperlihatkan dan penyerahan asli alat bukti surat di ruang persidangan.

Fitur e-Litigation ini pun sifatnya sementara. Artinya akun pengguna bakal langsung terhapus bila perkara sudah selesai. Untuk pengguna lain, masa berlaku akun e-Litigation hingga 14 hari sejak perkara putus. Sedangkan bagi advokat atau pengguna terdaftar, masa berlakunya lebih lama.

Baca Juga: Persiapkan Keuangan Agar Tidak Bangkrut Saat Cerai

Cara daftar sidang cerai online bagi pengguna lain (perorangan, kementerian/lembaga, BUMN, kejaksaan, badan hukum, dan kuasa insidentil):

  • Datang ke Pengadilan Agama untuk membuat akun e-Court dan e-Litigation di meja khusus e-Court
  • Sidang penyerahan 3 dokumen, yakni surat kuasa, surat gugatan, dan surat persetujuan prinsipal (tatap muka)
  • Selanjutnya upaya mediasi (30 hari)
  • Jika tidak ada kesepatakan damai, lanjut ke sidang kedua (tatap muka)
  • Di sidang berikutnya, hakim akan menawarkan kepada tergugat untuk berperkara secara online, mengingat si penggugat sudah lebih dulu daftar gugatan cerai via online (tatap muka)
  • Bila tergugat setuju, tandatangan formulir persetujuan berperkara online
  • Tergugat tanpa pengacara dapat membuat akun e-Court sebagai pengguna lain. Dibantu petugas e-Court di pengadilan
  • Sidang selanjutnya dilakukan secara online. Semua materi gugatan, jawaban tergugat, replik, duplik dan bukti lainnya dapat diunggah secara online
  • Putusan gugatan cerai juga dibacakan online, termasuk mengunduh salinan putusan oleh para pihak.

Biaya Pengajuan Cerai di Pengadilan Agama

Cerai
Biaya pengajuan cerai di Pengadilan Agama

Biaya pengajuan cerai di setiap Pengadilan Agama (PA) berbeda. Tergantung daerah masing-masing. Sebagai contoh di PA Jakarta Pusat. Panjar biaya tingkat pertama:

Untuk Cerai Gugat:

·         Biaya pendaftaran/PNBP = Rp 30.000

·         Biaya proses = Rp 75.000

·         Biaya panggilan penggugat 2 x @ Rp 100.000 = Rp 200.000

·         Biaya panggilan tergugat 3 x @ Rp 100.000 = Rp 300.000

·         Biaya redaksi = Rp 5.000

·         Biaya Meterai = Rp 6.000

·         Total = Rp 616.000

 

Untuk cerai talak:

·         Biaya pendaftaran/PNBP = Rp 30.000

·         Biaya proses = Rp 75.000

·         Biaya panggilan penggugat 3 x @ Rp 100.000 = Rp 300.000

·         Biaya panggilan tergugat 4 x @ Rp 100.000 = Rp 400.000

·         Biaya redaksi = Rp 5.000

·         Biaya Meterai = Rp 6.000

·         Total = Rp 816.000

 

Jadi Janda atau Duda, Memang Enak?

Dalam berumahtangga, pasti ada saja masalah yang muncul. Sikapilah secara dewasa. Bukan malah melontarkan kata ‘talak’ atau langsung mengajukan gugatan cerai.

Pertimbangkan dengan matang sebelum berpisah. Ingat, ada anak yang tak ingin melihat keluarganya hancur, jadi broken home. Mereka butuh kasih sayang orangtua. Lagipula apa enaknya jadi janda atau duda? Hidup sendiri dengan stigma negatif dari masyarakat.

Selesaikan setiap masalah dengan kepala dingin. Kenang kembali saat-saat indah awal pacaran sampai menikah ketika bertengkar hebat, sehingga Anda dan pasangan dapat melalui badai perkawinan.

Baca Juga: Tata Cara dan Biaya Nikah di KUA