Cara Bijak Membelanjakan Gaji Pertama untuk Para Milenial

Bagi milenial yang pertama kali bekerja, menerima gaji pertama adalah hal paling krusial dan menyenangkan. Bukannya ditabung, sebagian besar menghabiskan gaji pertamanya untuk memberikannya kepada orang tua atau mentraktir teman-temannya. Namun, sisanya memilih untuk belanja secara impulsif demi barang-barang yang sebenarnya kurang penting.

Sah-sah saja sebenarnya, tapi melihat biaya hidup yang semakin tinggi, kamu harus mikir-mikir lagi dalam membelanjakan gaji pertama. Agar terhindar dari sikap pemborosan, lakukan cara bijak mengelola gaji pertama berikut ini.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Simpan untuk sesuatu yang berharga

simpan uang

Punya mimpi jangka pendek atau jangka panjang, kan? Mumpung kamu sudah punya penghasilan sendiri, alangkah baiknya simpan sebagian untuk sesuatu yang berharga di masa depan. Misalnya, untuk modal membeli rumah, melanjutkan pendidikan, atau membangun bisnis.

Menyimpang uang itu tidak salah meskipun kamu belum mempunyai mimpi jangka pendek atau panjang. Setidaknya dengan memulainya dari sekarang, peluangmu untuk mengumpulkan uang yang lebih banyak lebih terbuka lebar. Jadi, nanti kamu tinggal menikmati hasilnya saja.

2. Alihkan ke dana darurat

dana darurat

Tubuhmu saat ini bisa saja dalam keadaan sehat, tapi kamu tidak tahu apakah besok masih tetap sehat atau malah jatuh sakit. Ketidakpastian seperti inilah yang nantinya di-cover oleh dana darurat, sehingga kamu bisa tetap membiayai apapun meskipun dalam situasi terdesak yang membutuhkan biaya besar.

Tidak perlu banyak-banyak, kok. Sisihkan 5-10% dari gaji pertamamu untuk celengan dana darurat. Lakukan pada bulan-bulan berikutnya sampai pada akhirnya jumlah dana darurat bertambah banyak dan siap digunakan untuk meng-cover semua hal yang tidak pasti.

Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan yang Tidak Diketahui Banyak Orang

3. Gunakan untuk bayar utang

bayar utang

Hidup tanpa utang adalah hal yang agak mustahil, apalagi di tengah-tengah mahalnya biaya hidup. Apapun bentuknya, baik utang kartu kredit, koperasi, KPR, maupun KTA, bayarkan sesegera mungkin kalau memang kamu memilikinya. Melunasi cicilan secara perlahan setidaknya membebaskanmu dari kemungkinan menumpuknya utang.

Carolyn McClanahan, seorang financial planner mengatakan ada dua cara efektif untuk membayar utang. Pertama, bayar yang bunganya lebih tinggi untuk menghindari pembayaran yang lebih besar selama masa pinjaman. Kedua, bayar utang dengan jumlah terkecil untuk mengurangi porsi utang.

4. Beli asuransi

beli asuransi

Membekali diri dengan berbagai produk asuransi sangat disarankan meskipun usiamu masih muda. Seperti asuransi kesehatan karena kamu tidak tahu penyakit apa yang akan menggerogoti tubuhmu dalam dua atau tiga tahun mendatang.

Apalagi biaya kesehatan sekarang semakin mahal, maka menyisihkan gaji pertama untuk meng-cover biaya kesehatan di kemudian hari sangatlah disarankan.

Carolyn McClanahan mengatakan bahwa tingginya biaya kesehatan menjadi salah satu penyebab kebangkrutan. Sebanyak apapun gajimu sekarang, sebaiknya jangan foya-foyakan untuk hal yang kurang penting. Pikirkan kondisi kesehatanmu dan biaya yang mungkin timbul.

5. Jangan lupakan tabungan pensiun

tabungan pensiun

“Masih muda kok, untuk apa memikirkan dana pensiun sekarang?”, hal inilah yang mungkin tersirat di benakmu. Ya, beberapa dari kamu merasa keberatan kalau harus menyisihkan gaji pertama untuk tabungan pensiun. Tapi, perlu diketahui kalau waktu sangat cepat berlalu.

Waktu berlalu lima tahun saja tidak akan terasa kalau sudah bekerja. Lebih pilih hidup pas-pasan sekarang, tapi bahagia di masa pensiun atau bahagia sekarang, tapi melarat di hari pensiun? Pilihan ada ditanganmu sendiri.

Baca Juga: 8 Cara Cermat Mengatur Gaji Bulanan

6. Monitor pengeluaran dan lakukan evaluasi

evaluasi keuangan

Pastikan total gaji lebih besar daripada total pengeluaran karena cara ini secara tidak langsung akan menjauhkanmu dari yang namanya utang. Logikanya, dengan cara apalagi kamu bisa memenuhi mahalnya biaya hidup kalau bukan dengan berutang? Itu makanya, monitori setiap pengeluaran agar sesuai dengan anggaran.

Tidak berhenti sampai disitu, kamu juga perlu melakukan sejumlah evaluasi untuk mengetahui porsi pengeluaran terbesar dan ketepatan alokasi gaji. Jika terdapat ketidaksesuaian, kamu bisa segera perbaiki sehingga pengeluaran bulan berikutnya jauh lebih terkontrol.

7. Konsultasikan dengan pakarnya

konsultasi

Banyak yang mengatakan kalau bersikap boros saat menerima gaji pertama merupakan hal yang wajar. Tapi ketahuilah, kalau hal ini akan menjadi suatu kebiasaan yang membuatmu bertambah boros di masa mendatang. Akibatnya, kamu gagal menyimpan uangmu untuk hal-hal yang jauh lebih penting di masa mendatang.

Kalau memang kamu orangnya boros dan sulit mengontrol nafsu belanja, apa salahnya konsultasikan dengan pakarnya mulai dari sekarang. Saran dari mereka setidaknya membantumu mengikis sifat boros secara perlahan.

Hindari Sikap Terlalu Excited 

Sikap terlalu excited otomatis menimbulkan keinginan untuk belanja lebih yang mengakibatkan pemborosan. Boleh senang, tapi dalam batasan wajar agar finansialmu juga ikut terkontrol. Jangan lupa lakukan cara bijak di atas dalam mengelola gaji pertama agar kondisi finansial lebih tertata baik sejak dini. 

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan Ala Wanita Modern