Mau Transaksi Kartu Kredit Aman? Ini 6 Tipsnya!

Di era modern seperti sekarang, apa pun bisa dilakukan dengan cepat. Sebut saja transaksi yang saat ini tersedia dalam berbagai pilihan, dan kartu kredit menjadi alat pembayaran yang familiar saat ini. Meski cepat, pengguna kartu kredit harus waspada saat bertransaksi mengingat maraknya kasus penipuan yang terjadi saat ini.

Sekali saja lalai, maka bersiaplah untuk membayar tagihan yang sejatinya tidak dilakukan oleh Anda sendiri. Untuk itu, bertransaksilah secara aman terutama terutama saat belanja online. Terapkan beberapa tips berikut ini transaksi kartu kredit milik Anda agar selalu aman.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Pilihlah toko online yang terpercaya

loader

Faktanya, tidak semua toko online diisi oleh penjual-penjual terpercaya. Ada toko online yang sengaja dibuat atau dipromosikan untuk menjebak konsumen demi mendapatkan keuntungan untuk toko itu sendiri.

Di sisi lain, toko online tersebut bisa saja menyadap data kartu kredit Anda dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Akibatnya, muncullah sejumlah tagihan fiktif pada kartu dan Anda harus membayar tagihan tersebut saat jatuh tempo.

Pastikan toko online tempat Anda berbelanja bisa dipercaya. Lihat berapa banyak pelanggan yang sudah berbelanja di toko tersebut, lalu perhatikan review. Jika review bagus, bisa dipastikan toko itu terpercaya.

2. Menjaga kerahasiaan kode OTP

Untuk menghindari kasus penipuan, penerbit kartu kredit biasanya sudah memfasilitasi kartu dengan sistem keamanan berbasis OTP (One Time Password). Kode ini berupa 4 sampai 6 digit angka yang biasa akan dikirimkan melalui SMS ke nomor telepon yang terdaftar saat pengajuan kartu kredit. 

Kode akan dikirimkan saat Anda checkout di salah satu toko online. Jagalah kerahasiaan kode ini, jangan sampai ada orang lain yang mengetahui apalagi sampai menggunakannya di perangkat lain. 

Memang, kode OTP yang dikirimkan selalu berbeda dan akan kadaluarsa dalam beberapa menit kemudian. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk selalu menjaga kerahasiaan kode ini demi keamanan transaksi kartu kredit milik Anda.

Baca Juga: Jangan Panik Dulu, Ketahui 6 Penyebab Transaksi Kartu Kredit Ditolak

3. Jangan menyimpan kartu kredit untuk pembayaran berikutnya

loader

Menyimpan informasi kartu kredit pada salah satu situs online tentu akan memudahkan transaksi Anda di masa mendatang. Sebab, Anda tidak perlu lagi mengisi nama, kode CVV, dan 16 digit nomor kartu untuk pembayaran selanjutnya. Sayangnya, hal ini terlalu berisiko terhadap keamanan kartu kredit.

Apabila informasi disalahgunakan oleh pihak lain, kemungkinan akan ada transaksi yang sama sekali tidak Anda ketahui. Di sisi lain, Anda juga akan lebih sering ditelepon oleh bank tertentu untuk membuat kartu kredit yang baru.

Untuk itu, jangan pernah menyimpan informasi kartu kredit di situs online manapun. Hapus riwayat transaksi pada browser agar jejak pembayaran Anda tidak tersimpan dan disalahgunakan oleh hacker.

4. Jangan memberi kode CVV kepada orang lain

CVV sama halnya seperti kode OTP yang berisi serial angka tertentu untuk mengamankan transaksi. Sayangnya, kode CVV ini terdiri dari 3 digit angka dan tidak bisa diubah kecuali kalau Anda mengganti kartu kredit ke level yang lebih tinggi atau berganti bank penerbit. 

Jadi kalau sampai orang lain mengetahui kode CVV tersebut, bisa dipastikan pihak lain dapat bertransaksi secara leluasa menggunakan kartu kredit milik Anda.

Jagalah kerahasiaan CVV ini dari orang lain sekaligus 16 digit angka yang tertera pada halaman muka kartu kredit. Jangan sampai orang lain mengetahuinya agar transaksi selalu aman dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: 4 Keunggulan Kartu Kredit Syariah yang Wajib Diketahui

5. Perbaharui data pribadi secara berkala

loader

Faktanya, tidak semua orang bersedia memperbaharui data kartu kredit miliknya. Selain menguras waktu, pembaharuan ini agak mengganggu kenyamanan pribadi karena di setiap pembaharuan, akan muncul notifikasi berupa email atau SMS. 

Tapi jangan salah, notifikasi ini hanya bentuk konfirmasi untuk memastikan kalau Anda sendirilah yang melakukan perubahan tersebut. Jika perubahan dilakukan oleh pihak lain, maka Anda dapat menghubungi bank untuk menelusuri pelakunya. 

Di sisi lain, pembaruan secara berkala penting dilakukan untuk menyesuaikan informasi terbaru terkait pemegang kartu kredit. Apabila ada perubahan informasi, seperti nomor telepon, maka bisa langsung dikonfirmasi kepada pihak bank sehingga nomor telepon lama akan langsung diganti dengan yang baru.

6. Bertransaksilah di tempat yang aman

Dan yang terakhir adalah usahakan untuk bertransaksi di tempat yang aman. Apalagi sekarang ini kasus hipnotis semakin marak terjadi dan sangat disayangkan kalau Anda menjadi salah satu korbannya. Sebisa mungkin hindari tempat keramaian, seperti jalan raya, angkutan umum, atau kafe. 

Lebih baik selesaikan transaksi di rumah. Kalaupun terburu-buru, sebaiknya cari tempat yang lebih aman, tidak gelap, dan tidak diisi oleh orang-orang dengan tampang yang mencurigakan.

Meski terkesan sepele, namun cara ini cukup membantu untuk mengamankan transaksi kartu kredit. Alhasil, Anda tidak perlu takut terhadap kasus pembobolan data apalagi transaksi di luar kebutuhan pribadi.

Hentikan Transaksi Jika Terdapat Hal-hal yang Mencurigakan

Menjaga keamanan transaksi kartu kredit tidak sulit, kan? Jika Anda mendapati tanda-tanda yang mencurigakan, segera hentikan transaksi agar informasi kartu kredit maupun transaksi di dalamnya tidak disadap oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Dan jangan lupa, gunakan kartu kredit secara bijak agar tagihannya tidak membengkak.

Baca Juga:  Beli Takjil Online? Begini Cara Bayar Pesanan GoFood, Grab Food, ShopeeFood Pakai Kartu Kredit