5 Perilaku Tidak Etis ini Tidak Perlu Dikompromikan dalam Dunia Kerja

Setiap orang di dunia kerja memiliki tindak perilaku yang berbeda-beda, baik yang etis dan juga tidak. Karyawan yang memiliki perilaku etis tentunya sangat baik untuk dijadikan sebagai panutan, sehingga dapat merubah diri ke arah yang lebih baik. 

Namun, bagi karyawan yang memiliki perilaku tidak etis, tentunya tidak dapat dicontoh. Sebab, sifat buruk ini hanya akan merugikan diri sendiri dan memperburuk citra sebagai karyawan. Bahkan, jika perilaku tidak etis ini sudah tidak wajar, bisa saja karyawan tersebut dipecat secara tidak hormat.

Kira-kira, perilaku seperti apa yang masuk dalam kategori tidak etis dan tidak boleh dikompromikan di dunia kerja? Berikut beberapa contohnya seperti yang dirangkum Cermati.com dari berbagai sumber.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Menjilat untuk keuntungan diri sendiri

rekan kerja
Menjilat untuk keuntungan diri sendiri

Di dunia kerja, penjilat itu bukan hal tabu lagi. Penjilat biasanya berpura-pura berbuat baik di depan Anda atau atasan, tapi di belakang justru menusuk. Penjilat mengungkapkan hal-hal yang tidak benar mengenai seseorang rekan kerjanya, si penjilat berharap apa yang dilakukannya memberi keuntungan bagi diri sendiri, seperti dipromosikan atau diberi reward.

Jika Anda mengetahui hal seperti ini, segera ambil tindakan. Meskipun sejatinya bukan Anda yang menjadi korban, tetapi orang lain. Jangan biarkan si penjilat berhasil melancarkan aksinya secara terus-menerus, sementara orang lain dirugikan karena perbuatannya itu. 

Melaporkan tindakan ini akan memberi efek jera bagi si penjilat. Semoga dengan adanya laporan, maka aksi menjilat tidak terulang kembali di perusahaan. Dengan demikian, persaingan dalam berkarir dapat dilakukan secara sehat.

2. Segala bentuk penghinaan

Penghinaan bisa muncul ketika seseorang melakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Sekali atau dua kali kemudian minta maaf, hal ini wajar. Akan tetapi, jika penghinaan ini berlanjut hingga panjang, maka tak ada salahnya lapor kepada HRD. Seperti apa kelanjutannya, biarkan menjadi urusan HRD dan atasan terkait. Yang penting Anda sudah melakukan langkah terbaik untuk membela kebenaran. 

Baca Juga: Kuasai 5 Skill ini Jika Ingin Karir Menanjak

3. Memfitnah sesama rekan kerja

rekan kerja
Memfitnah sesama rekan kerja

Anda tidak melakukan kesalahan apapun, tapi rekan kerja justru menuduh Anda sebagai pelakunya? Kasus seperti ini lumayan sering terjadi, dan sebaiknya jangan didiamkan begitu saja. Kalau Anda mengetahui siapa orangnya, lebih baik ajak dia untuk bicara secara empat mata. Tanyakan atas dasar apa dia memfitnah Anda.

Tapi lebih baik untuk tidak membicarakannya di kantor, karena dapat menimbulkan sedikit keributan. Selain itu, situasi juga bisa semakin runyam karena orang lain mencoba untuk ikut campur dalam permasalahan ini. 

Omongkan baik-baik di luar jam kerja dan di tempat yang nyaman. Coba kendalikan emosi, sehingga masalah menemukan titik terang. Mudah-mudahan masalah fitnah-memfitnah tidak terjadi lagi setelah ini selesai.

4. Lari dari tanggung jawab

Di dunia kerja, Anda mungkin sering mendapati orang-orang yang lari dari tanggung jawab, terutama dalam hal tugas. Orang itu dengan mudahnya menyuruh Anda untuk mengerjakan tugasnya, sementara dia asyik dengan dunianya sendiri. Orang-orang seperti ini harus disikapi dengan tegas.

Sesekali, katakan tidak bila orang tersebut meminta bantuan kepada Anda. Katakan kalau tugas itu merupakan tanggung jawabnya, dan Anda tidak tahu-menahu tentang tugas tersebut.

Penolakan ini sekaligus bukti kalau Anda bukanlah orang yang mudah dimanfaatkan. Dengan begitu, rekan kerja pun menjadi lebih segan dan berpikir dua kali ketika ingin meminta bantuan Anda, kecuali dalam situasi yang sangat genting.

Baca Juga: 10 Langkah Perencanaan Karir Agar Masa Depan Sukses

5. Pelecehan seksual

berkedip
Pelecehan seksual

Di dunia kerja yang sudah profesional saja, pelecehan seksual masih sering terjadi. Melecehkan dalam konteks ini bisa berupa mengedipkan mata, tidak sengaja menyentuh lawan jenis, atau memperhatikan tubuh seseorang dengan seksama. 

Bila salah satu sikap di atas dilakukan secara tidak sengaja, ya, masih bisa ditoleransi. Tapi kalau misalnya sampai ada ancaman atau intimidasi yang berkaitan dengan karir, maka Anda harus menyikapinya dengan segera. Tak ada salahnya untuk dilaporkan kepada atasan.

Selain merasa dirugikan, sikap pelecehan seperti ini tentu sangat mengganggu kesehatan mental. Apabila dibiarkan, maka bayang-bayang akan perbuatan seksual tersebut akan terngiang di pikiran yang otomatis merusak performa Anda di kantor.

Jadilah Karyawan yang Terbaik

Namanya juga dunia kerja, berarti Anda harus bisa bersikap profesional saat meniti karir. Hilangkan segala bentuk neko-neko yang dapat merugikan diri sendiri, perusahaan atau orang lain agar lingkungan kerja menjadi lebih sehat. Fokuskan diri untuk menjadi karyawan yang terbaik, sehingga bisa meningkatkan karir. Dengan begitu, kesuksesan bisa Anda raih dengan mudah.

Baca Juga: Tingkatkan Karir dengan Cara Sederhana Ini