Transaksi Internet Banking Akan Semakin Aman dengan Cara Ini

Saat ini bank memberikan kemudahan layaknya kita memiliki mesin ATM sendiri di rumah. Seiring dengan perkembangan teknologi, layanan internet banking sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang mengiringi aktivitas harian kita sehari-hari. Dibalik segala kemudahan yang diberikan, sebenarnya ada resiko yang kadang sering dilupakan atau kita kurang peduli atas ancaman tersebut.

Istilah kejahatan perbankan dalam dunia internet dikenal dengan nama Hacking atau Cyber Crime. Kejahatan internet ini menjadi semakin mudah terjadi saat kita tidak paham cara mengamankan transaksi internet bank. Apakah sulit mengamankan transaksi tersebut? Sebenarnya mudah dilakukan, namun memang butuh pengetahuan dan kepeduian dari penggunanya.

Berikut adalah beberapa tips sederhana yang dapat membuat internet banking Anda aman dari ancaman kejahatan internet (cyber crime):

1. Ancaman Phishing

Ancaman Pishing

Ancaman Pishing via razorthorn.co.uk

Phishing adalah usaha untuk mendapatkan suatu informasi penting dan rahasia secara tidak sah, seperti user ID, password, PIN, informasi rekening tabungan bank, informasi kartu kredit, atau informasi rahasia yang lainnya untuk tujuan mendapatkan keuntungan pribadi secara tidak sah. Teknik ini paling umum dalam kejahatan internet banking dengan sarana yang digunakan dalam bentuk penggunaan alamat e-mail palsu dan grafik untuk menyesatkan pengguna internet.

Email palsu ini membuat pengguna internet terpancing menerima keabsahan e-mail atau website. Agar tampak meyakinkan, pelaku juga seringkali memanfaatkan logo atau merk dagang milik lembaga resmi, seperti bank atau atau penerbit kartu kredit. Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti password, PIN, atau nomor kartu kredit.

Cara paling gampang mengantisipasi phising adalah dengan tidak mengklik link pada pesan email yang tidak dikenal, hanya mengetik data rahasia pada website yang aman dan secara berkala mengecek akun bank  Anda dan segera melaporkan apapun yang mencurigakan kepada bank Anda.

Baca Juga : Tindak Kejahatan Phishing Makin Marak, Ini Cara Menghindarinya

2. Pastikan Semua Data Perbankan Anda Tidak Diketahui Orang Lain Termasuk Petugas Bank

Rahasia Data Diri

Data Rahasia via blogspot.com

Ingat bahwa semua transaksi bank yang terkait data nasabah hanya dilakukan di kantor cabang bank. Bank tidak pernah meminta petugas bank baik secara langsung atau melalui email untuk meminta informasi data nasabah tanpa datang ke kantor cabang bank secara langsung.

Jika ada link yang terlihat mencurigakan dan berhubungan dengan data keuangan masuk ke mail box Anda, abaikan saja walau seolah olah tampak benar-benar otentik. Dianjurkan untuk cek email tersebut ke cabang bank di mana  Anda memiliki rekening. Pastikan bahwa Anda tahu semua aturan dan peraturan yang ada di bank terkait keamanan data nasabah.

3. Ubah Password Anda Secara Berkala

Ubah Password Secara Berkala

Ubah Password Secara Berkala via digwork.com

Mengubah password rekening bank secara berkala penting untuk dilakukan, misalnya 3-6 bulan sekali jika transaksi Anda sering dilakukan. Kombinasi password dalam bentuk karakter campuran lebih aman Anda lakukan. Biasanya password terdiri dari 6 karakter.

Cobalah untuk menghindari transaksi perbankan melalui jaringan Wi-Fi umum yang tanpa proteksi keamanan. Sangat dianjurkan untuk menggunakan komputer pribadi karena jelas lebih aman. Pengaturan komputer yang baik dapat menghindarkan Anda dari bahaya hacker dan pelaku kejahatan cyber lain.

Perhatikan juga jangan sampai Anda menulis kata sandi di ponsel pribadi. Password harus ada hafalkan, jika sampai tercatat apalagi di ponsel maka akan mudah bocor ke pihak yang tidak bertanggung jawab, misalnya saat tiba-tiba ponsel Anda rusak dan harus di service. Tentu pihak service harus membuka data, dan ada kemungkinan mereka akan tahu data pribadi Anda.

4. Pastikan Transaksi dengan Web Terkunci dengan Aman 

Transaksi Dengan Web

Transaksi Dengan Web via wordpress.com

Pertama-tama, pastikan bahwa Anda menggunakan situs otentik sebelum memasukkan informasi pribadi pada website internet banking. Cara cek nya gampang, yaitu dengan melihat tampilan web tersebut harus ada logo ikon kunci gembok tertutup. Hal ini akan menjaga informasi pribadi dan password aman dari gangguan cyber crime. Saat ini banyak mode duplikasi website untuk mencuri data nasabah bank. Ketidaktahuan sederhana ini dapat membuat Anda tertipu dan memasukkan data ke web palsu tersebut.

5. Menginformasikan Bank Anda Segera Jika mengalami kondisi Darurat

Keadaan Darurat

Keadaan Darurat via pelajarnujogja.or.id

Banyak cara yang digunakan hacker dalam upaya mencuri dana nasabah bank. Selain teknik mencuri data melalai email mereka biasa bermain dengan ATM, mengingat mesin ATM stand by selama 24 jam. Jika Anda mengalami kondisi darurat saat menggunakan mesin ATM, misalnya ATM tertelan mesin, atau Anda salah beberapa kali memasukkan kode pin atau mungkin juga pin Anda salah walau sudah yakin bahwa pin tersebut adalah benar, maka segera hubungi call center bank tersebut.

Walaupun kejadiannya adalah malam hari atau hari Sabtu-Minggu saat bank tutup, Anda tetap harus segera lapor ke call center bank yang biasanya tertera di mesin ATM dan stand by 24 jam supaya ATM segera diblokir dan dana Anda aman. Hal ini untuk mengantisipasi kejadi darurat tersebut disengaja oleh pihak yang ingin mencuri data. Kejadian darurat lainnya bisa saja terjadi saat Anda bertransaksi dengan internet banking dan ternyata proses tersebut gagal namun saldo Anda terpotong. Segera hubungi call center bank, lalu pastikan mendapatkan solusi secepatnya.

Saat ini ada beberapa bank memberikan sistem pengamanan tambahan dalam bentuk notifikasi SMS baik persetujuan transaksi maupun informasi setelah transaksi dilakukan.

6. Kontak Bank Jika Merasa Ada unsur Penipuan Transaksi Internet Banking

Kontak Bank Anda  

kontak Bank Anda Jika Merasa Ada Penipuan via blogcdn.com

Jika merasa telah memberikan detil data pribadi Anda melalui internet banking, dan ternyata Anda merasa transaksi tersebut ada unsur penipuan dengan cara apapun, segera informasikan hal tersebut ke bank. Jangan lupa untuk segera mengubah password Anda.

7. Pastikan Keluar Dari Browser Internet Banking Melalui Cara yang Benar

Transaksi Internet Banking

Transaksi Internet Banking via koreabizwire.com

Jika sudah log in ke rekening bank, jangan pernah keluar tanpa melalui proses klik log out. Seringkali pengguna keluar dengan cara klik silang  langsung di pojok kanan atas. Hal tersebut sangat salah, sebab sistem browser bisa saja masih membaca Anda masih posisi log on sehingga rekap transaksi masih terekam dalam cache dan history browser, dan ini membuat data Anda mudah dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

8. Pastikan Transaksi Internet Banking Melalui Smartphone Aman

Transakasi Internet Banking Dengan Smartphone

Transaksi Dengan Internet Banking via bsstarabiala.pl

Jika Anda adalah orang yang selalu bepergian dan tidak punya waktu untuk mengunjungi bank, smartphone adalah perangkat ideal untuk membantu transaksi Anda. Ponsel pintar juga dianggap solusi aman jika sulit bertransaksi  di ATM pusat-pusat perbelanjaan atau di tempat-tempat umum. Tapi, jangan sekali-sekali menunjukkan data pribadi Anda di smartphone kepada orang lain.

9. Manfaatkan Fitur Pengaman Smartphone 

Fitur Pengaman

Fitur Pengaman Pada Smartphone via hungrynewsbug.com 

Kebanyakan aplikasi mobile banking saat ini sudah dilengkapi dan bekerja sama dengan perbankan untuk mengamankan data dan transaksi nasabahnya. Tanyakan fitur pengaman tersebut kepada vendor resmi smartphone dan juga pastikan ke bank tempat Anda menyimpan dana, bahwa smartphone Anda sudah terintegrasi dengan software pendukung sistem keamanan transaksi internet banking. Jika Anda kehilangan ponsel pintar atau jika seseorang telah mencurinya, segeralah menginformasikan ke vendor smartphone untuk memblokir nomor Anda.

10. Perbarui Perlindungan Antivirus Secara Teratur

  Contoh Anti Virus

Contoh Anti Virus via androidcentral.com

Pastikan Anda memperbarui perlindungan antivirus secara teratur baik pada komputer maupun ponsel pintar. Hubungkan komputer atau smartphone dan antivirus, atau penyedia layanan Internet untuk memastikan Anda memiliki update sistem keamanan terbaru. Hal ini akan membantu Anda untuk tetap aman dan nyaman dalam internet banking. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir untuk mengakses rekening bank melalui internet.

Baca Juga : Data Bank Anda Tidak Ingin Dicuri? Lakukan Cara Ini

Ikuti Prosedurnya

Dengan terus berkembangnya teknologi saat ini dalam bidang perbankan. Tentu saja akan memudahkan setiap nasabah untuk mengakses setiap transaksi perbankan yang dimilikinya. Untuk itu, penting sekali bagi setiap nasabah mengenal sistem keamanan dalam bertransaksi dan apa saja yang harus dilakukan dalam keadaan darurat terkait transaksi itu sendiri. Pastikan Anda mengikuti prosedur yang telah dijelaskan oleh petugas bank, serta pastikan Anda mengetahui perubahan informasi terkait transaksi perbankan yang sudah lakukan. Terakhir, selalu waspada dan tetap cermat!

Baca Juga : Internet Banking: Fitur, Kelebihan, dan Kekurangannya