Beragam Manfaat Beras Merah bagi Kesehatan

Beras menjadi makanan utama, yang paling sering dijumpai di Indonesia. Selain jagung, singkong, atau sagu, beras memang menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Bahkan ada yang bilang, kalau tidak dengan nasi, mereka belum makan.

Paling mudah ditemukan, murah, dan cepat bikin kenyang. Mungkin beberapa kata itulah yang menjadi alasan, kenapa masyarakat Indonesia lebih banyak yang memilih beras sebagai makanan pokok. Jika dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya.

Makanan Pokok di Belahan Asia

Tidak hanya di Indonesia, beras juga merupakan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di dunia, terutama Asia. Beras seperti jantung penggerak seluruh negara di Asia, di bagian manapun itu.

Banyak sekali makanan yang dibuat, hanya untuk disandingkan dengan beras. Banyak pula jenis, bentuk, dan ukuran beras. Namun, secara garis besar, beras dibedakan berdasarkan warnanya. Dua warna beras yang paling dikenali oleh masyarakat adalah beras putih (yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia) dan beras merah.

Ada beberapa alasan sebenarnya, kenapa masyarakat lebih memilih beras putih. Salah satunya, adalah rasa yang lebih netral atau cenderung lebih enak. Cukup berbeda, mereka yang terbiasa makan nasi putih akan merasa aneh saat mencicipi nasi merah. Biasanya nasi merah terasa lebih hambar, kering, dan tidak pulen.

Padahal, dalam segi kesehatan, beras merah memiliki berjuta khasiat. Terutama, jika dikonsumsi rutin. Berikut pemaparannya.

Baca Juga: Hindari Stress yang Bisa Ganggu Kesehatan dengan 5 Pola Makan Ini

10 Manfaat Beras Merah

beras merah

Beras Merah

  1. Rendah akan Gluten

    Beras merah ini, bisa menjadi makanan pengganti bagi Anda yang alergi akan gluten. Gluten sendiri, merupakan zat yang biasanya ditemukan di dalam biji-bijian. Beberapa biji-bijian yang mengandung gluten adalah gandum.

    Mengonsumsi beras merah juga bisa menjadi pengganti buat Anda yang terbiasa makan roti, mie, dan makanan sejenis lainnya. 

  2. Sebagai Pencegah Timbulnya Penyakit Neurodegeneratif

    Beras merah sendiri, memiliki kandungan gamma-aminobutyric acid (GABA). Zat yang satu ini, diserap oleh tubuh untuk mencegah semua penyakit yang berhubungan dengan saraf. Terutama, jika penyebabnya adalah degeneratif, alias bertambahnya usia.

    Zat GABA sendiri, berperan sebagai neuroprotektif yang akan menghalau penyakit neurodegenerative. Beberapa penyakit neurodegenerative adalah Alzheimer dan Parkinson. 

  3. Mencegah Tumbuhnya Sel Kanker

    Tidak hanya bertugas untuk sebagai neuroprotektif, GABA juga memiliki manfaat lain yang bisa dirasakan di tubuh. Zat yang satu ini bisa menghambat pertumbuhan sel jahat yang ada di dalam tubuh.

    Tidak hanya menghentikan, mengonsumsi beras merah secara teratur juga memicu matinya sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh. Oleh karena itu, beras ini selalu disarankan untuk pasien yang sedang berjuang melawan kanker.

  4. Berikan Nutrisi kepada Ibu Menyusui

    Tidak hanya mencegah penyakit saraf akibat umur, beras merah juga bisa mengurangi fluktuasi emosi yang biasa dialami oleh ibu menyusui.

    Anxiety dan stres, merupakan hal biasa yang sering terjadi di manusia. Hal ini, cenderung meningkat di beberapa kondisi. Salah satunya, ketika usai melahirkan dan sedang menyusui. 

  5. Menjaga Pencernaan Tetap Sehat

    Jika dibandingkan dengan beras putih, beras merah dikenal dengan seratnya yang lebih tinggi. Karena itu lah, jika dikonsumsi secara rutin beras ini bisa meningkatkan kesehatan pencernaan seseorang.

    Sebab, serat yang terkandung di beras merah bisa mengatur pergerakan usus. Sehingga, menjaga pencernaan untuk tetap bekerja sebagaimana mestinya.

  6. Merawat Kesehatan Tulang

    Tidak hanya memiliki serat yang tinggi, beras merah juga terkenal dengan kandungan kalsium, dan mineralnya. Kedua zat itu, merupakan asupan yang dibutuhkan oleh tulang dan gigi setiap harinya.

    Kurangnya asupan kalsium dan mineral, membuat seseorang akan lebih cepat terkena penyakit tulang. Seperti, osteoporosis dan berbagai penyakit tulang lainnya. 

  7. Mengurangi Gula Darah 

    Beras merah, selalu menjadi makanan alternatif yang disarankan oleh dokter kepada semua pasiennya yang menderita diabetes. Hal ini terjadi, tidak lain karena indeks glikemik yang dimiliki oleh beras merah termasuk rendah.

    Artinya, beras akan lebih lambat dicerna oleh tubuh dan tidak akan memberikan efek ke gula darah. Ini sangat cocok dikonsumsi oleh Anda yang memiliki bawaan diabetes agar tidak terserang penyakit yang sama.

  8. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

    Manfaat beras merah selanjutnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh dapat meningkat karena vitamin esensial, mineral, dan senyawa fenolik yang dikandungnya.

  9. Turunkan Berat Badan 

    Beras merah juga cocok dikonsumsi untuk mendukung program diet karena dapat memberi rasa kenyang yang lebih cepat dan sensasi kenyangnya pun bisa bertahan lebih lama. 

    Hal ini terjadi seperti penjelasan sebelumnya yaitu beras merah memiliki indeks glikemik yang rendah dan lebih lama dicerna oleh tubuh. Sehingga, tidak akan membuat Anda cepat lapar.

  10. Menjaga Kesehatan Jantung

    Tidak hanya itu beras merah juga mengandung senyawa bernama lignan. Senyawa ini berfungsi untuk menurunkan kolesterol dan risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung. 

    Ada penelitian yang melibatkan 560 ribu orang yang lebih banyak mengonsumsi serat. Mereka terbukti memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung, kanker, dan saluran pernapasan.

    Tidak hanya disarankan untuk mengonsumsi beras merah saja. Anda akan lebih disarankan untuk mengonsumsi beras merah organik. Apa sih perbedaan beras merah organik dan non organik?

Baca Juga: Kaya Serat dan Baik untuk Kesehatan, Ini Dia Jenis-jenis Gandum dan Manfaatnya!

Perbedaan Beras Merah Organik dan Non Organik

Perbedaan tersebut bisa terlihat dari proses awal penanaman. Beras merah organik, tumbuh tanpa tersentuh dengan zat kimia sama sekali. Zat kimia tersebut berupa, pupuk berbahan kimia (urea) dan pestisida kimia.

Biasanya beras merah yang tumbuh secara organik, akan diberikan pupuk dan pestisida yang organik pula. Seperti pemberian pupuk kandang dan menggunakan pestisida yang berasal dari alam.

Dengan begitu, beras akan meresap lebih banyak vitamin dari tanah juga tidak tercampur dengan kimia yang berasal dari pestisida dan pupuk. 

Manfaat beras merah organik pastinya juga lebih banyak, jika dibandingkan dengan beras merah biasa. 

  1. Pertama, bisa mengurangi kadar urea dalam darah karena pupuk yang digunakan berasal dari alam.
  2. Nutrisi dan mineral yang terkandung juga lebih tinggi. Bayangkan tingkat nutrisi dan mineral yang biasanya sudah tinggi, kini meningkat berkali-kali lipat karena beras merah tersebut ditanam secara organik. Otomatis, hal tersebut akan memberikan efek yang cukup besar kepada tubuh. 
  3. Kandungan glukosa dan karbohidrat di beras merah organik pun akan lebih cepat diurai oleh tubuh. Jadi sangat aman jika dikonsumsi oleh penderita diabetes.
  4. Diproses tanpa bahan pengawet. Hal ini membuat bahan makanan pokok yang satu ini bisa dikonsumsi oleh siapapun. Semakin sedikit bahan kimia yang diserap oleh tubuh, maka akan semakin baik juga khasiatnya.

Baca Juga: Ternyata Inilah Manfaat Ubi Jalar yang Mungkin Belum Diketahui!