Waspada Penipuan Akun Layanan Konsumen Palsu, Kenali Ciri-Cirinya

Semenjak banyaknya nasabah yang beralih ke pelayanan digital untuk masalah perbankan maka penipuan dengan modus akun palsu customer care atau layanan konsumen perbankan di media sosial pun ikut semakin marak.

Akun-akun palsu tersebut bermodus sebagai akun layanan konsumen yang bisa merespons keluhan pelanggan/nasabah dan bahkan lebih cepat daripada akun asli/official dari bank yang bersangkutan.

Menurut laporan firma analisis data Drone Emprit, saat ini marak penipuan nasabah bank yang dilancarkan oleh akun customer care bodong yang mengaku dari bank ternama Indonesia.

Beberapa hari terakhir telah terungkap sejumlah akun media sosial palsu atau bodong menyaru mengatasnamakan akun layanan perbankan seperti BCA, BRI, dan BNI dengan berusaha menipu nasabah yang mengajukan komplain atau keluhan melalui media sosial.

Dengan penelusuran yang dilakukan menggunakan mesin analitik Drone Emprit selama 6-12 Maret 2021, Ismail menemukan ada 113 akun palsu yang menyamar sebagai akun layanan pelanggan Bank BNI.

Pelaku penipuan menggunakan teknik meniru foto profil, nama, dan keterangan (bio) dari sebuah akun layanan pelanggan sebuah bank. Akun bodong ini membalas cuitan warganet yang bertanya atau mengajukan komplain ke akun resmi bank tersebut.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Menggunakan Trik Social Engineering

social engineering

Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi mengatakan di akun twitternya @ismailfahmi bahwa para penipu akun palsu layanan consumen bank besar Indonesia ini menggunakan metode penipuan social engineering sebagai cara untuk menjebak calon korbannya.

Dimana ketika seorang nasabah menyampaikan keluhan dan masalahnya dengan mention akun resmi customer care bank, akun penipu akan menimpali tweet nasabah seolah-olah sebagai akun resmi dan secara psikologis meyakinkan orang-orang kalau dia itu seolah-olah dari customer service.

Jadi, ketika nasabah kurang berhati-hati atau kurang memahami mengenai akun palsu bisa secara tidak sadar bisa mengikuti permintaan pelaku dan membocorkan data pribadi mereka yang bisa digunakan untuk membobol rekening si nasabah tersebut.

Pelaku juga bisa dikatakan memakai program bot yang otomatis mengawasi, me-reply, dan mengarahkan pengguna ke nomor chat WhatsApp mereka dan penipuan dengan akun customer care palsu ini terjadi di twitter, Instagram dan facebook. Tapi laporan terhadap kasus ini lebih banyak datang dari pengguna twitter.

Baca Juga: Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bank dan Tips Menghindarinya

Ciri-Ciri Akun Palsu Layanan Konsumen Bank yang Harus Diketahui

Akun layanan konsumen

Anda juga seorang nasabah yang lebih nyaman/sering menggunakan pelayanan konsumen digital? Agar tidak menjadi korban penipuan akun layanan konsumen palsu, berikut ciri-ciri yang harus dikenali:

1. Akun Tidak Terverifikasi

Akun layanan konsumen yang resmi, apalagi akun layanan konsumen tersebut milik sebuah perusahaan besar pasti sudah terverifikasi dan memiliki centang biru di akunnya. Biasanya akun centang biru ini sudah bisa dilihat pada bagian gambar profilnya.

Tapi terkadang banyak orang yang memang benar-benar paham dan bisa membedakan tanda centang biru yang asli dan palsu, terutama bila dalam keadaan panik. Nah memanfaatkan itu, biasanya akun palsu ini menggunakan gambar profil yang sudah ditambahkan logo centang biru seakan-akan akun tersebut telah diverifikasi.

Nah untuk menghindari hal tersebut, jika kamu melihat centang biru pada bagian gambar profil, coba klik gambar profil tersebut, jika gambar profil aslinya tidak memiliki centang biru artinya centang biru pada bagian foto profil adalah asli.

Tapi jika tidak, artinya tanda centang biru tersebut hanyalah editan yang ditambahkan di dalam foto profil untuk membuat seakan-akan akun telah terverifikasi.

2. Jumlah Follower yang Mencurigakan

Tidak mungkin akun layanan konsumen bank besar tidak memiliki setidaknya ribuan followers, mengingat nasabah dari bank bersangkutan juga sudah mencapai angka jutaan. Jadi, untuk Anda yang ingin mengeluh kepada akun layanan konsumen bank baik di Twitter, Instagram dan Facebook salah satu cara yang bisa digunakan untuk membedakan akun tersebut asli atau tidak adalah melihat jumlah followersnya.

Jika menurut Anda angka followers/pengikutnya terlalu sedikit dan terlihat aneh atau mencurigakan berikutnya Anda bisa melihat kebagian foto profil apakah ada tanda verifikasi/centang biru pada bagian lingkaran foto profilnya (untuk twitter) atau pada laman profilnya.

Baca Juga: Waduh, Rekening Dibobol Kembali Marak. Begini 6 Cara Jaga Kode OTP

3. Username yang Memiliki Angka atau Penulisan Huruf secara Ganda

Periksa keaslian akun dengan memastikan kebenaran “username” dan “@handle” dari akun tersebut. Misalnya akun layanan resmi bank BCA adalah @haloBCA.

Jadi hindari akun-akun ‘aspal’ (asli tapi palsu) yang sekilas mirip seperti: @haIoBCA (pakai i capital), @halloBCA (pakai double l), dll.

Intinya, bagian paling penting sebelum men-DM keluhan cobalah mendatangi halaman profil akun tersebut dan perhatikan dengan teliti baik itu jumlah followers dan tanda verifikasi/centang birunya.

Ketiga ciri-ciri ini tidak bisa dihilangkan salah satunya untuk mendeteksi akun palsu tersebut. Jadi jika gunakan 3 ciri-ciri tersebut setiap Anda ingin menggunakan pelayanan digital atau online.

4. Meminta Data Pribadi

Akun layanan konsumen palsu tidak hanya mengarahkan Anda untuk berkomunikasi melalui WhatsApp, tapi juga akan meminta data pribadi seperti nomor CVV kartu kredit, kode OTP, nama ibu kandung, nomor kartu debit dan password mobile banking.

Akun layanan konsumen online tidak akan meminta data pribadi Anda, biasanya mereka akan mengarahkan Anda untuk mendatangi kantor bank secara langsung atau menelpon untuk keluhan seperti pemblokiran rekening atau kartu kredit.

Jangan Panik dan Terburu-Buru

Yang paling sering membuat para korban terjerat penipuan akun bodong adalah karena mereka panik dan akhirnya melakukan hal secara implusif tanpa memperhatikan secara baik ke akun seperti apa mereka mengeluh dan menyerahkan data pribadi mereka.

Jadi apapun situasi yang sedang Anda hadapi, cobalah untuk menghadapinya dengan tenang, karena kepanikan hanya akan mengarahkan Anda ke langkah yang salah dan merugikan.

Baca Juga:  Waspadai 6 Modus Penipuan Minta Data Transaksi dan Info Pembayaran Kartu Kredit