Pengertian Face Value, Nilai Emiten yang Penting Dipahami Investor Sebelum Membelinya

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah saham, hampir semua investor pasti melihat bagaimana perkembangan nilainya seiring waktu dari data historis. Bukan tanpa alasan, investor mencermati hal tersebut untuk bisa memperkirakan bagaimana peluang pertumbuhan nilai investasi di masa depan. 

Nilai sebuah saham ini biasanya dikenal dengan sebutan face value. Secara umum, maksud dari istilah face value ialah nilai nominal atau harga yang sudah dinyatakan emiten pada sebuah sekuritas atau efek. 

Meski begitu, tergantung dari kebutuhan dan tujuan investasi, investor perlu menanggapi nilai saham pada face value ini dengan bijak. Pasalnya, karena menunjukkan nominal di sertifikat alias nilai asli saham, tidak sedikit investor andal yang menganggap jika indikator ini buruk untuk dicermati karena memiliki perbedaan dengan harga sebenarnya. 

Lalu, bagaimana cara tepat mengaplikasikan indikator ini pada strategi investasi? Nah, tanpa panjang lebar lagi, yuk simak penjelasan tentang face value, perannya dalam investasi saham, hingga sederet jenisnya berikut ini.

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Pengertian Face Value

loader

Seperti yang telah dijelaskan sedikit sebelumnya, face value memiliki arti sebagai nilai nominal atau harga yang sudah dinyatakan emiten di sebuah sekuritas atau efek. Selain itu, face value juga bisa diartikan sebagai nilai nominal atau harga dari ketentuan sekuritas maupun emiten, baik itu di instrumen obligasi ataupun saham.  

Di instrumen saham, istilah ini mengacu pada nominal di sertifikat yang menginformasikan nilai asli suatu saham. Karenanya, nilai saham ini malah bisa menjadi indikator buruk sebab ada perbedaan dengan harga sebenarnya. 

Sedangkan dalam instrumen obligasi, istilah ini merujuk pada nilai pokok di lembaran, surat berharga pertukaran, dan mata uang. Lembaran tersebut yang bakal diterima pemilik instrumen ketika jatuh tempo. 

Lebih lanjut, obligasi yang ditransaksikan atau dijual pada pasar sekunder mempunyai variasi tingkat bunga. Sebagai contoh, saat tingkat kupon dari obligasi lebih kecil ketimbang bunga umum, biasanya produk investasi tersebut akan dijual dengan nilai atau harga yang lebih rendah alias diskon. 

Tapi, jika kupon obligasi ternyata lebih tinggi ketimbang bunga, artinya kemungkinan besar obligasi bisa terjual dengan harga mahal. Dalam instrumen obligasi, jaminan dari face value ialah adanya imbal hasil. Sementara di instrumen saham, yang berlaku malah sebaliknya. 

Dalam artian, pada instrumen saham, istilah face value merupakan indikator buruk terhadap nilai yang sebenarnya. Oleh sebab itu, istilah face value ini mempunyai sederet perbedaan dengan market value atau nilai pasar. 

Baca Juga:  Investasi Saham Aktif vs Saham Pasif, Ini Bedanya

Beda Face Value dengan Market Value

Di instrumen saham dan obligasi, face value tak menjadi market value atau nilai pasar yang akurat. Pengertian dari market value sendiri adalah prinsip nilai yang ditentukan sesuai penawaran atau permintaan pada pasar. Nilai pasar ini juga didasarkan dari harga atau nilai tertentu menyesuaikan tingkat permintaan dari investor. 

Korelasi antara nilai pasar dengan face value tergantung dari kondisi pasar. Tingkat suku bunga, jika dibandingkan kupon obligasi, bisa memberi pengaruh terhadap tingkat penjualan obligasi dengan harga lebih tinggi maupun lebih rendah. 

Pada obligasi tanpa kupon, ataupun saat investor tak mendapatkan bunga selain pembelian di harga lebih rendah ketimbang face value, nilai penjualannya akan menjadi lebih kecil. Alasannya karena hal tersebut adalah satu-satunya pilihan bagi investor agar bisa memperoleh keuntungan. 

Intinya, maksud dari face value ialah nilai awal yang telah ditetapkan penerbit saham. Sedangkan nilai pasar diubah berdasarkan dari tingkat permintaan dan penawaran eksternal yang terdapat pada pasar. 

Di samping itu, pada konteks saham, nilai pasar atau market value mempunyai arti sebagai nilai yang ditanggung oleh pasar serta bisa berfluktuasi secara signifikan dibanding nilai awalnya. Sebagai contoh, sebuah saham bisa saja mempunyai nilai nominal 100 rupiah saja, tapi nilai pasarnya bisa jadi lebih dari 1 juta rupiah. 

Peran Face Value pada Investasi Saham

loader

Pada konteks saham, istilah face value merupakan modal yang perlu dipertahankan oleh perusahaan. Hanya modal berlebih yang bisa diberikan dan dibagikan pada investor dengan bentuk dividen. 

Dalam kata lain, dana yang menjadi nilai face value merupakan bentuk cadangan awal. Tapi, tak ada kewajiban jika perusahaan menyebutkan face value ini di setiap penerbitan sahamnya. Hal tersebut memungkinkan perusahaan dalam menetapkan jumlah cadangan memakai angka atau nilai yang amat rendah. 

Contoh perhitungan face value ialah saat sebuah saham A mempunyai nilai nominal sebesar 1 dolar per saham biasanya, sementara pada saham B mempunyai besaran 0,0001 dolar. Artinya, kedua saham tersebut tak mempunyai kewajiban untuk menghitung nilai face value di saat penerbitannya. 

Tidak sedikit obligasi serta perhitungan pada saham preferen tergantung terhadap face value. Hal tersebut termasuk pula pada aktivitas pembayaran bunga, diskon, premi, hasil, sampai nilai pasar. 

Bunga obligasi kerap dihitung sebagai rasio atau persentase face value. Kemudian, pemilik obligasi sering kali memperoleh pembayaran persentase face value dari obligasi sebagai biaya premi penebusan apabila peminjam cenderung untuk membayarkan kembali kewajibannya sebelum tiba waktu jatuh tempo. 

Proses ini dikenal dengan sebutan obligasi yang bisa ditarik. Hal tersebut juga sering kali dilakukan di skala geser sesuai kapan instrumen yang bersangkutan tersebut mengalami waktu jatuh tempo.

Penting dipahami jika pada instrumen saham, istilah ini biasanya tak mempunyai hubungan dengan nilai pasar atau market value. Sedangkan pada nilai obligasi, kebanyakan dipengaruhi oleh nilai dari face value. 

Instrumen obligasi umumnya dihargai atau dianggap sebagai proporsi nilai nominalnya. Tapi, nilai obligasi kemungkinan meningkat atau menurun ketika terjadi perubahan terkait suku bunga serta berdasarkan dari kondisi keuangan emiten yang bersangkutan. 

Baca Juga: Koreksi Saham: Kenali Tandanya dan Tips Investasi saat Saham Terkoreksi

Jenis Face Value

Tergantung dari instrumen investasi di mana istilah ini digunakan, face value mempunyai beragam jenis yang penting untuk dipahami. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 3 jenis face value. 

Jenis Face Value Pengertian
Face Value Obligasi

Pada instrumen obligasi, face value biasanya terdapat pada lembaran yang dimiliki oleh pemegang instrumen surat berharga tersebut. Nilai dari face value ini mempunyai harga tertentu di surat uang dan menunjukkan jika instrumen obligasi tersebut memiliki nilai sepadan ketika tiba waktu jatuh tempo pelunasannya.

Dalam kata lain, maksud dari jenis face value di instrumen obligasi adalah harga atau nilai yang wajib dibayarkan pada investor saat waktu jatuh tempo tiba.

Face Value Saham

Untuk jenis yang kedua adalah face value di instrumen saham. Pada saham jenis preferen, istilah face value ini memiliki arti sebagai sarana yang dipakai pada proses menawarkan nilai atau harga saham. 

Persentase dari face value berguna untuk mengetahui nilai atau perhitungan dividen yang mungkin diberikan oleh perusahaan atau emiten saham. Selain itu, pada saham, istilah face value juga menjadi faktor penting ketika transaksi pembelian kembali terjadi.
Face Value Mata Uang

Selain saham dan obligasi, mata uang juga mempunyai face value. Pada mata uang, maksud dari face value ialah proses penukaran 2 mata uang di harga tertentu sesuai kondisi pasar ataupun tingkat permintaan dan penawarannya. Sebagai contoh, seorang investor melakukan penukaran atas mata uang dolar dengan Euro yang masing-masing memiliki harga tertentu yang berlaku. 

Jika menarik benang merahnya, pada saham, face value merupakan harga atau nilai yang tertera pada sertifikat dan mengacu pada nilai sebenarnya. Sedangkan pada instrumen obligasi, nilai ini menjadi harga yang harus dibayar investor saat jatuh tempo. Lalu, jika dalam konteks mata uang, istilah ini memiliki arti sebagai proses penukaran 2 mata uang di harga atau nilai tertentu yang berlaku.

Face Value Merupakan Nominal yang Tunjukkan Nilai Sebuah Emiten atau Saham

Sesuai penjelasan di atas, yang dimaksud dengan face value ialah nilai atau nominal yang sudah dinyatakan dan ditunjukkan oleh emiten di suatu sekuritas atau efek. Di instrumen saham, istilah ini mengacu pada nominal di sertifikat yang menginformasikan nilai asli saham yang bersangkutan, sementara pada obligasi adalah nilai pokok di lembaran yang bakal diterima pemilik instrumen ketika masa jatuh temponya tiba.

Nah, setelah membaca penjelasannya diatas, semoga kamu sudah memahami tentang apa itu face value beserta kegunaan dan jenisnya. 

Baca Juga: Cara Investasi Saham bagi Pemula yang Ingin Berinvestasi Saham Online