Ketahui Cara Cek Pajak Motor Untuk Memudahkan Pembayaran

Pajak kendaraan adalah salah satu iuran yang wajib dibayarkan oleh seluruh masyarakat yang memiliki suatu kendaraan, baik mobil atau motor. Pajak tersebut dikelola oleh provinsi tempat kendaraan dikeluarkan dan sifatnya memaksa. Nantinya, pajak tersebut akan digunakan kembali untuk keperluan daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebelum masuk ke inti bahasan, mari mengenal lebih jauh tentang pajak kendaraan. Pajak kendaraan masuk dalam kategori pajak objektif yang harus dibayarkan setiap wajib pajak terlepas dari penghasilan si pemilik.

Setiap pemilik kendaraan bermotor–baik motor maupun mobil–wajib untuk membayar pajak kendaraan bermotor tahunan. Pajak kendaraan merupakan salah satu objek pajak yang diterapkan pada kendaraan bermotor baik setiap 1 tahun maupun 5 tahun.

Setiap kendaraan bermotor memiliki besaran pajak yang berbeda. Nilai tersebut dapat bertambah jika wajib pajak telat dalam membayar. Supaya kita tidak terlambat, ada baiknya kita cek pajak motor kita secara berkala.

Buat yang masih bingung cara cek pajak motor, disimak yuk artikel berikut!

Baca juga: Telat Bayar Pajak Motor? Ini Dia Cara Menghitung Denda dan Cara Membayarnya

Bingung Cari Kredit Motor Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Motor Terbaik! 

Jenis Pajak Motor

loader

Pajak Motor

  1. Pajak Tahunan

    Pajak tahunan berlaku untuk mengesahkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan harus dilakukan setiap tahunnya. Untuk pengurusan pajak tahunan harus disiapkan dokumen seperti STNK asli, BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor), KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli, dan uang pembayaran yang sesuai.

    Pajak kendaraan tahunan saat pertama kali dibeli terdiri dari perhitungan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), pengesahan sekaligus penerbitan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan).

    Setelah tahun pertama, wajib pajak tidak perlu memasukan BBN-KB, STNK, dan TNKB. Untuk biaya yang perlu dibayar meliputi SWDKLLJ, PKB sebesar 2%, dan biaya administrasi.

  2. Pajak Lima Tahunan

    Pajak lima tahunan merupakan pajak yang harus dibayar setiap lima tahun sekali. Pajak ini berlaku untuk memperbarui STNK dan penggantian plat kendaraan. Adapun syarat yang diperlukan mirip seperti pajak tahunan, yaitu; STNK, KTP, BPKB, uang pembayaran, dan jangan lupa untuk membawa formulir cek fisik kendaraan.

    Terdapat beberapa biaya yang harus dimasukan untuk menghitung pajak lima tahunan, yaitu SWDKLLJ, PKB, biaya administrasi, biaya pengesahan STNK, biaya penerbitan STNK, dan biaya administrasi TNKB.

  3. Pajak untuk Kendaraan Baru

    Selain pajak rutin juga perlu diperhatikan pajak untuk mobil baru. Pajak-pajak berikut biasanya hanya dibayarkan sekali saja ketika awal pembelian kendaraan. Berikut pajak yang perlu diperhatikan:

    • PPN: PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah jenis pajak dengan besaran 10% dari harga beli kendaraannya pada kendaraan baru.
    • PPnBM: PPnBM atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah merupakan jenis pajak yang diatur berdasarkan kapasitas mesin, bahan bakar yang digunakan, model kendaraan, dan penggerak roda. Pajak tersebut diatur oleh pemerintah pusat dan ketentuannya dapat dilihat pada PMK 33/PMK.010/2017.
    • PKB: PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor merupakan pajak daerah yang besarannya berbeda-beda setiap daerah. PKB juga dihitung secara progresif, bergantung pada jumlah kendaraan wajib pajak.
    • BBN-KB: BBN-KB atau Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor adalah pungutan oleh pemerintah daerah yang jumlahnya juga bervariasi antar daerahnya.
    • SWDKLLJ: SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas adalah iuran asuransi wajib yang harus dibayar oleh setiap wajib pajak.
    • STNK & TNKB: STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) adalah pajak yang dikelola oleh kepolisian yang harus dibayar setiap 5 tahun sekali saat wajib pajak mengganti plat mobil.

Baca juga: Balik Nama Motor: Biaya yang Dibutuhkan dan Cara Melakukannya

Syarat Cek Pajak Motor

Sebelum cek pajak motor, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan:

  • Tanda nomor kendaraan bermotor anda yang tercantum di plat nomor.
  • NIK (Nomor Identifikasi Kendaraan) bermotor yang tercantum di STNK pemilik.

Cek Pajak Motor

Cek pajak motor dapat dilakukan setelah nomor kendaraan bermotor dan NIK disiapkan. Untungnya, di masa yang melek teknologi ini, pengecekan dapat dilakukan secara online. Berikut cara cek pajak motor online.

  1. Cek Pajak Motor lewat Situs e-Samsat.id

    Wajib pajak dapat cek pajak motor mereka lewat situs e-Samsat.id dengan cara berikut:

    • Buka browser di gadget kamu.
    • Ketik link https://e-samsat.id pada kolom pencarian browser untuk masuk ke situs e-Samsat.id.
    • Isi formulir identitas kendaraan (kode plat, nomor plat, nomor seri, 5 digit terakhir nomor rangka, dan provinsi), lalu klik “cek sekarang”.
    • Setelah pengisian formulir akan muncul informasi dan besaran nominal yang harus dibayarkan. Selain itu, akan diberikan juga informasi kendaraan, seperti merk, model, tahun, warna, nomor rangka, dan nomor mesin. Terakhir, situs tersebut juga menyediakan info pajak kendaraan dan PNBP, yaitu; PKB POK, PKB DEN, SWDKLLJ POK, SWDKLLJ DEN, PNBP STNK, PNBP TNKB dan Total yang harus dibayarkan dilengkapi dengan tanggal pajak dan tanggal STNK serta keterangan lainnya.
  2. Cek Pajak Motor lewat Aplikasi e-Samsat

    Selain melalui website e-Samsat.id, pengecekan pajak motor juga dapat dilakukan melalui aplikasi e-Samsat. Berikut untuk cara cek pajak motor lewat aplikasi e-Samsat:

    • Unduh dan instal aplikasi e-Samsat pada ponsel kamu.
    • Setelah itu, silahkan pilih wilayah kendaraan sesuai dengan wilayah wajib pajak.
    • Masukkan nomor pelat kendaraan.
    • Setelah memasukan nomor pelat kendaraan, akan muncul tampilan informasi mengenai biaya dan tanggal jatuh tempo pembayaran pajak.
  3. Cek Pajak Motor lewat SMS Samsat

    Berikutnya, cek pajak motor dapat dilakukan melalui layanan SMS dengan cara berikut:

    • Pada ponsel, masuk ke menu SMS dan ketik: Info (spasi) nomor polisi/kode pelat nomor/kode seri plat nomor/warna motor. Contohnya: Info B/1234/SKJ/Hitam.
    • Setelah itu, kirim ke nomor 08112119211.
    • Setelah terkirim, pihak samsat akan membalas pesan tersebut dengan mengirimkan kode bayar, info kendaraan, serta besaran nominal yang harus dibayar.
  4. Cek Pajak Motor lewat Website Daerah

    Terakhir, kamu juga bisa cek pajak motor melalui website daerah. Berikut cara pengecekannya:

    • Silahkan masuk ke browser kamu.
    • Masuk ke situs samsat sesuai dengan daerah kamu. Misalnya, wajib pajak yang tinggal di Jakarta dapat mengunjungi situs berikut https://samsat-pkb2.jakarta.go.id/.
    • Masukan informasi kendaraan seperti nomor polisi dan NIK.
    • Setelah itu, akan muncul tampilan informasi mengenai biaya dan tanggal jatuh tempo pembayaran pajak.

Baca juga:  Biaya Ganti Plat Motor, Syarat,dan juga Caranya

Cara Bayar Pajak Motor

Pembayaran pajak tahunan dan pajak 5 tahunan kendaraan dapat dilakukan secara offline maupun online. Akan tetapi, pastikan untuk membawa semua dokumen yang diperlukan.

Apabila ingin membayar pajak kendaraan, kamu perlu membawa beberapa hal, yaitu e-KTP pemilik asli (sesuai STNK) beserta foto copy, BPKB asli beserta fotokopi, STNK asli serta fotokopi, surat kuasa (disertakan materai dan fotokopi KTP penerima kuasa apabila dikuasakan), dan tidak memiliki tunggakan pajak kendaraan lebih dari satu tahun.

Terdapat beberapa opsi untuk membayar pajak secara online. Pertama, kamu dapat bayar pajak kendaraan melalui aplikasi LinkAja. Selain itu, pembayaran pajak juga dapat dilakukan melalui aplikasi samsat online nasional. Terakhir, kamu juga dapat membayar pajak lewat Indomaret.

Akan tetapi, jika ingin membayar pajak secara langsung, kamu dapat mengunjungi gerai Samsat terdekat, atau juga bisa mengunjungi Samsat keliling. Prosedur pembayaran pajak secara offline dapat dibaca lebih lanjut pada situs resmi Samsat.

Program Pemutihan Pajak Kendaraan

Tidak jarang juga daerah-daerah tertentu menerapkan program pemutihan pajak kendaraan. Biasanya, pemutihan tersebut berbentuk pengurangan pokok PKB bagi wajib pajak atau pengurangan sanksi administrasi. Program pemutihan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Misalnya, program pemutihan yang dilakukan di Banten pada tahun 2022 ini digunakan untuk mendorong penghapusan percepatan dalam meningkatkan sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Untuk mengetahui program pemutihan kendaraan secara berkala, kamu dapat membaca melalui berita setempat.

Baca juga: Pajak Progresif – Pengertian, Tarif, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Cek Pajak Motor Sebelum Membayar Pajak

Membayar pajak kendaraan merupakan kewajiban bagi setiap pemilik motor atau mobil. Meski begitu, tidak jarang ditemukan kasus wajib pajak yang telat membayar pajak kendaraan. Biasanya, keterlambatan tersebut disebabkan karena kesibukan wajib pajak, kendaraan yang masih dalam proses kredit, atau lupa.

Sebisa mungkin pajak dibayarkan tepat waktu karena keterlambatan membayar pajak akan membuat wajib pajak terkena denda. Denda yang dikenakan dapat bervariasi tergantung daerahnya. Wajib pajak yang telat membayar akan dikenakan denda terhadap PKB dan SWDKLLJ.