12 Indikator Keluarga Sehat Menurut Kementrian Kesehatan RI!

Keluarga sehat, secara definisi diartikan sebagai suatu keluarga yang seluruh anggotanya sejahtera, baik secara mental maupun fisik. Sehingga mampu hidup dengan normal di tengah-tengah lingkungan masyarakat, baik secara ekonomi dan sosial. Agar bisa mencapainya, tentu ada beberapa standar yang perlu dicapai oleh sebuah keluarga.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan indikator yang bisa dijadikan acuan sebuah keluarga disebut sebagai keluarga sehat. Dalam indikator ini, ada beberapa aspek penting yang mesti diperhatikan. Seperti apa indikatornya, simak penjelasan berikut.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Indikator Sehat Sebuah Keluarga  

1. Ikut serta dalam program KB atau Keluarga Berencana

keluarga
Ikut serta dalam KB

Indikator pertama keluarga sehat adalah mengikuti program KB yang dicanangkan pemerintah. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk menekan tingginya angka kelahiran yang ada di Indonesia. Tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan yang optimal.

Syarat indikator ini yaitu ketika di wilayah tempat tinggal keluarga sudah tersedia pelayanan KB. Kemudian, mengikuti penyuluhan, dan menjalankan program tersebut.

2. Proses persalinan ibu hamil menggunakan fasilitas kesehatan

Melahirkan dengan bantuan dukun beranak mungkin terdengar asing untuk saat ini. Tapi hal ini masih dilakukan terutama di daerah dengan akses fasilitas kesehatan yang sulit dijangkau. Cara tersebut sebetulnya tidak dianjurkan, sebab risikonya jauh lebih besar karena tidak ditangani oleh tenaga kesehatan yang profesional. 

Disampingnya itu juga metode yang digunakan kurang higienis. Karenanya, Kemenkes RI merekomendasikan agar ibu hamil menggunakan fasilitas kesehatan untuk proses persalinan. Misalnya, di rumah bersalin, rumah sakit khusus ibu dan anak.

3. Setiap anak memperoleh imunisasi dasar dengan lengkap

Imunisasi anak menjadi hal yang cukup penting demi mencegah penyakit yang berbahaya. Hal ini menjadi indikator selanjutnya yang mesti terpenuhi untuk keluarga search. Dimana balita yang berusia antara 1-2 tahun harus mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. 

Imunisasi dasar yang mesti diikuti terdiri dari hepatitis B, Polio, DPT, BCG, serta campak. Sebaiknya imunisasi tersebut dilakukan dengan bimbingan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Dear Orangtua, Ketahui Jenis-Jenis Imunisasi ini Agar Anak Sehat

4. ASI eksklusif bisa didapatkan bayi 

Semua orang tentu tahu jika ASI (air susu ibu) merupakan nutrisi yang terbaik untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Karenanya, bayi perlu mendapatkan asupan ini minimal selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Tapi bukan berarti pemberian susu formula tidak diperbolehkan. Namun jika ibu mampu memenuhi kebutuhan ASI untuk bayinya, ada baiknya kurangi pemberian susu formula. Karena bagaimanapun juga, ASI memiliki nutrisi yang lebih lengkap dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

5. Tumbuh kembang balita selalu terpantau setiap bulannya

balita
Tumbuh kembang balita terpantau setiap bulan

Selanjutnya, indikator yang perlu dipenuhi oleh keluarga sehat adalah memonitor tumbuh kembang balita secara rutin setiap bulannya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti posyandu atau memeriksakan balita ke layanan kesehatan terdekat. Minimal, pemantauan dilakukan untuk mengetahui berapa berat badan, agar perkembangan anak bisa diketahui sudah sejauh apa.

6. Pengobatan pasien dengan tuberkulosis diberikan sesuai standar

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit menular, dimana penyakit tersebut bisa menurunkan kualitas kesehatan seseorang dan keluarganya. Apabila tidak dirawat dengan benar, penyakit TBC bisa berisiko merusak organ paru-paru dan menularkan penyakit pada keluarga terdekat.

Karenanya, jika salah satu anggota mengalami gejala TBC, maka segera bawa ke pusat layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Gejala TBC biasanya ditandai dengan batuk lama hingga 3 minggu lebih, sesak napas, batuk darah hingga mengalami penurunan berat secara drastis. 

7. Penderita tekanan darah tinggi melakukan pengobatan dengan rutin 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang kerap diabaikan karena gejalanya hampir tidak dapat disadari. Meski begitu, penyakit tersebut memiliki dampak buruk yang fatal. Mulai dari stroke hingga serangan jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak.

Karenanya, jika salah satu anggota keluarga mengalami penyakit ini, berikan pemahaman untuk menjaga pola hidup sehat. Selain itu, proses pengobatan dan kontrol juga harus rutin dilakukan sesuai anjuran dokter. Keluarga pun juga perlu mendukung pengobatannya dengan menerapkan pola makan sehat.

8. Seluruh anggota keluarga bebas rokok

tidak merokok
Seluruh anggota keluarga bebas merokok

Bukan hanya berbahaya bagi perokok aktif, merokok juga bisa membahayakan orang lain di sekitarnya. Seperti yang kita tahu bahwa rokok penuh dengan racun yang berbahaya bagi kesehatan. Jika satu anggota keluarga menghisapnya maka semua orang di rumah akan terdampak dan menjadi perokok pasif.

Sehingga efek buruknya tak hanya dirasakan perokok aktifnya saja tapi juga perokok pasif.  Inilah sebabnya merokok sangat perlu dihindari supaya keluarga selalu sehat.

9. Keluarga harus ikut serta program JKN

Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN merupakan program resmi dari pemerintah, yang menjamin kesehatan masyarakat. Dengan mengikuti program ini, setiap anggota keluarga akan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan hampir tanpa biaya. Karenanya, setiap keluarga wajib mendaftarkan seluruh anggota keluarganya 

Baca Juga: Pindah Faskes BPJS Kesehatan Makin Mudah via Aplikasi JKN, Ini Caranya

10. Sarana air bersih sudah tersedia di rumah

Indikator selanjutnya dalam keluarga sehat adalah tersedianya sarana air bersih yang layak dan memadai di rumah. Air bersih menjadi kebutuhan yang penting bagi keluarga. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan keluarga tetapi juga memenuhi kebutuhan air minum. 

Sarana air bersih bisa diperoleh dari sumur maupun PDAM. Pastikan agar sumber air di rumah tidak tercemar polutan yang bisa membahayakan kesehatan.

11. Memiliki akses sanitasi sehat dan layak

Hingga saat ini masih banyak yang melakukan aktivitas buang air sembarangan, seperti di aliran sungai maupun tempat lainnya yang kurang layak. Kebiasaan tersebut seharusnya dihentikan karena sangat tidak sehat. Salah satu indikator keluarga sehat adalah memiliki akses sanitasi yang kayak di rumahnya. 

Karenanya, penting untuk memenuhi indikator ini. Bukan hanya agar menjadi keluarga sehat, tetapi buang air di sembarang tempat tentu bukan kebiasaan yang baik. Tak hanya untuk diri sendiri tapi juga lingkungan sekitar.

12. Penderita gangguan mental dirawat dan tidak ditelantarkan

sakit
Penderita gangguan mental dirawat dan tidak ditelantarkan

Banyak keluarga yang menelantarkan anggota keluarganya yang memiliki gangguan kesehatan mental. Selain malu, juga karena kurangnya pengetahuan mendalam dalam segi perawatan. 

Tak hanya menurunkan kualitas hidup penderitanya, kondisi tersebut juga B

Berpengaruh pada seluruh anggota keluarga. Jika ditangani dengan tepat, sesungguhnya kondisi tersebut bisa sembuh. Karenanya, jika ada anggota keluarga yang memiliki ciri-ciri gangguan mental, segera bawa dan periksakan ke pusat layanan kesehatan terdekat. 

Keluarga sehat awal dari generasi yang sehat  

Indikator dibuat supaya setiap keluarga  mampu mencapai standar yang ditetapkan pemerintah. Meski memang bukan hal yang mudah, tetapi coba lihat jangka panjangnya. Dengan mencapai indikator tersebut, ini tandanya kita menjaga kualitas hidup keluarga. Dengan begitu, mencetak generasi sehat di masa mendatang bukan lagi hal yang semu.

Baca Juga: Gunakan Aplikasi Keluarga Sehat untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Terpadu