10 Faktor Dibalik Tingginya Biaya Premi Asuransi Kesehatan

Apakah kamu sudah punya asuransi kesehatan? Meskipun terdengar sepele, asuransi ini akan sangat bermanfaat ketika pemegang polis jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan medis.

Biaya pengobatan tersebut nantinya akan di-cover oleh asuransi kesehatan yang dimiliki. Jadi pemegang polis tak perlu mengeluarkan biaya apapun selama dirawat di rumah sakit.

Hanya saja, ganti rugi pengobatan atau perawatan di rumah sakit yang diterima pemegang polis tidak antara satu dengan yang lain. Hal ini sangat tergantung dari premi bulanan yang dibayarkan oleh pemegang polis.

Besaran polis yang harus dibayarkan pun tergantung dari beberapa faktor dan risiko yang dimiliki pemegang polis. Makin tinggi risiko kesehatan seseorang, maka biaya preminya juga akan makin mahal. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini.

Baca juga: Menjadi Kewajiban Nasabah Asuransi, Yuk Cari Tahu Apa Itu Premi Asuransi dan Cara Kerjanya

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!
Pilih Jenis Perlindungan
Pilih Jenis Kelamin
Pilih Tanggal Lahir
Pilih Bulan Lahir
Pilih Tahun Lahir
Pilih Tipe Asuransi

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Biaya Premi Asuransi Jadi Makin Mahal

loader

Premi Asuransi Kesehatan

  1. Usia Tertanggung

    Faktor pertama tentu saja ada usia, usia merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi besar kecilnya biaya premi asuransi kesehatan. Makin tua usia tertanggung, risiko kesehatan yang timbul juga akan makin besar, akibatnya perusahaan asuransi harus mengeluarkan lebih banyak uang.

    Oleh sebab itulah, premi asuransi kesehatan cenderung lebih mahal untuk kelompok usia yang lebih tua. Jadi, selagi masih muda mulailah untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi, mumpung biayanya masih cukup terjangkau.

  2. Riwayat Kesehatan Tertanggung

    Faktor kedua mengapa biaya premi asuransi kesehatan tinggi adalah risiko kesehatan dari pihak tertanggung, seperti punya riwayat penyakit serius, pernah operasi besar, atau memiliki kondisi medis kronis.

    Perusahaan asuransi mungkin akan memperhitungkan risiko yang lebih tinggi dan menaikkan premi yang harus dibayarkan supaya tidak merugi. Ketika pengajuan polis pertama kali, perusahaan asuransi mungkin akan mensyaratkan hasil tes kesehatan pada setiap calon pemegang polis.

    Hasil tes inilah yang akan dijadikan dasar penentu besar kecilnya biaya premi dari pihak tertanggung. Selain riwayat kesehatan tertanggung, riwayat kesehatan dari keluarga dan risikonya juga akan jadi bahan pertimbangan.

  3. Kebiasaan Tertanggung

    Kebiasaan hidup tertanggung juga akan jadi salah satu poin pertimbangan perusahaan asuransi dalam menetapkan biaya preminya. Gaya hidup yang buruk, seperti minum alkohol, suka makan junk food, merokok, dan sejenisnya tentu akan meningkatkan risiko terkena penyakit berat.

    Sejalan dengan peningkatan risiko kesehatannya, maka premi yang harus dibayarkan juga akan makin mahal. Biasanya nih, ketika pengajuan premi awal, kamu akan diberikan sejumlah daftar kuesioner yang harus diisi, salah satunya mengenai kebiasan hidup.

    Jawaban yang diberikan tertanggung kemudian akan digunakan sebagai dasar bagi perusahaan asuransi untuk melakukan analisis risiko.

  4. Jenis Pekerjaan

    Faktor lain yang menyebabkan biaya premi asuransi kesehatan makin mahal adalah jenis pekerjaan dari pihak tertanggung. Makin berbahaya, makin tinggi risiko kecelakaan kerja hingga kematian dari pekerjaan tersebut, maka nilai premi yang dibayarkan juga akan makin besar.

    Misalnya, pekerja di sektor pertambangan, pekerja konstruksi, dan maskapai penerbangan dan sebagainya. Beberapa pekerja di bidang tersebut sangat mungkin dikenakan premi yang lebih tinggi dibandingkan pegawai kantoran pada umumnya.

  5. Besarnya Nilai Pertanggungan

    Makin besar nilai pertanggungannya, maka harga preminya juga akan makin mahal. Pastikan kamu sudah mengkalkulasikan nilai pertanggungan asuransi dan menyesuaikan dengan kebutuhan ya.

  6. Jenis Asuransi yang Dipilih

    Faktor keenam yang juga sangat mempengaruhi besar kecil premi adalah dari jenis asuransi kesehatan yang dipilih. Pasalnya,ada banyak jenis asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan dan kriteria yang berbeda-beda.

    Beberapa polis asuransi kesehatan menawarkan manfaat dan cakupan yang lebih luas, tetapi juga dengan biaya premi yang lebih tinggi. Disisi lain, polis dengan risiko pertanggungan yang lebih terbatas mungkin menawarkan premi yang lebih rendah.

    Jadi, cobalah untuk mempertimbangkan risiko kesehatan yang dimiliki dan memilih polis yang sesuai budget. Jangan lupa, sesuaikan dengan risiko pekerjaan yang digeluti.

  7. Deduksi dan Batas Maksimum

    Deduksi (deductible) dan batas maksimum (out-of-pocket maximum) pada polis juga dapat mempengaruhi biaya premi. Deduksi adalah jumlah uang yang harus dibayarkan oleh tertanggung sebelum manfaat asuransi mulai berlaku.

    Sementara itu, batas maksimum adalah jumlah maksimum yang harus dibayar oleh tertanggung dalam satu tahun. Makin tinggi deduksi dan batas maksimumnya, maka nilai premi asuransi cenderung lebih rendah.

  8. Penggunaan Fasilitas Kesehatan

    Cara dari pihak tertanggung menggunakan fasilitas kesehatan juga dapat mempengaruhi biaya premi. Jika seseorang sering mengajukan klaim asuransi atau sering menggunakan fasilitas kesehatan.

    Maka, perusahaan asuransi mungkin akan menaikkan premi sebagai respons terhadap risiko yang lebih tinggi. Misalnya, sering mengunjungi dokter atau melakukan pemeriksaan yang tidak diperlukan secara rutin dapat menyebabkan kenaikan premi asuransi kesehatan.

  9. Proteksi Tambahan

    Setiap orang bisa memperluas jaminan risiko asuransinya, tentunya dengan biaya tambahan. Ini opsional ya alias bisa kamu pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan.

    Contoh perlindungan yang bisa kamu tambahkan adalah perlindungan terhadap penyakit kritis atau rawat inap di luar negeri.

  10. Perusahaan Penyedia Layanan Asuransi Itu Sendiri

    Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan tarif dan penilaian risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tinggi rendahnya premi asuransi kesehatan dapat bervariasi antara perusahaan asuransi yang satu dengan yang lainnya.

    Supaya bisa dapat harga terbaik, coba lakukan riset ke beberapa perusahaan asuransi sebelum mengambil keputusan final.

Baca juga: Mau Dapat Premi Asuransi Murah? Ini Caranya!

Tips Supaya Bisa Mendapatkan Premi dengan Harga Lebih Murah

Agar dapat harga premi terjangkau, berikut ini beberapa tips yang bisa dicoba, antara lain:

  • Jangan menunda pembelian asuransi kesehatan karena makin muda usia pemohon makin murah pula premi asuransi yang harus dibayarkan.
  • Terapkan pola hidup sehat untuk menurunkan penilaian risiko.
  • Lakukan riset dan bandingkan antara satu produk asuransi di sebuah perusahaan dengan perusahaan lainnya untuk mendapatkan harga terbaik.
  • Beli asuransi secara berkelompok, misal alih-alih mendaftar sendiri coba lakukan pendaftaran kolektif (misal bersama keluarga) supaya harga @nya makin murah.
  • Pilih jenis asuransi standar, khusus untukmu yang punya risiko rendah karena cakupan jaminannya juga terbatas, namun preminya lebih murah.
  • Pilih jaringan penyedia layanan kesehatan yang lebih terbatas.
  • Manfaatkan promo yang tengah diadakan.

Baca juga: Tips Bayar Premi Asuransi Walau Gaji Dipotong

Ketahui Faktor Penentu Besaran Premi Asuransi Kesehatan

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan mengapa premi bulanan asuransi kesehatan menjadi sangat tinggi. Dari mulai kondisi kesehatan, risiko jenis pekerjaan, penghasilan bulanan, perlindungan yang dipilih, dan tentu saja perusahaan penyedia layanan asuransi tersebut.

Dengan mengetahui beberapa faktornya, maka kamu bisa mempertimbangkan jenis asuransi kesehatan yang dipilih. Semoga bisa bermanfaat.

Baca juga: Tak Hanya Premi, 7 Biaya Ini Juga Wajib Dibayar Nasabah Asuransi