Makanan Peningkat vs Penurun Daya Tahan Tubuh

Meningkatkan daya tahan tubuh menjadi satu-satunya hal penting yang harus diperhatikan. Terutama selama masa pandemi seperti ini. Daya tahan tubuh, menjadi satu-satunya tameng yang kita miliki agar terhindar dari penyakit.

Olahraga menjadi salah satu hal yang dianjurkan untuk dilakukan selama masa pandemi ini. Meningkatnya aktivitas fisik, membuat Anda jadi terhindar dari berbagai penyakit.

Selain berolahraga, gaya hidup sehat juga sangat dianjurkan. Mulai dari mengubah jam tidur, mengurangi stres, berhenti merokok dan meminum alkohol, hingga mengonsumsi makanan sehat penambah daya tahan tubuh.

Makanan menjadi salah satu sumber zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh. Oleh karena itu, Anda pun harus memperhatikan apa saja makanan yang dikonsumsi.

Sebab, tak semua makanan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa makanan, justru akan menurunkan daya tahan tubuh bahkan memicu penyakit-penyakit lain. Terutama, jika dikonsumsi di luar batas yang seharusnya.

Oleh sebab, mengetahui apa saja makanan yang meningkatkan dan menurunkan daya tahan tubuh wajib semua orang ketahui dan berikut adalah ulasannya.

Baca Juga: Meningkatkan Imunitas Tubuh, Kenali Jenis Empon Empon dan Khasiatnya

Daya Tahan Tubuh

(+)

(-)

Buah Jeruk

Buah yang satu ini, terkenal sebagai pemasok vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah berwarna oranye ini juga bisa ditemui di mana saja mulai dari supermarket hingga pasar tradisional.

Meningkatkan konsumsi akan jeruk, akan menambah pasokan vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh dan berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Peningkatan konsumsi vitamin C akan menangkal berbagai macam penyakit yang hendak masuk ke tubuh.

Mengapa hal itu mungkin terjadi? Vitamin C merupakan vitamin memberikan reaksi kepada tubuh dalam meningkatkan produksi sel darah putih. Sel darah putih memiliki tugas untuk melawan infeksi dan menangkal segala macam virus dan bakteri yang masuk.

Gula

Bahan makanan yang satu ini, kerap digunakan ketika hendak membuat minuman. Baik itu teh, kopi, jus, dan lain-lain. Gula sangat digemari karena memberikan rasa manis yang menggugah selera makan.

Jika dikonsumsi dalam batasan yang wajar, gula akan memberi pasokan energi untuk tubuh. Namun, jika dikonsumsi berlebihan justru akan memicu berbagai macam penyakit. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) memberikan batasan mengenai berapa jumlah gula yang boleh dikonsumsi seseorang. Jumlah wajar yang bisa dikonsumsi hanya 50 gram alias 4 sendok makan gula per orang, per harinya.

Brokoli

Berbeda dari jeruk, brokoli mengandung lebih dari satu vitamin peningkat daya tahan tubuh. Vitamin C juga bisa ditemukan di sayur yang menyerupai pohon kecil ini. Meskipun, jumlahnya memang tidak sebanyak jeruk.

Brokoli juga mengandung vitamin A dan E yang berguna untuk menjaga kesehatan mata dan organ dalam.

Brokoli bisa dikonsumsi dengan mengolahnya terlebih dahulu. Namun, pengolahannya pun harus dilakukan sesederhana mungkin untuk menghindari hilangnya zat-zat penting yang ada di dalamnya.

Garam

Hampir sama seperti gula. Mengonsumsi garam dalam jumlah banyak juga akan memicu masuknya penyakit-penyakit lain ke dalam tubuh.

Garam memiliki senyawa yang bernama natrium. Banyaknya asupan natrium pada tubuh, hanya akan menyebabkan retensi cairan, darah tinggi, hingga menurunkan daya tahan tubuh seseorang.

Hal ini disokong oleh riset yang dilakukan dari University Hospital of Bonn. Mereka melakukan riset kepada seekor tikus yang diberi banyak sekali asupan garam. Hasilnya, tikus tersebut mengalami penurunan daya tahan tubuh dan gampang sakit. Hal ini menggambarkan bagaimana garam juga berpengaruh ke manusia.

Kemenkes RI, juga memberikan anjuran kepada masyarakat tentang berapa batasan garam yang bisa dikonsumsi seseorang per harinya yakni sejumlah 2 ribu mg natrium. 2000mg natrium sepadan dengan 5 gram garam atau 1 sendok teh per harinya.

Bawang Putih

Meskipun terdengar sepele, bahan masakan yang satu ini sebenarnya memiliki khasiat yang sangat tinggi. Terutama, dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Bawang putih, menjadi salah satu bahan yang ampuh mengurangi infeksi sejak dahulu kala. Selain itu, bawang putih juga berkhasiat untuk memperlambat pengerasan pembuluh darah. Sehingga bisa melancarkan pasokan darah ke seluruh tubuh.

Alkohol

Jika dikonsumsi terlalu banyak alkohol akan membahayakan kesehatan dan menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Sebuah riset ilmiah yang dilakukan oleh Alcohol Research mendukung pernyataan tersebut

Sebab, banyaknya jumlah alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan memicu penyakit pernapasan seperti pneumonia juga sindrom stres pernapasan akut (ARDS). Di mana, ini merupakan penyakit-penyakit yang menjadi symptom terjangkitnya COVID-19.

Kacang Almond

Kacang Almond merupakan salah satu makanan yang kaya akan vitamin E yang kaya antioksidan. Guna antioksidan adalah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Berbeda dengan vitamin-vitamin lainnya. Vitamin E membutuhkan kehadiran lemak karena vitamin ini baru bisa larut jika bertemu dengan lemak. Pernyataan tersebut sangat pas, karena almond sendiri merupakan sumber dari lemak nabati yang disarankan. Sehingga, akan memberikan keuntungan maksimal.

Almond bisa dikonsumsi begitu saja dengan cara dipanggang terlebih dahulu atau mengolahnya menjadi susu almond atau makanan mengandung almond lainnya.

Orang dewasa membutuhkan setidaknya 15 mg asupan vitamin E setiap harinya. Jika diambil dari almond, maka seseorang harus mengonsumsi setidaknya 46 biji almond untuk menjaga daya tahan tubuh. 

Minyak

Memiliki efek yang sama seperti gula, pengkonsumsian minyak juga harus diperhatikan. Sebab, minyak bisa mengurangi kemampuan sel darah putih untuk menyembuhkan penyakit. Sehingga, bakteri dan virus yang masuk akan semakin berjaya menguasai tubuh karena sel darah putihnya sudah dilemahkan oleh minyak.

Tidak hanya itu, banyaknya minyak yang dikonsumsi juga akan memicu berbagai penyakit lain seperti kanker, gangguan jantung, dan juga diabetes. Karena minyak merupakan lemak, yang bisa merusak jaringan sehat pada tubuh.

Kemenkes RI juga memberikan anjuran berapa banyak minyak yang boleh dikonsumsi seseorang per harinya. Setiap orang hanya boleh mengonsumsi minyak sebanyak 67 gram (5 sendok makan) per harinya.

Baca Juga: Inilah Beragam Manfaat Jahe yang Juga Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh!

Imbangi dengan Pola Hidup Sehat

makanan penurun daya tahan tubuh

Konsumsi Semua Makanan Secara Seimbang

Tidak hanya jenis makanannya saja yang harus Anda perhatikan tetapi porsi dan takarannya juga wajib dikontrol. Sebab, makanan yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pun akan berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Oleh karena itu, selama masa pandemi ini Anda harus lebih memperhatikan pola hidup sehat. Mulai dari olahraga secara rutin, tidak begadang, menghindari stres, menjaga makanan, hingga menerapkan protokol penularan COVID-19. Dijamin, Anda akan terhindar dari virus COVID-19 dan berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Baca Juga: Berbagai Manfaat Jambu Biji Bagi Kesehatan, Apakah Mampu Cegah Corona?