Bisnis Bareng Suami? Ini Tipsnya agar Tetap Akur dan Langgeng

Menjalankan bisnis bersama suami bagi sebagian orang dianggap ribet. Namun ada juga yang berpendapat lebih menyenangkan.

Enaknya, karena punya partner yang sudah mengenal Anda luar dalam, sehingga bisa lebih memaklumi. Gak enaknya, kalau suatu saat sedang ada cekcok rumah tangga, merembetnya ke bisnis. Bisnis yang jadi korban.

Sementara dalam bisnis, tidak ada istilah kedekatan. Harus menonjolkan sikap profesionalisme, sehingga urusan rumah tangga tidak boleh dicampuradukkan ke bisnis. Pun sebaliknya.

Buat Anda yang ingin atau sudah menjalankan bisnis bersama suami, ini tipsnya agar bisnis berjalan mulus dan langgeng.

Baca Juga: Tips Membangun Bisnis Menjadi Sukses dari Metode Ikigai

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Menyamakan visi dan misi 

loader

Membangun bisnis dengan suami sama halnya dengan orang lain, harus punya visi dan misi yang sama. Kesamaan ini akan memudahkan Anda untuk mencapai tujuan bisnis. Jadi jalannya beringingan. Juga saling melengkapi

Komunikasikan visi dan misi dengan suami secara empat mata tanpa melibatkan pihak manapun. Jangan lupa cari alternatif kalau misalnya ada perbedaan pendapat ke depannya.

Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menyelesaikan perbedaan yang sulit diselesaikan. Selain menimbulkan konflik, waktu kumpul bersama keluarga pun menjadi berkurang.

2. Bagi tugas dengan seimbang

Menjalani peran sebagai seorang istri sekaligus pebisnis tidak mudah. Di satu sisi Anda harus mengurus anak, memasak, dan membersihkan rumah. Di sisi lain Anda harus fokus pada bisnis supaya berkembang.

Agar semua pekerjaan terlaksana dengan baik, berbagilah tugas dengan suami. Jika Anda mengurus anak dan memasak, maka suami membantu beres-beres rumah.

Tetapi keduanya tetap bersatu membangun bisnis. Dalam bisnis pun, peran Anda dan suami harus dibagi. Misalnya Anda bagian produk dan keuangan, sementara suami meng-handle urusan pemasaran dan teknologinya.

3. Sikapi dengan profesional

loader

Meskipun bisnis dijalani bareng suami, Anda dana pasangan harus menjunjung tinggi sikap profesionalisme. Tidak ada istilah memaklumi.

Bila Anda atau suami membuat kesalahan dalam bisnis, masing-masing dapat menegur. Namun masalah tersebut, harus segera diselesaikan saat itu juga.

Berkomitmen tidak boleh dibawa-bawa ke dalam urusan rumah tangga. Masalah bisnis ya bisnis, rumah tangga ya rumah tangga.

Jika Anda mencampuradukkan, keduanya bisa berantakan. Bisnis kacau balau, rumah tangga bisa retak. Begitu di rumah, lupakan masalah bisnis atau pekerjaan. Habiskan waktu bersama anak. Bersikaplah seperti tidak ada masalah apa-apa.

Baca Juga: Peluang Bisnis dari Tren Gaya Hidup Sehat

4. Pisahkan rekening bisnis dan rumah tangga 

Ini juga penting. Sebaiknya pisahkan antara rekening keuangan bisnis dan rumah tangga, sehingga mudah dalam mengelolanya.

Kalau uang bisnis dijadikan satu ke rekening keluarga, bisa habis untuk belanja bulanan. Masalah tersebut sering terjadi, sehingga mengakibatkan bisnis hancur, bangkrut.

Sebab tidak ada pengelolaan yang baik dalam keuangan bisnis. Rekening uang bisnis hanya boleh digunakan untuk urusan bisnis. Begitujuga dengan rekening keluarga.

5. Kendalikan emosi dengan baik

loader

Baik Anda maupun suami, pasti emosi apabila bisnis tidak berjalan sesuai rencana. Ditambah lagi karyawan yang mungkin kurang sigap bekerja, penjualan menurun, bahan baku susah didapat, dan lain sebagainya. 

Menyelesaikan masalah dengan emosi sangat tidak dianjurkan karena dapat menambah masalah lain atau masalah menjadi besar. Sebaiknya selesaikan dengan kepala dingin, ajak pasangan berdiskusi dan mencari solusi bersama.

Pastikan emosi sudah reda sesampainya di rumah agar anak tidak terkena imbas dari kemarahan atau emosi Anda.

6. Sisihkan waktu untuk liburan 

Membagi waktu antara bisnis dan keluarga tentu sulit, terutama bagi pasangan yang sudah punya anak. Belum lagi kalau bisnis sedang berkembang.

Mungkin Anda dan suami harus pulang larut malam, sering pergi ke luar kota untuk mengurus bisnis, sehingga keluarga jadi terbengkalai. Terutama Anak jarang diperhatikan.

Sesukses apapun bisnis Anda dan suami, keluarga tetaplah nomor satu. Anak-anak adalah prioritas utama. Jadi begitu ada waktu, langsung gunakan untuk berkumpul bersama anak. Atau pergi berlibur di hari weekend.

Sering Komunikasi adalah Kunci Keberhasilan Bisnis 

Dalam hubungan apapun, termasuk berbisnis, Anda harus rajin menjalin komunikasi dengan partner. Dalam hal ini suami Anda.

Hal ini guna meminimalisir terjadinya kesalahpahaman yang dapat memicul masalah dalam bisnis. Dengan begitu, bisnis Anda dan suami akan lancar, serta mencapai tujuan dengan hasil maksimal.

Baca Juga: Hal Penting yang Perlu Diketahui Jika Ingin Jadi CEO di Usia Muda