Corporate Action: Kenali Jenis Hingga Ragam Aksi Perusahaan Setelah Go Public

Setiap investor yang ingin berinvestasi di instrumen saham, pastinya akan memilih emiten saham atau perusahaan yang tepat. Hal ini perlu diperhartikan dengan benar agar investasi saham yang dilakukan bisa sesuai harapan dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Perlu kamu ketahui terutama investor pemula bahwa semua perusahaan baik yang sudah terkenal atau belum lama berdiri, berjalan di bidang apapun berhak untuk go public alias mendaftarkan diri ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, perusahaan tersebut tentunya juga harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan oleh BEI.

Setelah terdaftar di BEI, perusahaan tersebut tetap harus melakukan berbagai aksi korporasi (corporate action) agar perusahaan tersebut terus mengalami perkembangan yang baik. Corporate action ini juga dijadikan sebagai bahan pertimbangan para investor sebelum memilih emiten saham.

Lantas, apa yang dimaksud dengan corporate action yang sebenarnya dan aksi apa saja yang dilakukan setiap perusahaan?

Simak ulasannya berikut ini!

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Pengertian Corporate Action

Corporate action adalah aksi korporasi atau kegiatan korporasi yang menjadi langkah suatu perusahaan terbuka atau yang sudah terdaftar di BEI. Dengan adanya aksi korporasi ini diharapkan perusahaan tersebut memiliki dampak yang baik terhadap pemegang saham.

Corporate action yang dilakukan perusahaan ini, bukan hanya satu tindakan korporasi saja. Akan tetapi, setiap perusahaan bisa menentukan aksi korporasi lebih dari satu aki. Tindakan aksi korporasi bisa saja 4, 6 hingga belasan, tergantung dari keputusan perusahaan.

Jenis Corporate Action

Setalah kamu memahami pengertiannya, kini saatnya ketahui jenis corporate ation, antara lain:

Jenis Corporate Action

Contohnya

Memiliki pengaruh pada jumlah saham

Pembagian dividen saham, stock split, reverse stock split, saha bonus, buy back, right issue

Restrukturisasi perusahaan

Merger dan akuisisi, tender offer dan spin off

Mandatory corporate action

Melibatkan dewan direksi untuk pengambilan keputusan

Voluntary corporate action

Melibatkan dewan direksi untuk pengambilan keputusan dan pemegang saham (peserta)

Baca Juga: Portofolio Saham dan Tips Menyusunnya Agar Investasi Maksimal

11 Corporate Action

loader
Corporate action

Seperti yang dijelaskan sebelumnya kalau aksi korporasi pada perusahaan ini dilakukan lebih dari satu kegiatan. Secara umumnya, terdapat 11 corporate action yang telah ditentukan oleh BEI. Investor pemula perlu tahu, berbagai aksi korporasi untuk pertimbangan dalam investai saham.

Berikut 11 corporat action, antara lain:

1. IPO

Initial Public Offering atau sering dikenal dengan sebutan IPO merupakan penawaran saham yang diselenggarakan suatu perusahaan untuk pertama kali kepada masyarakat luas. Dengan IPO ini menjadi tanda bahwa perusahaan tersebut statusnya menjadi terbuka sehingga sahamnya bisa dibeli investor saham.

Perusahaan yang IPO ini, biasanya diumumkan langsung oleh BEI di website resminya yang dilengkapi dengan berbagai informasi mengenai ketetuan saham perusahaan tersebut.

Adapun syarat perusahaan yang harus dipenuhi jika ingin IPO, antara lain:

  • Memiliki aset nyata minimal Rp 100 miliar
  • Struktur organisasi yang tepat
  • Menghasilkan laba di waktu tertentu

2. Pembagian Dividen

Bagi setiap pemegang saham perusahaan berhak mendapatkan dividen (keuntungan) dari perusahaan tersebut. Terdapat jenis dividen yang dilakukan perusahaan, yaitu

  • Dividen tunai
  • Dividen saham
  • Dividen barang
  • Script dividen atau dibayarkan dalam bentuk surat janji utang
  • Liquidating dividend, dibayarkan berdasarkan pengurangan modal erusahaan

3. Stock Split

Stock split adalah pemecahan nilai saham menjadi yang lebih kecil. Tujuan dari stock split ini agar jumlah saham yang tersebar banyak dan menurunkan harga per lembar saham. Dengan begitu, investor saham bisa memburu saham perusahaan tersebut.

4. Reverse Stock Split

Semntara pada reverse stock split adalah sebuah aksi korporasi dalam menggabungkan atau menaikkan nilai saham dengan memperkecil jumlah saham yang beredar.

Perusahaan yang melakukan aksi ini biasanya mereka yang awalnya memiliki harga saham Rp100 yang membuat investor saham tidak bisa menjual atau membeli saham.

5. Rights Issue

Right issue ini disebut juga HMETD (Hak memesan Efek Terlebih Dahulu). Right issue adalah perusahaan menerbitkan saham baru dan investor saham memiliki hak untuk membeli saham baru pada perusahaan tersebut.

Tujuan adanya right issue pada perusahaan, ialah:

  • Meningkatkan modal perusahaan untuk membiayai ekspandi bisnis, membeli mesin baru, membuat produk yang terbaru dan inovasi dan lainnya untuk mengembangkan perusahaan menjadi besar.
  • Membayar utang perusahaan yang telah jatuh tempo

6. Saham Bonus

Sama halnya pada bonus yang diberikan perushaan kepada karyawannya. Saham bonus ini diberikan kepada pemegang saham. Namun, perusahaan tetap mengukur besaran bonus saham berdasarkan jumlah saham yang agio saham dalam laporan keuangan.

Agio saham ini berasal dari harga nominal saham dikurang dengan harga penawaran saham saat perusahaan tersebut IPO atau right issue.

7. Merger dan Akuisisi

Pastinya, hampir semua masyarakat sudah tahu apa itu merger atau akuisisi pada perusahaan.

Merger adalah dua perusahaan yang digabungkan menjadi satu perusahaan. Perusahaan yang melakukan ini akan membeli seluruh aset perusahaan yang dibeli karena sudah berhenti beroperasi. Alhasil, setiap pemegang saham pada perusahaan lama akan mendapatkan saham baru.

Sebagai contoh perusahaan yang merger:

Perusahaan A + Perusahaan B = Perusahaan A

Sementara itu, akuisisi adalah suatu perusahaan mengambil alih sebagian atau keseluruhan kepemilikan saham dari perusahaan lain.

Pada akuisisi ini masing-masing dari perusahaan tetap beroperasi seperti biasanya. Akan tetapi, perusahaan yang mengambil alih akan tercatat sebagai pemegang saham. Berikut gambaran perusahaan yang akuisisi:

Perusahaan A + Perusahaan B = Perusahaan (A+B)

8. Buy Back Saham

Buy back saham adalah saham yang telah beredar ditengah masyarakat, kemudian emiten membelinya kembali. Aksi korporasi ini bertujuan untuk menagan penurunan harga saham saat market bearish atau crash.

Baca Juga: Tips Memilih Saham yang Benar Biar Gak Tekor

9. Tender Offer

Investor saham atau perusahaan yang ingin melakukan proses pembelian saham di suatu perusahaan tercatat di BEI dalam jumlah tertentu ini merupakan salah satu aksi korporasi yang disebut tender offer.

10. Private Placement

Aksi korporasi selanjutnya, yaitu perusahaan menentukan modal utnuk pembelian aset atau sekuritas yang transaksinya terjadi saat pasar negosisasi. Kegiatan aksi perusahaan ini juga disebut dengan private placement.

Seringkali, aksi private placement dilakukan para emiten agar bisa menjual sahamnya diatas harga pasar atau investor yang ingin mendapatkan sahamnya dibawah harga pasar. Tujuan dari dilakukannya private placement, yaitu:

  • Memperbaiki laporan keunagan
  • Meningkatkan likuiditas perusahaan

11. Rapat Umum Pemegang Saham

Rapat umum pemegang saham (RUPS) adalah suatu forum yang isinya para pemilik saham yang berhak mengetahui pengelolaan perusahaan. Dengan adanya RUPS ini, perusahaan dan pemilik saham bisa mendapatkan keputusan yang berasal dari musyawarah.

RUPS ini juga telah diatur dalam Undang-undang sehingga para pemilik saham harus taat pada kebijakan yang berlaku.

RUPS ini memiliki jadwal yang sudah ditentukan, yaitu diselenggarakan dalam 2 kondisi, yaitu:

  • RUPS Tahunan

Para direksi wajin menyelenggarakan RUPS tahunan minimal 6 bulan setelah tahun buku berakhir. Isi dari RUPS tahunan ini berupa pembahasan pengelolaan dan berbagai masalah yang ada di perusahaan.

  • RUPS Waktu Tertentu

RUPS waktu tertentu ini tidak memiliki jadwal yang pasti. Umumnya, jika perusahaan memiliki informasi penting yang mendesak maka akan dilakukan RUPS secara mendadak.

Pertimbangkan Aksi Perusahaan Sebelum Pembelian Saham

Mempertimbangkan segala sesuatu hal sebelum mengambil keputusan itu sangat penting. Sama halnya ketika kamu ingin membeli saham. Kamu perlu perhatikan emiten atau perusahaan menjalani berbagai aksi korporasi atau tidak untuk mengembangkan perusahaan lebih maju. Dengan begitu, investasi saham bisa berjalan sesuai harapan dan memberikan kamu hasil yang maksimal.

Baca Juga: Harga Saham IHSG Hari Ini (IDX Composite)