Enggak Sulit, Begini Cara Selamatkan Bisnis dari Kebangkrutan

Mengelola bisnis memang bukan hal yang mudah, apalagi jika dihadapkan dengan kenyata kondisi kinerja usaha mengalami penurunan. Seringkali harus memutar otak mencari cara supaya bisnis tetap stabil dan aman dari ancaman gulung tikar.

Seiring dengan berjalannya waktu, bisnis pasti mengalami perputaran. Kadang bisnis berada dalam masa keuntungan dan terkadang juga harus rela kenyataan merugi. Ketika bisnis dalam masa kerugian, tetaplah semangat dan jangan lengah karena merasa terpuruk.

Agar bisnis berjalan seperti yang diharapkan, setidaknya harus punya strategi yang tepat untuk dilakukan. Tidak hanya mengandalkan kecerdasan dan ketekunan saja, tapib juga didukung dengan ketelitian mencari peluang dan inovasi baru untuk bisnis.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Nah, apakah bisnis Anda saat ini sedang mengalami kondisi yang menantang? Tak sulit, begini cara menyelamatkan bisnis dari ancaman kebangkrutan.

1. Lakukan Evaluasi Bisnis Secara Objektif

Evaluasi Bisnis
Ilustrasi evaluasi bisnis

Mengadakan evaluasi setiap mingguan atau bulanan dalam mengelola bisnis sangatlah penting agar Anda tahu titik keunggulan dan kelemahan. Evaluasi tersebut akan menjadikan bisnis sebagai bahan objek dan koreksi. 

Ketika bisnis mengalami penurunan, segera koreksi di mana letak kesalahan tersebut agar segera diatasi supaya tidak terpuruk lagi. Koreksilah secara objektif dengan para karyawan, bagian mana yang menyebabkan bisnis tidak berkembang, dan carilah cara untuk memulihkan kondisinya.

2. Jangan Abaikan Peran Media Sosial

Media Sosial
Media sosial untuk kembangkan bisnis

Di zaman serba digital seperti sekarang ini, media sosial punya banyak andil dalam kelancaran sebuah usaha. Masyarakat dari semua kalangan atas dan bawah, baik yang tua, muda bahkan remaja hampir menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari untuk berinteraksi di media sosial. 

Untuk itu, media sosial digunakan sebagai alat promosi yang tepat untuk menyampaikan produk bisnis konsumen. Beragam media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan semua platform yang lagi booming bisa digunakan sebagai alat promosi bisnis.

Buatlah promo dan isi konten menarik serta rajin memperbarui produk atau program dari bisnis Anda. Bisa juga mengiklankan produk Anda di layanan berbayar media sosial agar bisa dikenal dan menarik para pelanggan. 

3. Jangan Enggan Tingkatkan Pelayanan ke Pelanggan

Kepuasan Konsumen
Jaring konsumen loyal untuk kemajuan bisnis

Dalam berbisnis, aspek yang paling utama adalah memiliki pelanggan. Semakin banyak pelanggan berarti bisnis Anda memiliki pangsa pasar yang bagus. Untuk itu, Anda harus memberi timbal balik dengan memberi pelayanan yang lebih baik lagi pada mereka.

Berilah kepercayaan kepada pelanggan dengan cara misalnya, memberi hadiah atau diskon pada pelanggan agar mereka tidak berpindah ke orang lain. Ikuti keinginan pelanggan dan cobalah tanya tentang kepuasaan mereka dengan produk tersebut.

Jika hal ini Anda lakukan dengan baik, maka bisnis pasti akan berangsur-angsur membaik. Tentu saja hal ini akan berbanding lurus dengan kinerja usaha Anda karena kepercayaan para pelanggan.

Baca Juga: Tips Jitu Memulai Bisnis dari Waralaba

4. Minta Saran pada  Ahlinya

Konsultasi
Ilustrasi konsultasi

Tak perlu galau lama-lama, Anda bisa meminta saran dari seorang profesional atau ahli di bidang pengembangan bisnis. Mereka tentunya punya banyak pengalaman dalam memberikan gambaran dalam mengelola bisnis yang baik dan benar.

Menyempatkan waktu dan mengobrol dengan ahli bidang bisnis juga akan membuat Anda belajar tentang kiat-kiat menghadapi bisnis saat mengalami peningkatan atau penurunan.

Pengetahuan para ahli di bidangnya adalah sumber ilmu dan informasi paling efektif untuk mengembangkan bisnis dan menyelamatkan bisnis ketika terancam gulung tikar. Jangan ragu lagi untuk berkonsultasi mengenai bisnis Anda pada ahlinya, ya

5. Jangan Anti dengan Ide dari Karyawan

Ide
Gali ide kreatif dari karyawan

Sebagai seorang atasan, tak ada salahnya juga mendengarkan pendapat dan ide dari karyawan. Jangan bersikap egois dan merendahkan jabatan. Karena bisa saja mereka mempunyai cara jitu dan ide cemerlang, karena merekalah ujung tombak operasional bisnis sehari-hari.

Dengarkan pendapat mereka saat diadakan diskusi evaluasi bersama. Para karyawan dapat diberi kesempatan berkontribusi lebih dengan menyumbang ide yang dibutuhkan demi kelangsungan usaha Anda.

6. Melakukan Efisiensi dengan Tepat

Diet Keuangan
Menghemat anggaran

Salah satu hal yang perlu Anda lakukan jika bisnis di ambang kebangkrutan adalah melakukan efisiensi. Penghematan dalam pengeluaran sehari-hari adalah salah satu bentuk efisiensi.

Mengurangi biaya operasional bisa menyelamatkan keberlangsungan bisnis untuk ke depannya. Belilah barang yang sedang dibutuhkan agar tidak membuang biaya operasional, atau mungkin bisa mengurangi jumlah karyawan yang sekiranya tidak terlalu berdampak pada operasional.

Beruntung kalau sampai hal ini tidak dilakukan karena ini bukanlah keputusan yang baik. Ketika memutuskan memberhentikan karyawan, Anda juga harus menyiapkan uang pesangon dengan jumlah banyak yang justru malah membebani kondisi keuangan perusahaan.

Cara lainnya yang bisa kita lakukan adalah memangkas biaya-biaya lain seperti listrik,  pengeluaran dana untuk rekreasi bersama karyawan atau bahkan berhenti sejenak untuk memberi bonus untuk karyawan.

Baca Juga: Kenali Penyebab Bisnis 'Online' Bangkrut

Seimbangkan Arus Kas Perusahaan

Satu hal yang tak boleh diabaikan dalam menyelamatkan bisnis dari kebangkrutan adalah selalu mengecek pengeluaran keuangan bisnis. Seimbangkan pengeluaran dengan pendapatan agar tidak besar pasak daripada tiang. Alokasikan dengan baik ketika bisnis sedang memperoleh untung, jangan malah dihambur-hamburkan untuk hal yang tidak bermanfaat.

Baca Juga: 7 Peluang Bisnis Menguntungkan Bagi Generasi Milenial