Hadapi New Normal, Ini Strategi Bank Indonesia Bantu UMKM Indonesia Bangkit

Pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan dampak buru bagi kesehatan tapi juga ekonomi. Dengan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki korban terjangkit Covid-19 terbanyak se-Asia Tenggara tentu saja efek buruk yang dirasakan oleh para pelaku bisnis di Indonesia pun cukup parah.

Dampak ekonomi pun dirasakan baik dari para pelaku bisnis skala besar sampai yang kecil (UMKM). Akibat dari dampak ini, banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dibanyak perusahaan juga banyak pula perusahaan terutama yang masih kategori startup dan UMKM terpaksa harus gulung tikar karena tidak mampu bertahan di tengah peraturan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di banyak kota besar yang menghambat pemasukan usaha.

Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah untuk membantu para pelaku bisnis terutama yang ada para pelaku UMKM untuk tetap bisa bertahan di masa krisis karena virus corona ini. Mulai dari keringanan bunga pinjaman, pemotongan biaya listrik dan penundaan pembayaran cicilan kredit usaha di berbagai bank.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

Menuju New Normal, BI Bantu Dorong UMKM untuk Bangkit Kembali dari Pandemi Corona

Bank Indonesia

Ikut bersama-sama membantu pemerintah untuk mengembalikan kesejahteraan para pelaku UMKM yang terkena dampak covid-19, BI (Bank Indonesia) mengeluarkan empat strategi untuk menyelamatkan UMKM.

Strategi BI ini pun disiapkan juga untuk mendukung kebijakan darurat Pemerintah yang terdapat pada Perppu no 1 tahun 2020 yaitu pertama, mengkomunikasikan kebijakan darurat covid 19 dan yang kedua, meningkatkan kapasitas UMKM melalui pelatihan virtual.

Dilansir dari Liputan6.com, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, menyebutkan ada tiga pilar kebijakan pengembangan UMKM Bank Indonesia, yakni korporatisasi, kapasitasi, dan pembiayaan.

“Potensi digital itu sangat cepat untuk menginklusi keuangan dan ekonomi UMKM. Kita sering membuat inklusi keuangan melalui bank, tapi tidak semua masyarakat membuka akun, dengan digital bisa lebih cepat,” kata Perry dalam webinar Transaksi Sehat Menggunakan QR Code Indonesian Standart (QRIS) di Masa Pandemi COVID-19 dan New Normal, Rabu (24/6/2020).

Karena saat ini perkembangan teknologi digital di sektor keuangan berkembang sangat pesat. Kebijakan sistem pembayaran pun difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik berbasis digital.

Baca Juga:  Cek Aturan Terkini Pengendara Motor, Ganjil Genap dan Sanksi Selama Masa Transisi PSBB

4 Strategi BI untuk Selamatkan UMKM dari Dampak Pandemi Virus Corona

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bank Indonesia (@bank_indonesia) pada

Dalam paket kebijakan darurat yang akan dilakukan oleh BI untuk membantu membangkitkan kembali UMKM Indonesia, terdapat empat aksi strategi yang berfokus pada inklusi ekonomi dan keuangan yaitu:

  • Sinergi kebijakan
  • Integrasi ekonomi dan keuangan digital,
  • Prioritasi
  • Edukasi serta literasi

Strategi ini tidak hanya untuk memperkuat inklusi keuangan tapi juga ekonomi, agar ekonomi Indonesia lebih maju terutama untuk para pelaku UMKM. Tidak hanya memajukan ekonomi Indonesia saja, BI juga bertujuan untuk membuat bisnis model usaha-usaha di Indonesia menjadi lebih modern untuk kedepannya.

Baca Juga: Investasi ORI 017 Dapat Kupon 6,40% per Tahun. Mau? Begini Cara Beli Obligasi Online

Peran BI dalam Pengembangan UMKM Indonesia

Sebagai salah satu upaya pelaksanaan mandat kebijakan makroprudensial khususnya dalam hal mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas serta peningkatan akses keuangan, BI juga memiliki peran dalam pengembangan UMKM. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama BI terkait UMKM adalah akses keuangan UMKM.

Dilansir dari situs Bank Indonesia, sebagai bank sentral Bank Indonesia berupaya untuk memberikan kontribusi yang terbaik melalui kebijakan pengembangan UMKM dalam meningkatkan akses keuangan UMKM untuk naik kelas. Selain itu, pengembangan UMKM BI bertujuan pula untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajerial SDM serta inovasi dari UMKM.

Kebijakan Pengembangan UMKM Bank Indonesia dimaksud selanjutnya diimplementasikan sebagai bagian dari program strategis Bank Indonesia sebagai berikut:

  • Memperkuat efektivitas kebijakan moneter dan bauran kebijakan BI untuk mencapai stabilitas nilai Rupiah;
  • Memperkuat sinergi bauran kebijakan BI dengan kebijakan fiskal dan reformasi struktural pemerintah dalam mengelola defisit transaksi berjalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan;
  • Memperkuat kebijakan dan surveilans makroprudensial untuk turut memelihara SSK;
  • Memperkuat kebijakan BI dan sinergi dengan kebijakan pemerintah dan OJK untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan digital;
  • Mengembangkan kebijakan BI yang bersinergi dengan pihak lainnya untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah; serta
  • Memperkuat kerjasama internasional untuk memperjuangkan kepentingan BI dan Republik Indonesia.

Bangkit dari Pandemi, Mari Bersama Saling Bahu Membahu Membangkitkan UMKM Indonesia

Tidak hanya kerja pemerintah saja dalam membantu para pelaku UMKM Indonesia untuk bisa kembali bangkit dari dampak pandemi corona. Kita sebagai masyarakat dan pelaku UMKM sendiri juga harus berkontribusi bersama membangun kembali ekonomi UMKM kita bersama.

Untuk para konsumen, usahakan untuk mengutamakan membeli dari pedagang lokal kita. Bantu mereka untuk kembali beroperasi kembali dengan baik. Dan untuk para pelaku UMKM, mari bekali diri dengan berbagai program pemerintah yang ditunjukan untuk membantu para pelaku UMKM agar bisa memanfaatkannya dengan maksimal.

Jangan hanya melek uang, tapi juga teknologi dan informasi penting seputar UMKM.

Baca Juga: Jam Jelang Kerja Kerap Padat, Pemerintah Rilis Aturan Jam Kerja se Jabodetabek