Waspada Tindakan Phishing yang Mengincar Uang di Rekening Anda

Belakangan ini sering terjadi kasus penipuan melalui perusahaan yang berkedok sebagai pihak bisnis investasi emas. Cukup miris, triliunan dana nasabah raib akibat salah memilih tempat menanamkan modal. Tak jarang beberapa dari mereka yang baru pertama kali melakukan investasi namun langsung berani berinvestasi dalam jumlah besar meski tanpa pengetahuan yang baik mengenai investasi, isu-isu terkait, perilaku investor, dan informasi pendukung lainnya. Jangankan pengetahuan seperti ini, rasa kewaspadaan terhadap perusahaan yang tidak jelas pun terkadang tidak dimiliki oleh para investor baru tersebut sehingga mereka rawan menjadi korban penipuan berkedok investasi emas.

Selain kasus penipuan investasi emas yang berhasil merenggut dana nasabah dengan nominal fantastis tersebut, masih ada kasus lain yang cukup membuat kita harus semakin waspada terhadap kehidupan di sekitar kita. Beberapa waktu yang lalu dilaporkan dua orang nasabah sebuah bank di Indonesia mengalami kehilangan uang dari rekeningnya masing-masing sebesar Rp50 juta. Setelah ditelusuri, pihak bank yakin bahwa dua nasabah ini merupakan korban phishing atau pencurian identitas yang tidak menutup kemungkinan data mengenai tabungan mereka di bank tersebut didapatkan oleh orang tak bertanggung jawab dan digunakan untuk kepentingan mereka pribadi. Untuk menghindarkan calon korban lainnya dari aksi phishing, mari kita pelajari lebih lanjut apa itu phishing dan mengapa hal tersebut menjadi hal yang cukup rawan namun sangat dekat di sekitar kita.

Tindak Pencurian dengan Metode Phishing

Tindakan Kejahatan dengan Metode Phishing

Pencurian Data Pribadi dengan Metode Phishing via business2community.com

 

Phishing atau pencurian data merupakan ancaman kejahatan yang sangat lazim saat ini. Prosedurnya adalah dengan mencuri data penting milik orang lain. Data penting tersebut, mulai dari data pribadi yang bisa dari nama lengkap, alamat tempat tinggal, alamat surat elektronik, nomor telepon atau nomor handphone, serta data-data pribadi lainnya. Masih ada data terkait yang bisa dicuri berupa data bank atau nomor rekening, data ATM (nomor kartu dan nomor PIN), serta data kartu kredit mulai dari nomor kartu, PIN, jenis kartu, dan lain-lain. Dari mana pelaku mendapatkan data penting kita? Di zaman serba canggih ini, kita justru rawan dengan tindakan phishing karena kita tidak pernah jauh dari koneksi internet di mana pun kita berada.

Dengan data-data penting dan berhubungan dengan kepemilikan dana Anda, jelas tidak mungkin bila pelaku hanya sekedar mencuri data saja. Ia pasti berniat menggunakan data tersebut untuk keuntungannya sendiri. Misalnya mereka semena-mena menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan mereka atau mencuri simpanan tabungan Anda. Tanpa Anda sadari, pencurian dana ini tidak hanya merupakan ulah pelaku. Terkadang, tanpa sadar Anda pun 'memberikannya' secara sukarela. Tidak jarang beberapa kasus menunjukkan mekanisme pencurian data ini adalah dengan 'menggiring' Anda lewat berbagai web yang menyediakan informasi bersifat bombastis atau heboh, menyedihkan, serta berbau pornografi. Ketika dibuka, ternyata ini merupakan web yang berisi virus untuk sesegera menginfeksi alat komunikasi elektronik Anda dan mendapatkan data-data penting.

 

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Kartu Kredit Tetap Aman

Modus Kejahatan Phishing

Berbagai Trik untuk Melakukan Phishing

Berbagai Trik untuk Melakukan Phishing via pennyauctionwatch.com

 

Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu ketahui beberapa modus jebakan phishing yang kerap kali terjadi dan mungkin Anda menjadi calon korbannya.

  1. Anda mungkin biasa mendapatkan telepon atau e-mail di mana pihak pengirim menyatakan diri sebagai pihak bank maupun pihak penerbit kartu kredit. Anda diberi informasi bahwa akan diadakan update data perbankan atau terdapat masalah dengan rekening yang harus ditangani saat itu juga. Sehingga mereka pasti memerlukan data-data Anda dengan dalih menyamakan data Anda dengan data bank. Jika Anda pernah melayani permintaan telepon seperti ini dengan menjawab pertanyaan mengenai data yang sebenarnya bersifat pribadi, tanpa sadar Anda telah memberikan data paling rahasia milik Anda kepada orang lain. Perlu diketahui bahwa pihak bank tidak pernah melakukan permintaan data nasabah apalagi bila melalui telepon atau surat, baik itu surat konvensional maupun surat elektronik. Untuk menjaga kerahasiaan data nasabah, biasanya pihak bank lah yang mengundang nasabah untuk datang ke kantor dan menyelesaikan masalah.

  2. Pengisian survey untuk beberapa kepentingan memang hal yang wajar. Yang perlu Anda waspadai adalah ketika Anda diminta mengisi data pribadi dan sensitif seperti data keuangan yang bisa dilakukan via internet, email, dan juga telepon. Lebih baik untuk segera menghindari dari pemberi survey dan tidak mengisi survey tersebut.

  3. Tidak bisa dipungkiri keberadaan internet sangat memudahkan kita dalam mendapatkan informasi. Begitu pula dengan pelaku penipuan. Dengan melalui transaksi online ini, Anda bisa jadi korban phishing karena membeli tawaran produk murah, bisnis online, hingga diskon besar-besaran yang cenderung tak masuk akal. Mungkin Anda berpikir harganya tidak seberapa, kalaupun ditipu pun uang yang Anda keluarkan tidak seberapa. Tetapi beberapa waktu kemudian ada kemungkinan Anda mendapat tagihan atas pendaftaran atau pembelian produk yang mungkin mencapai ratusan dollar atau jutaan rupiah. Jangan pernah menginput data sensitif seperti kartu kredit di situs yang tidak bisa Anda percaya.

  4. Melakukan transaksi berupa pembelian software melalui smartphone pun bisa jadi jalan para pelaku phishing ini mendapatkan data pribadi Anda. Sebisa mungkin batasi transaksi yang harus Anda lakukan lewat smartphone Anda untuk meminimalisir kejadian phishing. Pastikan bahwa provider software tersebut merupakan perusahaan atau institusi yang memang terpercaya.

  5. Produk murah selalu menjadi hal yang menggiurkan bagi sebagian besar orang. Tak jarang mereka tidak memikirkan efek samping mengenai apa yang akan terjadi (risikonya). Yang lebih parah, meski pembayarannya dilakukan ketika barang sudah sampai atau Cash On Delivery, Anda tidak melakukan pembayaran secara tunai namun diharuskan menggunakan kartu kredit atau kartu ATM yang kemudian digesekkan pada sebuah mesin gesek yang persis dengan yang Anda lihat di kasir supermarket ternama. Berhati-hatilah menggunakan cara seperti ini karena Anda tidak pernah tahu bila sebenarnya Anda secara sukarela telah memberikan data pribadi Anda lewat mesin skimming yang mereka bawa.

Baca Juga: Nomor PIN Anda Tidak Ingin Dibobol? Perhatikan Hal Ini

Cara Menghindari Metode Phishing

Lakukan Pengamanan untuk Menghindari Phishing

Lakukan Pengamanan untuk Menghindari Phishing via shredit.com

 

Beberapa hal itulah yang menjadi biang kerok mengapa uang Anda tiba-tiba bisa raib dari rekening meski Anda tidak sedang melakukan transaksi apapun menggunakan kartu Anda. Berhati-hatilah karena kejahatan pun berevolusi dalam berbagai bentuk dan yang kini paling marak terjadi adalah cyber-crime. Untuk melindungi Anda dari penipuan semacam ini, kami sarankan Anda untuk melakukan tindakan preventif berikut.

  1. Buatlah PIN yang sulit diterka oleh orang lain. Jangan pernah menggunakan tanggal-tanggal tertentu seperti tanggal lahir untuk dijadikan sebagai PIN karena hal tersebut mudah sekali ditebak. Juga hindari penggunaan PIN yang terdiri dari nomor yang sama berturut-turut. Kombinasikan beberapa nomor untuk menjaga rekening Anda aman dari kasus penipuan maupun phishing sehingga dana tabungan Anda tetap aman dan kartu kredit Anda tidak sembarangan digunakan oleh orang tak bertanggung jawab.

  2. Hindari kebiasaan menuliskan kode-kode rahasia secara fisik dan di tempat yang sangat mudah terlihat seperti layaknya buku catatan atau buku agenda Anda karena akibatnya akan sangat fatal. Juga hindari menyimpan hal-hal yang bersifat rahasia di dalam dompet Anda karena sekali dompet Anda hilang beserta kartu dan kode rahasia, maka akan sangat mudah bagi pencurinya untuk mengakses data-data keuangan Anda.

  3. Terkadang menyimpan file di smartphone dengan fiturnya yang canggih cukup membuat beberapa orang merasa nyaman. Bila Anda memutuskan untuk menggunakan smartphone sebagai brankas rahasia Anda, perlakukan smartphone Anda layaknya dompet Anda sendiri dan usahakan untuk melindungi semua gadget Anda dengan password yang sekiranya tidak dapat diakses oleh orang lain (bisa karena kombinasinya yang sulit diterka atau terdapat beberapa perbedaan kombinasi kunci untuk setiap gadget Anda).

  4. Jangan menjadi pribadi yang mudah tergiur oleh penawaran barang maupun bisnis yang berani menjamin keuntungan besar, produk murah, diskon fantastis, hingga tawaran obat mujarab yang sangat langka tetapi dibanderol sangat rendah. Harga murah tidak bisa dijaminkan akan membawa fungsi yang baik bagi Anda.

Lakukan Tindakan Pencegahan

Demikianlah artikel ini. Semoga dengan mengetahui modus penipuan dan langkah preventif di atas dapat menghindarkan Anda dari kejahatan phishing yang marak terjadi di sekitar kita. Ingatlah untuk hal ini bukan sepenuhnya tanggung jawab bank karena bisa jadi Anda lah yang secara sukarela memberikan data pribadi dan data yang bersifat sensitif. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Baca Juga: Perbedaan Kartu Kredit dan Kartu Debit serta Ancamannya