Surat Berharga Negara: Jenis, Keuntungan, dan Cara Belinya

Investasi menjadi salah satu ciri seseorang yang sudah mulai melek finansial. Dengan investasi, kamu bisa mengamankan kondisi keuangan di masa sekarang hingga masa depan. Plusnya lagi, investasi memberikan keuntungan yang lumayan sehingga menambah kekayaan yang investor miliki.

Namun, sebagai investor jangan sembarangan dalam memilih instrumen investasi, mengingat setiap instrumen memiliki risiko dan ketentuan yang berbeda-beda. Alangkah baiknya, ukur wawasan mengenai investasi dan kemampuan finansial sebelum memutuskan instrumen investasi yang tepat.

Bagi yang baru saja memulai investasi tapi masih bingung dalam memilih instrumen, tak perlu khawatir. Surat Berharga Negara (SBN) bisa menjadi pilihan yang tepat untuk investor pemula.

Pasalnya, SBN termasuk investasi yang rendah risiko tapi tetap menguntungkan dan mudah dilakukan. Jika kamu belum mengetahui apa itu SBN secara luas, simak ulasannya berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Surat Berharga Negara (SBN)

loader
Surat Berharga Negara

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel adalah instrumen surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia (melalui Kementerian Keuangan) yang ditawarkan secara eksklusif kepada Warga Negara Indonesia (WNI) secara ritel.

Sederhananya, dengan membeli SBN, kamu sedang meminjamkan modal kepada negara untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai imbalannya, pemerintah berjanji akan mengembalikan modal pokok investasi secara utuh pada saat jatuh tempo, plus membayarkan "uang sewa" berupa kupon (bunga/imbal hasil) yang ditransfer langsung ke rekeningmu setiap bulan.

4 Jenis SBN Ritel: Mana yang Cocok Untukmu?

Pemerintah menerbitkan empat jenis SBN Ritel yang dibagi berdasarkan dua kategori utama: Prinsip Pengelolaan (Konvensional vs. Syariah) dan Karakteristik Perdagangan (Tradable vs. Non-Tradable).

Agar kamu tidak salah strategi, perhatikan matriks komparasi jenis SBN berikut ini:

Karakteristik Utama ORI (Obligasi Negara Ritel) SBR (Savings Bond Ritel) SR (Sukuk Ritel) ST (Sukuk Tabungan)
Prinsip Pengelolaan Konvensional Konvensional Syariah Syariah
Sifat Perdagangan Tradable (Bisa dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder) Non-Tradable (Tidak bisa dijual sebelum jatuh tempo) Tradable (Bisa dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder) Non-Tradable (Tidak bisa dijual sebelum jatuh tempo)
Sifat Imbal Hasil (Kupon) Tetap (Fixed Rate) hingga jatuh tempo Mengambang dengan batas minimal (Floating with Floor) Tetap (Fixed Rate) hingga jatuh tempo Mengambang dengan batas minimal (Floating with Floor)
Tenor (Jatuh Tempo) Umumnya 3 Tahun & 6 Tahun Umumnya 2 Tahun & 4 Tahun Umumnya 3 Tahun & 5 Tahun Umumnya 2 Tahun & 4 Tahun
Fasilitas Early Redemption Tidak Ada (Bisa jual di pasar sekunder) Ada (Pencairan awal sebagian sebelum jatuh tempo) Tidak Ada (Bisa jual di pasar sekunder) Ada (Pencairan awal sebagian sebelum jatuh tempo)

Catatan: Minimal pembelian untuk semua instrumen SBN Ritel saat ini sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp1.000.000.

Keuntungan Absolut Berinvestasi di SBN

loader
Surat Berharga Negara

Mengapa manajer investasi dan perencana keuangan selalu mewajibkan SBN ada di dalam portofolio? Berikut adalah keuntungan tak terbantahkan dari SBN:

  1. Risiko Gagal Bayar 0% (Zero Default Risk): Ini adalah investasi teraman di Indonesia. Pembayaran pokok dan kupon SBN dijamin mutlak oleh dua undang-undang sekaligus (UU Surat Utang Negara dan UU APBN). Negara tidak akan pernah gagal bayar.

  2. Pajak Jauh Lebih Rendah dari Deposito: Imbal hasil SBN hanya dikenakan pajak final sebesar 10%. Bandingkan dengan bunga deposito perbankan yang dipotong pajak hingga 20%. Secara bersih (net return), SBN jauh lebih menguntungkan.

  3. Menciptakan Passive Income Bulanan: Kupon dibayarkan langsung ke rekeningmu setiap tanggal merah/jadwal tetap setiap bulannya. Sangat cocok untuk kamu yang ingin memiliki gaji tambahan atau menyiapkan dana pensiun.

  4. Potensi Capital Gain (Khusus ORI & SR): Karena bersifat tradable, ORI dan SR bisa kamu jual di pasar sekunder saat harganya sedang naik. Kamu tidak hanya mendapat kupon, tapi juga selisih harga jual (capital gain).

  5. Pahlawan Pembangunan Nasional: Dana investasimu digunakan langsung oleh negara untuk membangun infrastruktur, pendidikan, hingga fasilitas kesehatan di seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: Dear Investor, Begini Cara Lapor Investasi SBN di SPT Tahunan

Cara Beli SBN Secara Online (Protokol 4 Langkah)

Membeli SBN saat ini sangat mudah, 100% online, dan paperless. Namun, SBN hanya bisa dibeli selama Masa Penawaran yang jadwalnya ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.

Berikut adalah tahapan mengeksekusi pembelian SBN:

1. Registrasi via Mitra Distribusi (Midis) Resmi

Pemerintah bekerja sama dengan puluhan Mitra Distribusi (Midis) yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Midis ini meliputi Bank Umum (BCA, Mandiri, BRI, dll), Perusahaan Sekuritas (Mandiri Sekuritas, Trimegah, dll), hingga Fintech/Platform Investasi.

  • Lakukan pendaftaran di platform Midis pilihanmu untuk mendapatkan Single Investor Identification (SID) dan Rekening Surat Berharga (SRE).

2. Lakukan Pemesanan (Order)

Saat masa penawaran SBN (misal seri ORI026 atau SR021) resmi dibuka, masuk ke aplikasi Midis kamu. Baca Memorandum Informasi, lalu masukkan nominal pembelian (kelipatan Rp1 juta). Setelah pesanan terverifikasi, kamu akan mendapatkan Kode Billing (Kode Pembayaran).

3. Eksekusi Pembayaran

Segera bayar billing tersebut melalui ATM, Internet Banking, atau Mobile Banking (menu Penerimaan Negara/PNBP) sebelum batas waktu kedaluwarsa. Jangan sampai terlambat, karena kuota SBN nasional sering kali ludes diperebutkan investor dalam hitungan hari!

4. Konfirmasi dan Setelmen

Setelah pembayaran sukses, kamu akan menerima Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN). Alokasi SBN akan masuk secara resmi ke dalam portofoliomu pada tanggal penerbitan/setelmen yang ditentukan. Setelah itu, kamu tinggal bersantai menunggu transferan kupon pertama masuk ke rekeningmu bulan depan.

Kesehatan finansial dimulai dari fondasi pelindungan aset yang kuat. Jangan biarkan uangmu tergerus inflasi; amankan arus kasmu hari ini dengan mengoleksi instrumen SBN!

Hindari Risiko SBN dengan Strategi yang Tepat

Meski risiko investasi SBN sangat kecil, akan tetapi kamu perlu memperhatikan agar risiko tersebut tak terjadi yang membuat investasimu jadi rugi. Untuk itu, susun strategi investasi dengan tepat agar kamu bisa meminimalisir risiko investasi SBN. Misalnya saja, dengan memperhatikan waktu jual yang tepat, tidak menggadaikan SBN ke sembarang tempat atau orang dan lainnya.