Cara Setor Tunai di ATM BNI dan Tips-Tips Bertransaksi yang Aman

Mesin ATM BNI Setor Tunai
Mesin ATM BNI Setor Tunai via  pinklelittlestar.blogspot.co.id

Nasabah perbankan saat ini semakin dipermudah dalam bertransaksi. Mulai dari mobile banking, internet banking, weekend banking hingga setor tunai menggunakan mesin setor tanpa perlu antri panjang di teller bank secara konvensional. Dengan menggunakan mesin setoran tunai, uang yang Anda miliki dapat bertambah sesuai dengan uang yang hendak dimasukkan.

Hampir semua bank saat ini telah memiliki fasilitas satu ini, salah satunya adalah bank BNI. Untuk mengakses layanan ini, bisa mendatangi ATM Galeri BNI terdekat. Selain memiliki fitur utama setor tunai, mesin ATM setor tunai juga memiliki fungsi lain, yakni tarik tunai, transfer, dan cek saldo tabungan yang Anda miliki tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis.

Berikut tata cara bagaimana cara menggunakan dan bertransaksi dengan ATM BNI Setor Tunai:

1. Masukan Kartu ATM

Sebelum melakukan transaksi setor tunai, siapkan uang yang hendak Anda transfer tersebut. Pastikan kondisi uang tersebut dalam kondisi yang baik, tidak terlipat, tidak sobek, tidak basah, dan tidak tertempel stripeless. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memasukkan kartu ATM ke mesin setor tunai. Perhatikan posisi kartu ATM, pastikan tanda panah pada kartu ATM mengarah pada mulut ATM.

Baca Juga: BNI Mobile Banking dan SMS Banking, Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

2. Pilih Bahasa Indonesia dan Masukan PIN

Menu pertama yang muncul setelah memasukkan kartu ATM adalah memilih jenis bahasa yang hendak Anda gunakan selama bertransaksi. bisa memilih bahasa inggris maupun bahasa Indonesia. Menu selanjutnya, layar ATM akan mengarahkan Anda untuk memasukkan Personal Identification Number (PIN) sebanyak 6 digit. Pastikan tidak salah memasukkan PIN tersebut, kesalahan memasukkan PIN selama 3 kali dapat menyebabkan kartu ATM di blokir oleh mesin ATM.

3. Silahkan Pilih Menu Setoran Tunai

Langkah selanjutnya adalah pilih menu Setoran Tunai. Posisi menu Setoran Tunai terdapat pada barisan paling pojok kanan atas.

Baca Juga: Mau Urus Perbankan di Akhir Pekan? Ini Daftar Outlet Weekend Banking BNI

4. Pilih Menu Lanjutkan

Tampilan selanjutnya akan membawa Anda untuk memahami persyaratan bahwa uang yang dapat disetorkan adalah uang dengan nominal pecahan Rp20.000, Rp50.000, dan pecahan Rp100.000. Jika telah memahami persyaratan tersebut, pilih “Lanjutkan”.

5. Kemudian Pilih Rekening Tabungan

Setelah menyetujui persyaratan di atas, Anda akan dibawa ke menu kemana Anda akan memasukkan uang. Pilih lah menu “Rekening Tabungan”. Setelah memilih menu Rekening Tabungan, maka box uang akan terbuka, saat box tersebut terbuka silahkan masukkan uang yang hendak Anda setorkan tersebut. Setelah selesai memasukkan uang, box secara otomatis akan tertutup dan mesin setor tunai akan menghitung uang yang telah Anda masukkan.

6. Pilih Menu Setor

Setelah uang yang dimasukkan dihitung oleh mesin setor tunai, mesin akan menampilkan rincian uang yang telah Anda masukkan. Jika sudah yakin dengan uang yang telah dimasukkan tersebut, pilih menu “Setor” atau pilih “Cancel” untuk membatalkan transaksi.

7. Ambil Receipt dan Pilih Tidak untuk Selesaikan Transaksi

Setelah memilih menu “Setor”, mesin setor tunai secara otomatis akan memproses permintaan Anda. Jika transaksi dinyatakan berhasil, layar akan muncul tulisan “Setoran Anda telah diterima”. Selanjutnya mesin akan mengeluarkan receipt atau bukti dari transaksi setor tunai tersebut. Jika sudah selesai melakukan transaksi  pilih lah menu “Tidak” untuk mengeluarkan kartu ATM yang Anda miliki.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Tips Aman Bertransaksi dengan ATM BNI Setor Tunai

Tips Bertransaksi Aman
Tips Bertransaksi Aman

Demikian lah beberapa cara untuk melakukan setor menggunakan mesin setor. Mudah dan praktis bukan? Setelah selesai melakukan transaksi, pastikan menjaga seluruh keamanan selama bertransaksi. Tak cukup hanya menjaga kerahasiaan PIN saja, berikut ini adalah tips menjaga keamanan bertransaksi yang perlu diketahui:

  • Hindari untuk meminjamkan dompet yang berisi kartu ATM maupun kartu kredit kepada orang yang belum Anda percayai.
  • Hindari penggunaan PIN dalam bentuk nomor HP, tanggal lahir, nomor yang terlalu sederhana, nomor SIM, nomor KTP, dan nomor nomor yang terlalu mudah untuk ditebak.
  • Jika kartu ATM hilang, segera lapor polisi untuk meminta surat keterangan kehilangan dan melakukan pemblokiran kartu ATM yang Anda miliki. Hal ini berguna untuk menghindari kartu ATM di bobol oleh orang lain.
  • Pilih lah ATM yang terletak di keramaian, hal ini guna menghindari tindak kejahatan, jika perlu pilih lah ATM yang terletak di bank terkait. Hal ini untuk meminimalisir tindak kejahatan lantaran sejumlah ATM yang terletak di bank terkait akan menyediakan security.
  • Maraknya tindak skimming saat ini dapat dihindari dengan cara memperhatikan kabel kabel yang tidak wajar atau benda benda yang mencurigakan. Perhatikan tombol mesin ATM yang double, maupun tempat mulut ATM untuk memasukkan kartu ATM yang ditempeli alat alat aneh. Jika dirasa mesin ATM tersebut mencurigakan, jangan ragu untuk meninggalkan mesin ATM tersebut dan melaporkan pada security.
  • Untuk yang sering teledor dalam menggunakan kartu ATM yang sering kali tertelan, pastikan mencatat nomor telepon bank yang berada di layar monitor mesin ATM.
  • Saat memasukkan pin tabungan, pastikan menutup tombol mesin ATM guna menghindari praktek skimming.
  • Jika mengambil uang di ATM yang cukup ramai dan terdapat antrean di belakang Anda, pastikan Anda tetap waspada. Hal ini guna menghindari adanya praktek hipnotis yang sering kali menelan banyak korban.
  • Terakhir, cetak lah buku tabungan yang dimiliki secara berkala. Hal ini guna menghindari transaksi transaksi di luar sepengetahuan Anda. Selain melakukan print buku tabungan secara berkala, Anda juga bisa melakukan cek transaksi melalui mutasi rekening.

Baca Juga: Cara Membuat Rekening dan Saldo Minimal di TabunganKu BNI