Ini Biaya Perawatan Pasien Covid-19 yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung Pemerintah

Pandemi Covid-19 masih menjadi perbincangan di seantero dunia. Semua negara ingin memerangi wabah ini.

Ya, nyaris setahun masyarakat berdampingan dengan virus corona. Jumlah pasien Covid-19 terus bertambah.

Baca Juga: Covid-19 Masih Mewabah, Lakukan Cara Ini Biar Hemat Biaya Kesehatan

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

RI Juara 1 Kasus Covid-19 di ASEAN

who
Foto: Website WHO

Data Satgas Covid-19 per 2 Februari 2021 menunjukkan, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah tembus lebih dari 1 juta orang. Tepatnya 1.099.687 orang atau bertambah 10.379 orang.

Dari angka tersebut, kasus aktif sebanyak lebih dari 172.576 kasus. Yang sembuh sebanyak lebih dari 896.530 pasien dan meninggal dunia sebanyak 30.581 orang.

Dengan angka tersebut, Indonesia berada di peringkat pertama Covid-19 se-Asia Tenggara, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Duh, gak ada bangga-bangganya melihat realita seperti ini. Percuma ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Toh faktanya, protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sering abai. Masih banyak yang berkerumun dan tidak pakai masker.

Padahal kamu tahu gak, kalau sudah terinfeksi Covid-19, biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit sangat mahal. Sampai ratusan juta rupiah.

Gak percaya? Simak penjelasannya berikut ini seperti dirangkum Cermati.com dari berbagai sumber.

Biaya Fantastis Pasien Covid-19

covid

Covid-19 nyata, bukan fiktif. Virus ini tak kasat mata, namun dapat menular ke siapa saja dan mematikan. Kalau sudah terinfeksi, positif Covid-19, biaya perawatannya bikin geleng-geleng kepala.

“Biayanya Rp 184 juta, Rp 250 juta untuk perawatan 2-3 minggu. Ada yang dirawat 2 bulan, bisa 2-3 kali lipat (biaya),” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohamad Subuh seperti dikutip dari Youtube Forum Merdeka Barat 9, baru-baru ini.

Berikut rincian biaya perawatan pasien Covid-19:

1. Untuk ODP/PDP/Konfirmasi Tanpa Penyakit Komplikasi

• ICU dengan ventilator Rp 15,5 juta per hari
• ICU tanpa ventilator Rp 12 juta per hari
• Isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp 10,5 juta per hari
• Isolasi tekanan negatif tanpa ventolator Rp 7,5 juta per hari
• Isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp 10,5 juta per hari
• Isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator Rp 7,5 juta per hari.

2. Untuk ODP/PDP/Konfirmasi dengan Penyakit Komplikasi

• ICU dengan ventilator Rp 16,5 juta per hari
• ICU tanpa ventilator Rp 12,5 juta per hari
• Isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp 14,5 juta per hari
• Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp 9,5 juta per hari
• Isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp 14,5 juta per hari
• Isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator Rp 9,5 juta per hari.

3. Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19

• Pemulasaran jenazah Rp 550 ribu
• Kantong jenazah Rp 100 ribu
• Peti jenazah Rp 1,75 juta
• Plastik erat Rp 260 ribu
• Desinfektan jenazah Rp 100 ribu
• Transportasi mobil jenazah Rp 500 ribu
• Desinfektan mobil jenzah Rp 100 ribu.

*ODP : Orang Dalam Pemantauan, PDP : Pasien Dalam Pemantauan, Konfirmasi : Positif Covid-19.

Contoh:

Si A positif Covid-19 dengan penyakit komplikasi. Mendapat perawatan di ICU dengan ventilator. Dirawat selama 2 minggu (14 hari). Berarti biayanya Rp 16,5 juta x 14 hari = Rp 231 juta. Kalau dirawat sampai 1 bulan (30 hari), biayanya mencapai Rp 495 juta.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Gratis Tanpa Syarat Harus Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Biaya Perawatan Covid-19 Gratis

Tapi tenang, biaya perawatan di atas ditanggung negara alias gratis. Berlaku di seluruh rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Serta yang bukan rujukan maupun rumah sakit rujukan Covid-19. Itu artinya, kamu tidak perlu membayar sepeserpun biaya perawatan bila positif kena Covid-19.

Bayar uang muka untuk mendapakan ruang isolasi di rumah sakit pun tidak. Jadi, jangan mau kalau disuruh bayar atau ditagih oleh pihak rumah sakit.

“Perawatan terkait Covid-19, sepenuhnya ditanggung negara atau pemerintah,” tegas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dikutip dari laman Setkab.

Pemerintah wajib menanggung semua pembiayaan masyarakat yang berdampak terhadap penyakit Covid-19. Merujuk pada Undang-undang (UU) Wabah Penyakit Menular.

Komponen pelayanan kesehatan yang dibiayai pemerintah, meliputi:

• Administrasi pelayanan
• Akomodasi (kamar dan pelayanan di ruang gawat darurat, ruang rawat inap, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi)
• Jasa dokter
• Tindakan di ruangan
• Penggunakan ventilator
• Pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi sesuai indikasi medis)
• Bahan medis habis pakai
• Obat-obatan
• Alat kesehatan, termasuk penggunaan APD di ruangan
• Ambulans rujukan
• Pemulasaran jenazah
• Pelayanan kesehatan lain sesuai indikasi medis.

Baca Juga: COVID-19 Menyebar Luas, 7 Produk Asuransi Ini Cover Risiko Virus Corona

Kecuali Biaya Ini, Gak Ditanggung Pemerintah

View this post on Instagram

A post shared by Cipeng | TIRTA (@dr.tirta)

Biaya perawatan pasien Covid-19 memang gratis, tetapi pasien harus membayar kalau minta layanan lebih dari standar di atas.

• Pasien dan keluarganya ingin mendapat layanan yang lebih, sehingga memutuskan naik kelas layanan. Pasti ada selisih biayanya dan ini dimintakan kepada pasien

• Pasien dan keluarganya ingin mendapat pelayanan di luar yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Influencer Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal dengan nama dr. Tirta di akun instagramnya menulis postingan tentang biaya perawatan Covid-19.

“Pengecualian obat-obatan yang untuk gejala berat ya. Obat-obatan mahal, kayak Gammaraas, Actemra, IVIG gak ditanggung pemerintah. Itu harus bayar, makanya banyak yang open donasi, bukan pengcovidan,” tulisnya.

Harga obat:

• Obat peningkat antibodi atau Gammaraas sekitar Rp 63 juta per 13 botol
• Obat radang sendi atau Actemra sekitar Rp 14 juta
• Obat kekurangan antibodi atau Intravenous Immunoglobulin Therapy (IVIG) sekitar Rp 4 juta per satu kali pemberian.

Ajukan Asuransi Covid-19 di Sini

Melihat biaya perawatan pasien Covid-19 yang mahal, walaupun gratis tetapi masih ada yang tidak ditanggung pemerintah. Ini yang harus jadi perhatianmu.

Agar mendapat perlindungan maksimal atas risiko virus corona, kamu dapat mengajukan asuransi Covid-19 melalui marketplace produk keuangan, Cermati.com.

Kamu dapat membeli produk asuransi Covid-19 dengan premi terjangkau, mulai dari Rp 300 ribuan per tahun. Mencegah lebih murah daripada mengobati lho. Yuk ajukan asuransi Covid-19 sekarang juga, sebelum terlambat.

Baca Juga: Cermati Bermitra dengan Simas Jiwa Pasarkan Asuransi Kesehatan Proteksi Covid-19