Sudah Menyebar di Indonesia! Kamu Wajib Tahu Varian Baru Virus Covid-19: Alpha, Beta dan Delta

Pengendalian peningkatan kasus terjangkit covid-19 di Indonesia masih belum bisa dikatakan baik. Menurut data dari website ourworldindata.org/coronavirus-data.com Indonesia sampai perhitungan data terakhir 15 Juni 2021, telah memilih total kasus penularan Covid-19 sebanyak 1,94 juta dengan jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 53.476.

Angka ini tentu akan terus semakin bertambah dengan cepat karena berbagai faktor, mulai dari urusan vaksinasi, pelanggaran terhadap protokol kesehatan di banyak tempat sampai varian virus Covid-19 terbaru.

Nah, bagi yang belum tahu, saat ini sudah ditemukan varian virus corona terbaru hasil mutasi yang sekarang sudah menyebar di Indonesia. Varian virus covid-19 terbaru tersebut dinamakan Alpha, Beta dan Delta.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan mayoritas temuan infeksi virus varian baru terjadi pada pekerja migran yang memiliki riwayat perjalanan dari negara lain.

Berikut nama lain dan asal negara masing-masing varian baru virus Covid-19:

  • B117 atau Alpha dari Inggris,
  • B1351 atau Beta dari Afrika Selatan, dan
  • Varian B1617.2 atau Delta dari India.

Dikutip dari keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada 1 Maret 2021, penyebab virus bermutasi adalah ketika virus bersirkulasi secara luas dalam suatu populasi, sehingga menimbulkan banyak infeksi.

Namun dikatakan varian baru virus ini tidak memberikan dampak pada kemampuannya untuk menyebabkan infeksi atau penyakit yang lebih parah. Meskipun hal itu tetap bergantung pada lokasi dan material genetik dari virus itu sendiri.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Penjelasan Lengkap Varian Baru Virus Covid-19 Alpha, Beta dan Delta

Tidak hanya di Indonesia dan negara asalnya, beberapa mutasi ini telah terjadi di beberapa negara lain dan menimbulkan dampak yang sangat buruk, mulai dari semakin tingginya kasus penularan hingga meninggal dunia.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai tiga varian baru virus Covid-19 ini:

1. Varian Alpha

varian alpha

  • Ditemukan pertama kali: Inggris
  • Waktu ditemukan: Oktober 2020
  • Potensi penularan: 30-70% dari varian asli

Meskipun lebih cepat menular dan lebih mematikan dari varian Covid-19 asli (asal dari Cina),  disebutkan bahwa penelitian telah menunjukkan hasil uji jika vaksin AstraZeneca memiliki tingkat efektivitas sebesar 70,4% melawan gejala COVID-19 dari varian baru ini. Untuk Pfizer, angkanya mencapai 89,5% yang terjadi paling tidak 14 hari setelah penerimaan dosis kedua.

Baca Juga: Ini Biaya Perawatan Pasien Covid-19 yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung Pemerintah

2. Varian Beta

varian beta

  • Ditemukan pertama kali: Afrika Selatan
  • Waktu ditemukan: Oktober 2020
  • Potensi penularan: Kemungkinan lebih menular dari varian Alpha

Sekarang varian beta sudah menyebar di lebih dari 80 negara termasuk Indonesia. Virus ini membawa mutasi yang disebut dengan E484K, yang dapat membantu penyakit ini menghindari sistem kekebalan.

Lebih ganas dari varian lain, virus dengan nama lain B1351 ini, dikatakan tidak bekerja dengan baik pada seseorang yang mendapatkan vaksin AstraZeneca, karena hanya memberikan perlindungan 10% terhadap gejala ringan hingga sedang.

Sejauh ini yang dikatakan bisa ampuh melawan gejala virus varian Beta adalah vaksin Novavax atau NVX-CoV2373. Tapi tentu saja vaksin ini masih dalam tahap uji klinis dan belum diizinkan di gunakan di negara manapun.

Baca Juga: Mengalami Covid-19 Gejala Berat? Lakukan Hal Ini jika Rumah Sakit Tujuan Penuh

3. Varian Delta

varian delta

  • Ditemukan pertama kali: India
  • Waktu ditemukan: Oktober 2020
  • Potensi penularan: 40% lebih menular dari varian asli dan varian baru lainnya

Varian virus Delta lah yang membuat gelombang kedua kasus penularan Covid-19 di India mengalami peningkatan kasus kembali meningkat sangat tajam hanya dalam kurun waktu sebentar saja. Mengubah situasi Covid-19 di India berubah 180 derajat. Dimana sebelumnya kasus Covid-19 di India sudah menyurut.

Selain itu, disebut juga bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini kurang efektif untuk melawan varian delta ini. Bahkan, penilaian risiko terbaru menyebut jika ada tingkat ketidakpastian yang tinggi tentang efektivitas AstraZeneca terhadap varian ini meski orang tersebut telah mendapatkan dua dosis.

Varian ini pun dikatakan sebagai varian yang paling buruk dari semua jenis varian mutase virus Covid-19 yang ada.

Yuk Vaksin untuk Lindungi Diri dan Sesama

Meskipun belum diketahui dengan pasti berapa orang yang telah terjangkit varian baru virus Covid-19 tersebut. Tapi yang bisa kamu lakukan saat ini sebagai bentuk perlindungan diri dan orang-orang disekitarmu adalah dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Dan segera mendaftarkan diri untuk di vaksin jika belum.

Selain itu, penting juga untuk menjaga pola hidup sehat. Seperti menjaga kebersihan, perbanyak mengonsumsi vitamin dan makanan juga minuman sehat. Jangan lupa juga untuk rajin berolahraga setiap hari setidaknya 15-30 menit.

Informasi mengenai daftar Vaksinasi online usia 18+ di wilayah DKI Jakarta kamu bisa cek di https://corona.jakarta.go.id/id/vaksinasi  (https://www.instagram.com/p/CQNlFIEg6-W/).

untuk wilayah lainnya, bisa akses langsung ke website Dinas Kesehatan masing-masing wilayah untuk mengetahui daftar vaksin online, caranya dan tempat vaksinasinya.

Baca Juga: Begini Cara Memilih Produk Asuransi Kesehatan yang Tepat selama Musim Pandemi