Galau Saat Diterima Kerja tapi Gaji Kecil? Pertimbangkan 6 Hal Ini

Bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji tinggi adalah impian banyak orang. Faktanya, tidak mudah mencapainya karena persaingan dunia kerja semakin ketat.

Mulai dari tahap melamar kerja, psikotes, wawancara kerja HRD dan user sampai dengan lolos. Pastinya dalam hal ini, HRD punya lebih dari satu kandidat. Jadi bukan cuma kamu seorang.

Pasti senang ketika baru lulus sekolah/kuliah atau sudah lama menganggur, kemudian diterima bekerja. Tetapi bagaimana kalau ternyata gajinya kecil? Diambil atau tidak ya?

Galau mulai menyerang. Di satu sisi, daripada jadi pengangguran abadi, lebih baik terima saja. Itung-itung cari pengalaman. Namun di sisi lain, terselip ego, buat apa kerja jika tidak sepadan dengan gajinya.

Apalagi buat kamu yang bergelar sarjana. Orangtua sudah mengeluarkan uang banyak untuk membiayai anak kuliah sampai lulus, tetapi bekerja dengan gaji kecil. Ada rasa gengsi dan malu.

Kalau kamu masih galau, mau tolak atau terima, pertimbangkan beberapa hal berikut ini:

Baca Juga: Ada Resesi, Sebaiknya Menambah Penghasilan atau Mengurangi Pengeluaran?

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

 1. Cek perintilan gaji

Uang
Cek perintilan gaji

Umumnya perusahaan tidak hanya memberikan gaji pokok (gapok). Bahkan kadang gaji pokoknya kecil, tetapi perintilan atau fasilitas lumayan besar.

Contohnya ada uang lembur, uang transportasi, uang kesehatan, pulsa. Selain itu, kebijakan uang THR, bonus tahunan, dan lainnya.

Jadi perintilan dalam gaji ini bisa kamu jadikan bahan pertimbangan dalam menerima pekerjaan. Jangan hanya melihat dari gapoknya saja.

Misalnya saja, gapok Rp 3 juta, tetapi ada perintilan lain yang kalau ditotal bisa mencapai Rp 3 juta. Berarti kan kamu bisa mengantongi gaji Rp 6 juta sebulan. Gaji lumayan besar untuk ukuran fresh graduate.

2. Cek fasilitas gratis

Makan
Makan siang gratis

Selain perintilan gaji, ada perusahaan yang memberikan fasilitas-fasilitas gratis, seperti ada makan siang katering sehingga bisa hemat biaya makan, wifi, gym, laptop, antar jemput, dan fasilitas lainnya.

Tanyakan langsung saat wawancara kerja HRD atau ketika negosiasi gaji. Fasilitas gratis ini menjadi salah satu pemacu semangat karyawan bekerja. Dengan demikian, biarpun gaji kecil, tetapi kamu dapat menikmati fasilitas kantor secara gratis.

3. Citra Perusahaan 

Bank
Citra perusahaan

Gaji boleh kecil, tetapi kalau kamu bekerja di perusahaan yang punya rekam jejak oke, imej bagus, kenapa mesti ditolak.

Jadikan itu sebagai pengalaman atau batu loncatan. Ketika melamar pekerjaan lagi nantinya, kamu akan lebih dipertimbangkan. Bahkan bisa jadi dibajak perusahaan yang lebih besar.

Misalnya kamu diterima bekerja sebagai wartawan di media nasional top 3 di Tanah Air. Namanya jadi wartawan, meskipun di media besar, tetap saja gajinya kecil.

Terima saja pekerjaan tersebut. Toh suatu saat kamu bisa mencari pekerjaan yang sama di media lain dengan jabatan lebih tinggi dan gaji lebih besar. Atau banting stir ke perusahaan lain dengan gaji besar.

Baca Juga: 6 Keahlian yang Membuat Anda Layak Jadi Pemimpin di Perusahaan

4. Kesempatan berkembang 

karier
Kesempatan berkembang

Hal lain yang bisa kamu pertimbangkan kalau galau terima atau tolak suatu pekerjaan, adalah apakah perusahaan memberikan kesempatan berkembang bagi semua karyawan.

Baik dari segi soft skill, hard skill, promosi jabatan, pengalaman, pendidikan dan lainnya. Misalnya saja ada kesempatan untuk mendapatkan kursus atau pelatihan. Sehingga kemampuan, keahlian, dan kompetentimu dapat meningkat. Atau beasiswa pendidikan S2 gratis di kampus dalam dan luar negeri 

Jadi tak melulu semua harus diukur dari gaji saja. Belum tentu perusahaan yang menawarkan gaji besar, memberikan kesempatan berkembang bagi karyawannya. Ada juga yang pelit karena kamu sudah dibayar dari gaji.

Kalau keahlian dan kompetensimu meningkat, nilai jualmu bertambah. Kamu punya posisi tawar yang lebih tinggi jika melamar pekerjaan di kantor lain. Anggap saja ini investasi diri sembari menambah pengalaman kerja.

5. Lingkungan kerja nyaman 

Bos
Lingkungan kerja nyaman

Lingkungan kerja yang nyaman dan menyenangkan bisa bikin karyawan betah, walaupun gaji kecil. Tidak ada senior dan junior, kekeluargaan, suasana kantor dibuat kekinian. Jadi pertimbangkan hal ini juga.

Kamu dapat mencari tahu di internet, forum atau komunitas online. Biasanya ada saja yang memberi komentar, sehingga kamu punya gambaran tentang bekerja di perusahaan tersebut.

6. Tidak punya pilihan 

Pengangguran
Tidak punya pilihan

Kamu baru saja kena PHK? Atau jadi tulang punggung keluarga? Pastinya kalau berada dalam situasi seperti ini, kamu tidak punya pilihan lain. Diterima bekerja, ya ambil saja. Jangan sia-siakan kesempatan.

Manfaatkan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menabung atau investasi. Ingat, sisihkan untuk dana darurat. Begitu keuangan stabil, kamu dapat pindah bekerja di perusahaan dengan gaji lebih besar.

Kelola Gaji Kecil dengan Tepat 

Pekerjaan dengan gaji kecil? Why not. Kalau kamu mampu mengelola gaji kecil dengan tepat, maka hasilnya akan maksimal. Keuanganmu tidak akan mengalami krisis, dan hidup bakal tenang tanpa tumpukan utang.

Semangat bekerja, tingkatkan produktivitas, maka atasan akan melihat kinerjamu baik. Kamu akan menjadi orang kepercayaan atasan, naik jabatan, dan otomatis naik gaji.

Baca Juga: Luangkan Waktu 1 Jam Setiap Hari untuk Hal Ini agar Sukses di Segala Bidang