Bagaimana Cara Mengumpulkan Dana Pensiun yang Benar?

Semua orang akan memasuki usia pensiun pada suatu hari. Apakah kamu sudah siap secara finansial saat momen itu tiba?

Sebagian mungkin sudah, sebagian belum karena berbagai alasan, seperti faktor usia yang masih terlalu muda untuk memikirkan masa pensiun, keterbatasan keuangan, dan lainnya.

Mempersiapkan dana pensiun sebaiknya dilakukan saat masih muda. Lalu bagaimana cara menghitung dan mengumpulkan dana pensiun?

Baca Juga: Mumpung Masih Muda, Yuk Investasi Dana Pensiun Rp 100 Ribu per Hari

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KPR Terbaik! 

Cara Menghitung Dana Pensiun

loader
Cara Menghitung Dana Pensiun

Sebenarnya tidak ada jumlah pasti mengenai dana pensiun yang harus dikumpulkan seseorang. Semakin banyak, semakin baik.

Jika usia pensiun di Indonesia 55 tahun dan umur rata-rata bisa bertahan hidup 75 tahun, maka kamu perlu mengumpulkan dana pensiun selama 20 tahun.

Anggaplah biaya hidup selama satu bulan Rp 5 juta, maka dalam setahun sebesar Rp 60 juta. Hasil Rp 60 juta dikali 20 tahun, maka totalnya Rp 1,2 mliar dengan asumsi perhitungan tanpa inflasi. Jika dihitung menggunakan inflasi, maka total dananya lebih besar.

Baca Juga: Mempersiapkan Dana Pensiun, Enaknya Investasi Tanah atau Deposito Ya?

Cara Mengumpulkan Dana Pensiun

loader
Cara mengumpulkan dana pensiun yang benar

Melihat total dananya yang begitu besar, yakin mau foya-foya lagi? Berikut cara mengumpulkan dana pensiun yang tidak akan menyiksamu.

1. Mulai investasi

Mengubah mindset dari spending menjadi investing perlu dilakukan dari sekarang. Spending sama sekali tidak bisa menumbuhkan uang, malah uang menjadi habis tanpa disadari.  

Terlebih bila spending atau belanja yang sifatnya konsumtif. Namun, investing ampuh melipatgandakan jumlah uang bila kamu menempatkannya di instrumen yang tepat.

Dana untuk investasi bisa kamu alokasikan dari gaji bulanan sebesar 10-20%. Jika gajimu Rp 7 juta per bulan, maka anggaran investasi sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 1,4 juta.

Jumlah ini sebenarnya belum tentu cukup untuk membiayai masa pensiun nanti, tapi setidaknya menjadi awal yang baik untuk memulai. Sebaiknya tambah alokasi investasi seiring dengan meningkatnya jumlah pendapatan guna memaksimalkan dana pensiun.

2. Menekan biaya yang kurang penting

Bagi yang suka belanja konsumtif, kurangi sedari sekarang. Belanja konsumtif hanya memberimu kepuasan sesaat.

Setelah kepuasan tersebut terpenuhi, biasanya kamu akan mencari alasan lain untuk kembali melakukan aksi konsumtif demi mencapai kepuasan lain.

Tidak sulit, kamu hanya perlu membuat skala prioritas sebelum membelanjakan uangmu. Prioritaskan barang-barang yang dibutuhkan, sedangkan keinginan ditunda terlebih dahulu sehingga uangnya cukup untuk membiayai hidupmu.

Penghematan yang berhasil dilakukan bisa dialihkan langsung untuk menambah dana pensiun. Dengan demikian, jumlah dana pensiun yang terkumpul akan bertambah seiring adanya pemangkasan biaya yang kurang penting. 

Baca Juga: Menyiapkan Dana Pensiun Dengan Lembaga Keuangan? Cek Ini Dulu

3. Mencicil aset untuk dana pensiun

Aset adalah barang yang bisa diperjualbelikan saat kamu membutuhkan uang di masa mendatang. Bentuknya bisa berupa rumah, tanah, bisnis, atau investasi. 

Ada tiga bentuk aset yang bisa dialokasikan saat ini,   adalah :

  • Safe basket

Merupakan aset berupa uang tunai yang digunakan untuk membiayai kebutuhan jangka pendek kalau sewaktu-waktu terjadi masalah finansial. Misalnya lima tahun dari sekarang.

Banyaknya aset ini dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran rutin dalam satu bulan, lalu dikali lima tahun. Aset safe basket bisa berupa tabungan yang bisa ditarik kapan saja kamu butuh uang.

Bisa juga dalam bentuk deposito yang penarikannya tergantung dari jangka waktu penyimpanan.

  • Income basket

Adalah aset yang bertujuan untuk memberikan tambahan dana untuk membiayai safe basket. Misalnya, investasi yang setiap waktu dapat bertumbuh.

Return dari investasi dapat digunakan untuk menambah aset safe basket. Selain itu, sumber penghasilannya bisa digunakan untuk menjaga stabilitas keuangan saat terjadi inflasi. Dengan demikian, porsi alokasi untuk safe basket sama sekali tidak terganggu.

  • Growth basket

Aset ini berguna untuk menjaga jumlah dana pensiun yang terkumpul agar tidak dikalahkan oleh adanya inflasi. Jika rata-rata inflasi yang terjadi di Indonesia sebesar 5%, maka aset growth basket harus mampu memberikan return yang sama atau lebih besar.

Return sebesar ini bisa didapatkan dari instrumen investasi seperti saham, cryptocurrency, atau bisnis. Pilih mana yang menurutmu paling menguntungkan dan sesuai dengan profil investasimu.

4. Memantau finansial

Meskipun kamu sudah berhasil melakukan ketiga cara di atas, bukan berarti kamu bisa mengabaikan finansial begitu saja. Pemantauan finansial tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengeluaran yang tidak sesuai rencana. 

Jika memang ada, kamu bisa tutupi pengeluaran tersebut dengan perencanaan keuangan yang lebih ketat pada bulan berikutnya. Dengan demikian, pengumpulan dana pensiun tidak terganggu sedikitpun.

Yuk, Melek Dana Pensiun dari Sekarang

Mengingat masa pensiun itu pasti, apa salahnya sedia payung sebelum hujan? Toh, tidak ada ruginya menyiapkan sedini mungkin meskipun realitanya dana tersebut tidak habis terpakai.

Setidaknya dana pensiun akan memberikan rasa tenang karena kamu tidak perlu takut memikirkan biaya untuk menjaga kelangsungan hidup di masa mendatang.

Baca Juga: Dana Taspen, Akrabkan Diri dengan Layanannya agar Kehidupan Masa Pensiun Terjamin