Gadai Emas di Pegadaian, Ini Hal yang Harus Diketahui

Dalam era digital yang penuh dengan godaan untuk tampil "besar pasak daripada tiang" ini, beragam cara dilakukan orang agar dapat memenuhi kebutuhan hidup secara layak. Selain menjalani pekerjaan rutin baik sebagai pegawai ataupun wirausaha mandiri, tak jarang banyak diantara mereka yang harus kerja lembur di luar jam kantor atau mencari usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tapi terkadang, apa yang mereka jalani dan menjadi sumber mata pencaharian tidak dapat menutupi kebutuhan hidup secara keseluruhan. Hal ini terjadi karena berbagai faktor seperti misalnya, usaha yang berjalan kurang lancar, gaji yang tidak sesuai dengan besaran pengeluaran setiap bulannya, maupun adanya kebutuhan yang di luar pengeluaran rutin seperti halnya memiliki hajat tertentu misalnya pernikahan atau kegiatan keluarga lainnya yang tentu menelan biaya yang tidak sedikit.

Untuk mengantisipasi hal semacam itu, banyak orang berusaha menyisihkan sebagian pendapatannya dalam bentuk simpanan, baik itu berupa tabungan, deposito bank, emas, dan beragam jenis investasi yang lainnya. Pendek kata, untuk mengantisipasi datangnya kebutuhan yang tiba-tiba orang tentu telah mempersiapkan simpanan yang bisa dipergunakan sewaktu-waktu.

Investasi emas, diyakini banyak orang mampu mengamankan aset Anda dari jerat inflasi dan mudah untuk dicairkan saat kondisi mendesak sehingga makin banyak orang yang memanfaatkan investasi jenis ini. Bagi Anda yang memiliki simpanan dalam bentuk emas, baik itu perhiasan maupun emas batangan, ada baiknya untuk menyimak artikel kali ini tentang, gadai emas di pegadaian.

Baca Juga: 7 Tempat Jual Beli Emas yang Paling Aman

Alternatif Mengatasi Masalah Kebutuhan Dana Darurat

Menggadaikan Emas untuk Uang Tunai

Menggadaikan Emas untuk Uang Tunai via sellgoldchulavista.com

 

Ada banyak pertimbangan mengapa orang menggadaikan barangnya di pegadaian. Hal paling utama adalah karena pegadaian merupakan perusahaan yang terpercaya  dan berkompeten (sesuai dengan namanya) dibanding dengan perusahaan gadai lain. Di samping itu, proses menggadaikan barang di pegadaian pun relatif cepat, sehingga dana yang Anda butuhkan lebih cepat cair.

Emas merupakan barang yang paling mudah untuk digadaikan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan proses yang cepat, maka pahami beberapa ketentuan dalam proses gadai emas di pegadaian berikut ini:

  • Kenali Syarat-Syaratnya, Perlancar Prosesnya
    Hampir sama dengan lembaga keuangan yang lain, Pegadaian membutuhkan syarat formal yaitu, Kartu Identitas (Dalam Hal ini adalah KTP), kemudian tentu Emas yang akan Anda gadaikan beserta surat-surat yang menyertai fisiknya. Penting sebagai catatan, Pegadaian sebagai lembaga formal tentu membutuhkan surat-surat keterangan dari fisik Emas yang akan Anda gadaikan, ini tentu sebagai satu acuan mutlak di mana sebagai sebuah lembaga pembiayaan mikro formal, Pegadaian tidak akan menerima barang bermasalah. Jika syarat yang diperlukan sudah dirasa memadai, Anda tinggal mengunjungi Kantor Cabang Pegadaian di kota Anda untuk memprosesnya.
  • Perhatikan Biaya Gadainya, Hindari Hal yang Tidak Perlu
    Pegadaian menerapkan sistem gadai berbiaya flat pada 15 hari pertama masa gadai. Dengan kata lain, jumlah atau nominal yang harus dibayarkan mulai dari hari pertama proses gadai hingga hari ke-15 dikenakan biaya yang sama. Tetapi jika pembayaran biaya gadai telah melewati masa tersebut biaya gadainya akan bertambah. Hal ini berlaku seterusnya, sampai masa sewa gadai lewat. Semakin lama, tentu akan semakin mahal tentunya.
  • Hindari Melewati Tenggat Masa Gadai
    Pegadaian menerapkan sistem masa gadai selama 4 bulan, dengan kata lain Anda bisa memperpanjang masa Gadai dari barang Gadai Anda (Emas) setiap 4 bulan sekali. Hindari melewati tenggat jika Anda tidak ingin biaya sewa gadai Anda melonjak dari hari ke hari. Sebagai salah satu solusi, Anda bisa mencicil pinjam gadai Anda, sebagai contoh; Jika Anda memiliki pinjaman di Pegadaian sebesar Rp2.000.000, dan Anda membayar Rp500.000 maka pinjaman Anda di Pegadaian akan tersisa sebesar Rp1.500.000. Ini tentu meringankan pinjaman Anda.

Baca Juga: Mengenal Tabungan Emas, Syarat, dan Manfaatnya

  • Biaya Administrasi Menyesuaikan Besaran Pinjam Gadai
    Dikutip dari sumber resmi tentang PT. Pegadaian (Persero), setiap kali Anda melakukan gadai, maka Anda akan dikenakan biaya Administrasi. Besaran yang dikenakan tergantung dari jumlah pinjam gadai yang Anda lakukan. Kisaran biaya Administrasi yang dikenakan akan terus berlipat menyesuaikan dengan jumlah pinjam gadainya, semakin besar pinjaman yang Anda ambil, maka biaya Administrasi yang dikenakan akan semakin bertambah pula. Berikut paparannya;
    1. Kisaran pinjaman Rp100.000 hingga Rp5.000.000 dikenakan biaya administrasi sebesar Rp15.000.
    2. Kisaran pinjaman Rp5.100.000 hingga Rp10.000.000 dikenakan biaya administrasi sebesar Rp25.000.
    3. Kisaran pinjaman Rp10.100.000 hingga Rp20.000.000,00 maka Anda akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp40.000.
  • Pahami Perbedaan Nilai Gadai dan Nilai Taksirnya
    Pegadaian Indonesia menerapkan nilai taksir pinjaman sebesar 85% dari nilai harga Emas Anda. Sebagai ilustrasi, jika Emas Anda ditaksir dengan nilai gadai lebih kurang Rp2.500.000, maka jumlah maksimal pinjaman yang bisa Anda ajukan kepada pihak Pegadaian adalah sekitar Rp2.125.000. Hal ini penting untuk Anda ketahui, agar tidak kecewa bahwa nilai pinjaman Anda lebih rendah daripada nilai Emas milik Anda. ini adalah sistem yang berlaku.
  • Ketahui Biaya Titip Gadainya, Pahami Biaya Pelunasannya
    Secara umum, sistem gadai adalah sebuah sistem sewa titip dengan pinjaman yang memberikan hak pada pihak yang berpiutang untuk menggunakan barang jaminan, jika pihak yang berutang tidak mampu melunasi pada saat tempo perjanjian utang selesai. Dengan kata lain sistem gadai ini juga berarti sistem sewa, titip barang selama pihak yang berutang belum bisa melunasi pinjaman.

    Untuk model perkalian biaya titip gadai di Pegadaian, sistem yang diterapkan adalah dengan menggunakan kalkulasi sebagai berikut: Taksiran/Biaya Administrasi x 120. Angka 120 ini adalah angka yang dipergunakan untuk taksiran yang muncul di Pegadaian Konvensional, sedangkan Angka perkalian dan perhitungan biaya titip gadai di Pegadaian Syariah adalah 79, bisa 73 dan bahkan lebih kecil lagi, tergantung dari besaran pinjaman yang Anda ambil.

    Dengan kalkulasi tersebut, maka kita bisa membuat ilustrasi biaya titip gadai yang akan muncul adalah sebagai berikut; Rp2.500.000 : Rp15.000 x 120 = Rp20.000/15 Hari.

    Jadi jika Anda ingin menggadaikan Emas hingga mendapatkan pinjaman maksimal (masa gadai 15 Hari) maka ilustrasi perhitungan biaya titip gadai Anda adalah;

    Rp15.000 (dibayarkan di awal proses gadai) + Rp2.125.000 (Nilai Pinjam Gadai Maksimal) + (2 x Rp20.000) = Rp2.180.000.

    Semakin lama masa gadainya, maka akan semakin besar biaya titip gadainya. Ini tentu bermakna biaya pelunasan yang akan semakin banyak pula.

Emas, Selain untuk Investasi Juga Bisa Menjadi Sumber Dana dengan Sistem Gadai

Tak salah jika Anda memutuskan investasi dalam bentuk emas (khususnya emas batangan). Selain nilainya stabil sehingga cocok untuk investasi, emas juga bisa dijadikan sumber dana darurat dengan sistem gadai. Pegadaian sebagai salah satu lembaga pembiayaan mikro sejauh ini memiliki kredibilitas yang baik dan bisa menjadi acuan untuk dijadikan tempat gadai emas.

Baca Juga: Investasi Emas: Apa Kelebihan dan kekurangannya?