Cara Pindah BPJS Kesehatan dari Perusahaan ke Peserta Mandiri

Baru berhenti atau resign kerja? Itu berarti, biaya pengobatan yang selama ini ditanggung perusahaan dengan BPJS Kesehatan bakal disetop.

BPJS Kesehatan di perusahaan lama akan dinon-aktifkan. Perusahaan tidak lagi membayar iuran BPJS Kesehatan kamu setiap bulan seperti biasanya.

Saat berada dalam kondisi demikian, memiliki perlindungan atas risiko kesehatan sangat penting. Apalagi punya BPJS Kesehatan, yang merupakan program wajib dari pemerintah.

Sekarang ini, berobat ke puskesmas maupun rumah sakit pasti ditanyakan BPJS Kesehatan atau kepemilikan asuransi kesehatan swasta. Jadi, harus dipastikan BPJS Kesehatan kamu tetap aktif meski sudah tidak di-cover perusahaan.

Caranya bagaimana? Yaitu dengan pindah atau mengalihkan kepesertaan dari Peserta Penerima Upah (PPU) menjadi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP) alias peserta mandiri.

Kamu dapat mengurus kepindahan atau mengubah kepesertaan BPJS Kesehatan pasca resign kerja secara online dan offline. Berikut langkah atau tahapannya:

Baca Juga: Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak secara Online dan Offline

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Cara Pindah BPJS Kesehatan dari Perusahaan ke Mandiri

loader
Aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan

Agar kamu mendapatkan perlindungan dari kerugian finansial akibat risiko kesehatan, sebaiknya urus segera BPJS Kesehatan setelah berhenti bekerja. Misalnya kemudian kamu tidak bekerja lagi di kantor lain, dan memilih jadi pengusaha.

Jadi, pastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan aktif agar dapat menikmati manfaat jaminan kesehatan meski kini harus membayar iuran sendiri.

Syarat pindah BPJS Kesehatan dari perusahaan ke mandiri:

  • Fotokopi dan asli KTP serta Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi dan asli buku rekening tabungan
  • Surat keterangan pernah bekerja (paklaring) atau surat pengunduran diri
  • Mengisi formulir pindah atau ubah kepesertaan
  • Formulir pengisian untuk kesepakatan autodebet
  • Materai untuk tandatangan formulir di atas.

Cara pindah BPJS Kesehatan dari perusahaan menjadi peserta mandiri offline:

  • Datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa persyaratan di atas
  • Ambil nomor antrean
  • Sampaikan maksud dan tujuanmu ke petugas ingin pindah status kepesertaan
  • Isi formulir pindah atau pengalihan kepesertaan dari segmen PPU ke mandiri
  • Proses verifikasi data oleh petugas
  • Petugas akan memberikan nomor atau kode virtual account untuk pembayaran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri
  • Kamu harus membayar iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri
  • Kemudian status kepesertaan BPJS Kesehatan kamu aktif lagi dan sudah berubah menjadi Peserta Mandiri.

Baca Juga: Cara Registrasi Ulang BPJS Kesehatan Bagi Peserta yang Kartunya Dinonaktifkan

Cara pindah BPJS Kesehatan dari perusahaan menjadi peserta mandiri online:

Aplikasi Mobile JKN

  • Buka aplikasi Mobile JKN
  • Klik menu Ubah Data
  • Di bagian segmen peserta, klik tanda panah >
  • Ubah data dari Pegawai Swasta (Segmen Peserta Saat Ini) menjadi Pekerja Mandiri (Segmen Peserta Tujuan) – Pengalihan segmen peserta harus dalam kondisi non-aktif atau non-aktif akhir bulan
  • Klik Selanjutnya
  • Ikuti langkah berikutnya sampai selesai, termasuk petunjuk untuk melakukan pembayaran iuran pertama peserta mandiri
  • Status kepesertaan akan berubah dan aktif lagi.

Layanan PANDAWA melalui Nomor WA

Ubah kepesertaan BPJS Kesehatan sekarang ini juga bisa lewat layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp). Setiap kantor cabang BPJS Kesehatan memiliki nomor WA berbeda.

Caranya:

  • Mulai WA ke nomor WA PANDAWA sesuai domisili kamu
  • Ketik pesan “Halo/Selamat Pagi/Siang
  • Nanti admin PANDAWA akan membalas pesanmu
  • Ikuti setiap petunjuk atau arahan yang diberikan hingga selesai.

Layanan PANDAWA beroperasi setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 waktu setempat.

Iuran BPJS Kesehatan Terbaru

loader
Iuran BPJS Kesehatan terbaru

Yang tadinya sebagian iuran dibayarkan perusahaan saat masih bekerja, kini sudah tidak lagi. Kamu harus membayar iuran mandiri secara penuh.

Tarif Iuran BPJS Kesehatan Terbaru bagi Peserta Mandiri:

  • Kelas I = Rp 150.000 per orang per bulan
  • Kelas II = Rp 100.000 per orang per bulan
  • Kelas III = Rp 42.000 per orang per bulan.

Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Jika telat membayar, sebetulnya tidak ada denda. Denda baru akan dikenakan bila dalam waktu 45 hari sejak iuran dibayarkan dan status kepesertaan aktif lagi, kamu mendapat pelayanan kesehatan rawat inap.

Denda = 5% dari biaya diagnosa awal rawat inap x jumlah bulan tertunggak

Syarat dan ketentuan yang berlaku:

  • Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan
  • Besaran denda paling tinggi Rp 30 juta.

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Bunda Wajib Tahu

Disiplin Bayar Iuran BPJS Kesehatan Tepat Waktu

Memang tidak kena denda, tetapi terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan risikonya besar. Kartu secara otomatis akan non-aktif.

Ini yang harus diperhatikan peserta mandiri. Kalau kartu sudah tidak aktif, BPJS Kesehatan tidak akan menanggung biaya pengobatan kamu.  

Sia-sia kan iuran yang sudah kamu bayar sebelumnya, tetapi hanya karena menunggak sebulan saja, pertanggungan biaya medis tak bisa kamu dapatkan ketika dalam keadaan sakit.

Oleh karenanya, begitu sudah memutuskan jadi peserta mandiri, tertib membayar iuran BPJS Kesehatan. Alokasikan dana dari penghasilan setiap bulan atau menabung secara harian untuk bayar iuran.

Baca Juga: PeduliLindungi: Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19, Cara Scan Barcode, dan Cara Daftar Vaksin Online