Siap Didistribusikan ke Masyarakat, Ketahui 4 Fakta Menarik Vaksin Covid-19 Pilihan Indonesia

Cermati.com, Jakarta – Mendengar kabar vaksin Covid-19 telah siap di Indonesia, ini menjadi hal yang membahagiakan untuk masyarakat. Bagaimana tidak? Vaksin ini akan menjadi titik terang bahwa pandemi corona yang sudah hampir satu tahun mewabah di Indonesia akan berakhir.

Agar tidak penarasan dan mendapatkan informasi yang tepat, ada beberapa fakta menarik dari vaksin Covid-19 yang dipilih Indonesia untuk masyarakat agar terhindar atau terlindungi dari paparan virus Covid-19 dalam ulasan berikut ini yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. 1,2 Juta Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

vaksin
Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia

Dirangkum dari Kompas.com, sudah ada vaksin yang tiba di Indonesia. Vaksin tersebut adalah vaksin Sinovac yang dikirim langsung dari Beijing, China. Pengiriman vaksin sebanyak 1,2 juta dosis ini menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 6 Desember 2020, kemarin.

Tak hanya berhenti dengan jumlah vaksin itu saja, pada tahun 2021, China akan mengirikan kembali vaksin Sinovac sebanyak 1,8 juta dosis. Selain itu, di tahun yang sama, China juga akan mengirimkan 45 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac yang pengirimannya akan dibagi menjadi dua tahap.

Baca Juga: Malaise, Gejala Ringan yang Jadi Tanda Terjangkit Covid-19

2. Sasaran Vaksin Covid-19 Tahap 1

Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan sudah memutuskan bahwa terdapat enam kelompok masyarakat akan menjadi sasaran vaksin Covid-19 tahap pertama. Artinya, kelompok masyarakat ini termasuk yang prioritas karena sangat rentan terkena virus Covid-19.

Berikut daftar kelompok masyarakat sasaran vaksin Covid-19 tahap 1, antara lain:

  • Kelompok garda terdepan, seperti petugas medis, paramedis contact tracing, TNI/Polri, dan apparat hukum. Total garda terdepan sebanyakm 3.497.737 orang.
  • Tokoh agama atau masyarakat, perangkat daerah seperti kecamatan, desa, RT/RW), dan sebagian pelaku ekonomi sebanyak 5.624.0106 orang.
  • Guru atau tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai 4.361.197 orang.
  • Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan legislatif) sebanyak 2.305.689 orang.
  • Peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) sejumlah 86.622.867 orang.
  • Masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya yang jumlahnya sebanyak 57.548.500 orang.

3. Indonesia Memilih 6 Vaksin Covid-19

vaksin
Indonesia memilih 6 vaksin

Ada enam jenis vaksin yang ditetapkan Menkes Terawan Agus Putranto dan sudah tertuang dalam Surat Keputusan Menkes Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Berikut enam vaksin Covid-19 yang disebutkan dalam SK Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020, antara lain:

  • PT Bio Farma (Persero)

Tidak dari hasil ciptaan sendiri, melainkan BUMN PT. Bio Farma (Persero) ini bekerja sama dengan perusahaan vaksin dari China, Sinovac Biotech untuk menghasilkan vaksin Covid-19. Proses uji klinis vaksin ini sudah dilakukan sejak Agustus 2020, kemarin, namun hingga saat ini Bio Farma masih menunggu izin yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kabarnya, vaksinasi menggunakan vaksin dari Bio Farma ini sudah bisa dilakukan pada Januari 2021 jika ada keputusan penggunaan darurat dari BPOM sendiri.

  • AstraZeneca

Vaksin Covid-19 AstraZeneca merupakan vaksin hasil dari kerja sama dengan Oxford. Vaksin ini sudah melakukan uji coba tahap 3 pada bulan September, kemarin. Hasilnya, ada beberapa negara yang percaya bahwa vaksin AstraZeneca bisa mampu mencegah virus Covid-19. Negara ini, di antaranya:

- Uni Eropa
- Amerika Serikat
- Brasil
- Inggris
- Jepang
- Termasuk Indonesia

Baca Juga: Cermati Bermitra dengan Simas Jiwa Pasarkan Asuransi Kesehatan Proteksi Covid-19

  • China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)

Merangkum dari tempo.co, vaksin sinopharm dibuat dengan menggunakan virus yang tidak aktif untuk memicu respon imun dalam tubuh. Perusahaan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) sudah melakukan uji langsung kepada hampir satu juta orang telah menggunakan vaksin Covid-19 tersebut. Hasilnya, tidak ada satu pun pasien yang memperlihatkan efek negative yang ditimbulkan dari vaksin sinopharm.

  • Moderna

Vaksin Moderna memiliki sebutan lain, yaitu mRNA-1273 yang berbasis messenger RNA (m-RNA) yang merupakan platform teknologi pengembangan vaksin. Vaksin Moderna sudah melakukan uji klinis vaksin Covid-19 ke manusia langsung, yaitu mulai dari orangtua hingga lansia.

Tim farmasi menganalisis, dari 95 orang terkena gejala Covid-19, terdapat 5 orang yang diberikan vaksin Covid-19 dan sisanya hanya diberi suntikan hampa. Lalu hasilnya menunjukkan, sejumlah 11 orang yang terkena Covid-19 dan tidak diberi vaksin menunjukkan tingkat keparahan. Sementara, yang diberi vaksin Covid-19 aman.

Disimpulkan oleh perusahaan Moderna, vaksin ini lebih ampuh melindungi 94,5% dari seluruh relawan yang bersedia jadi objek uji klinis vaksin.

  • Pfizer Inc and BioNTech

Vaksin Pfizer yang merupakan salah satu produsen obat ternama. Tapi sebenarnya vaksin ini juga memiliki sebutan lain yaitu vaksin BioNTech.

Saat vaksin disuntikkan ke dalam tubuh manusia, maka vaksin tersebut akan memasuki sel-sel tubuh dan memerintahkan mereka untuk memproduksi protein spike virus corona. Vaksin ini kemudian akan memicu sistem kekebalan untuk memproduksi antibodi dan mengaktifkan sel T untuk menghancurkan sel-sel yang terinfeksi. Jadi, jika pasien terpapar virus corona penyebab Covid-19, maka antibodi dan sel T akan terpicu melawan virus tersebut.

Dari hasil uji coba yang telah dilakukan oleh tim Pfizer, vaksin ini dikatakanampuh mencegah penularan Covid-19 hingga 90%.

  • Sinovac Biotech Ltd

Dikutip dari situs Liputan 6, vaksin COVID-19 buatan Sinovac terbuat berdasarkan versi virus corona SARS-CoV-2 yang tidak aktif (inactivated).

US Department of Health and Human Services (HHS) menyebutkan bahwa inactivated vaccines menggunakan versi patogen yang dimatikan. Ini berbeda dengan vaksin COVID-19 yang dikembangkan Oxford, yang menggunakan virus hidup namun dalam bentuk yang dilemahkan.

Sinovac telah menggunakan cara pengembangan yang sama untuk membuat vaksin hepatitis A, hepatitis B, flu babi, flu burung, serta virus penyebab penyakit tangan, kaki, dan mulut.

4. Vaksin Covid-19 Sinovac Masih Tahap Uji Coba

Meski vaksin Covid-19 dari Sinovac ini telah tiba di Indonesia dan sudah disimpan di PT. Bio Farma Indonesia, Bandung, Jawa Barat, tapi vaksin ini tidak langsung didistribusikan ke kelompok masyarakat prioritas. Hal ini dikarenakan, vaksin Sinovac masih dalam proses uji klinis fase 3.

Uji klinis, vaksin Sinovac dilakukan langsung di perusahaan Bio Farma, Bandung dan menggandeng tim riset dari dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Selain itu, ada sekitar 1.600 relawan yang siap terlibat dalam uji vaksin Sinovac.

Tetap Lakukan 3M dan Mendukung 3K

Vaksin Covid-19 memang untuk melindungi dan mencegah masyarakat dari paparan virus Covid-19. Namun, vaksin ini hanya sebuah komponen yang esensial untuk mengakhiri pandemi ini. Maka dari itu, masyarakat tetap harus melakukan 3M, yaitu memakasi masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan.

Selain itu, masyarakat juga perlu mendukung 3K, antara lain bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar jika merasakan gejala Covid-19.

Baca Juga: Daftar Hotel dan Rumah Sakit Rujukan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19