Kenali Ciri-Ciri Perusahaan Asuransi Mobil Tidak Kredibel Agar Tidak Dikecewakan

Semakin populernya penggunaan asuransi semakin banyak pula perusahaan asuransi bermunculan menawarkan berbagai penawaran menarik untuk melindungi mobil Anda. Memang, penggunaan asuransi pada mobil sudah seperti keharusan saat ini. Selain sebagai bentuk perlindungan, asuransi pada mobil juga dapat sebagai investasi perawatan

Namun, harus cermat dalam memilih perusahaan asuransi mana yang pantas untuk menjamin mobil yang dimiliki karena salah memilih perusahaan asuransi dapat membuat kecewa di kemudian hari.

Pilihlah perusahaan asuransi yang terpercaya dan memiliki rekam jejak bagus. Oleh karena itu simak ulasan berikut tentang ciri ciri perusahaan asuransi yang tidak kredibel agar tidak salah memilih perusahaan asuransi.

Tidak Terdaftar di OJK

logo ojk

logo OJK via blogspot.com

 

Cek terlebih dahulu tentang perusahaan asuransi yang akan dipilih, apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Perusahaan asuransi yang kredibel sudah pasti terdaftar di OJK, sedangkan perusahaan asuransi yang abal-abal tidak.

Cara mudah untuk mengetahui keterdaftaran perusahaan asuransi di OJK adalah dengan menghubungi layanan konsumen OJK yang tersedia di seluruh kantor regional di Indonesia. Selain itu, Anda juga dapat mencari tahu informasi tentang perusahaan asuransi tersebut lewat situs resmi ojk di www.ojk.go.id.

Pelayananan Klaim Asuransi yang Buruk

Perusahaan asuransi yang memiliki reputasi baik tentu saja tidak menyulitkan nasabahnya dalam hal klaim. Berbeda dengan perusahaan asuransi yang tidak kredibel, mereka memiliki prosedur klaim yang berbelit-belit hingga cenderung menyulitkan nasabahnya. Bahkan di beberapa kasus, banyak klaim asuransi yang ditolak dan ada juga yang dana pertanggungannya tak kunjung cair.

Kesulitan dalam hal mengurus klaim ini berdampak pada buruknya citra asuransi di masyarakat, padahal dalam mengurus klaim di perusahaan asuransi yang kredibel, prosedurnya tidaklah sulit. Anda hanya perlu mengumpulkan persyaratan yang diminta dan mengikuti prosedur yang diminta.

Baca Juga: Klaim Asuransi Ditolak, Ini 10 Alasannya!

Iming-iming Premi Murah

Premi murah yang ditawarkan oleh sejumlah perusahaan asuransi memang menggoda para calon nasabah untuk membelinya. Terlebih mereka datang dengan berbagai penawaran perlindungan yang menyeluruh untuk mobil yang dimiliki.

Anda patut curiga terhadap penawaran premi murah bahkan berkesan tidak wajar yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Hal ini dilakukan karena pada dasarnya premi yang dibayarkan sejalan dengan perlindungan yang diterima. Tidak mungkin dengan membayarkan premi yang harganya sangat murah, Anda mendapatkan perlindungan yang menyeluruh bahkan lengkap dengan segala macam perluasannya.

Agen Asuransi tidak Profesional

tidak profesional

agen yang tidak profesional via shutterstock.com

 

Penilaian bagus tidaknya sebuah perusahaan asuransi bisa dilihat juga dari agen asuransi yang dimilikinya. Sebuah perusahaan asuransi yang tidak kredibel umumnya memiliki agen asuransi yang tidak profesional. Ciri-ciri agen asuransi yang tidak profesional adalah:

  1. Selalu Menggampangkan Masalah

Agen asuransi yang tidak profesional umumnya menggampangkan segala masalah terkait dengan polis asuransi. Jika kita bertanya akan sesuatu hal yang meragukan, mereka berusaha sebaik mungkin untuk meyakinkan nasabah dengan memberitahu bahwa masalah tersebut akan segera selesai, padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Misalnya, Anda mempertanyakan bagaimana caranya jika klaim mobil yang lecet sedangkan asuransi yang dimiliki hanya Total Loss Only (TLO). Maka, agen akan meyakinkan bahwa asuransi TLO bisa juga me-cover mobil yang lecet, padahal tidak. Asuransi TLO hanya me-cover mobil yang rusak lebih dari 75% dan risiko kehilangan.

  2.Tidak Memiliki Pengalaman

Sebagai agen asuransi yang kredibel sudah seharusnya memiliki pengalaman dalam menangani konsumen. Hal ini karena salah satu peran agen asuransi adalah membantu konsumen dalam mengajukan klaim dan mengurus segala hal yang berkaitan dengan polis asuransi.

Tidak dengan agen asuransi abal-abal yang umumnya tidak tahu harus bagaimana saat Anda mengajukan klaim karena mereka tidak berpengalaman. Mereka cenderung akan meminta Anda untuk menunggu. Hasilnya, mereka akan membuat proses klaim berbelit-belit hingga membuat konsumen malas mengurusnya.

  3. Agen Sulit Dihubungi

Bayangkan saja jika untuk menghubungi agen via telepon saja sulit bagaimana untuk tetap berhubungan dengan agen asuransi terkait polis asuransi. Tidak mungkin Anda harus bolak balik datang ke agen tersebut. Padahal, agen yang baik harusnya responsif menjawab semua pertanyaan nasabahnya dan tidak menyulitkan.

Perusahaan Asuransi Tidak Memiliki Kelayakan Finansial

tidak punya uang

ilustrasi tidak memiliki kelayakan finansial via shutterstock.com

 

Sebaiknya, Anda tidak mendaftar ke perusahaan asuransi yang tidak jelas. Hal ini dilakukan karena bisa saja perusahaan asuransi tersebut tidak memiliki kelayakan finansial. Artinya, perusahaan tersebut tidak memiliki kecukupan dana untuk membayarkan klaim asuransi dari nasabahnya.

OJK telah menetapkan ukuran baku dari kelayakan finansial sebuah perusahaan asuransi dengan tingkat solvabiltas yang diukur dengan Risk Based Capital (RBC). Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajibannya, baik itu utang jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan RBC adalah tingkat keamanan finansial sebuah perusahaan asuransi.

Tidak Memiliki Perlindungan yang Maksimal

Perusahaan asuransi abal-abal umumnya tidak memberikan jaminan perlindungan dengan maksimal. Contohnya saja pada polis asuransi tertuang perjanjian jika terjadi kehilangan pada mobil, maka perusahaan asuransi akan menggantinya dengan mobil baru. Namun, pada kenyataannya perusahaan asuransi menggantinya hanya 80% dari harga mobil.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Mobil Pengganti Saat Klaim Asuransi

Tidak Menjelaskan tentang Pengecualian

Perusahaan asuransi abal-abal cenderung tidak akan memberitahu nasabah tentang pengecualian dalam polis asuransi. Praktik mudahnya, mereka tidak akan memberitahu konsumen tentang hal yang membuat polis asuransi ditolak atau tidak berlaku. Hal ini karena perusahaan asuransi abal-abal ingin mendapatkan keuntungan lebih dari nasabahnya.

Contoh kasusnya, perusahaan asuransi tidak diberitahu bahwa batas pengaduan klaim adalah 3 x 24 jam, karena tidak tahu Anda mengundur-undur waktu pelaporan klaim hingga 5 hari setelah kejadian. Saat klaim, otomatis asuransi akan ditolak tanpa ada pengecualian.

Menghindari Berkomunikasi Secara Tertulis

komunikasi telepon

komunikasi telepon via shutterstock.com

 

Perusahaan asuransi yang tidak kredibel umumnya menghindari berkomunikasi dengan nasabah secara tertulis. Mereka cenderung untuk berkomunikasi secara lisan. Hal ini mereka lakukan untuk menghindari adanya bukti dari janji penawaran yang mereka lontarkan kepada nasabah.

Contohnya, Anda meminta untuk menghapuskan perluasan perlindungan kebakaran dan huru-hara pada mobil agar premi yang dibayarkan lebih murah. Akan tetapi perusahaan asuransi hanya meng-iya-kan dengan pernyataan lisan, maka ada kecenderungan ada hal yang perlu diwaspadai. Hal ini karena perjanjian antara tertanggung dan penanggung dalam asuransi harus tertuang dalam perjanjian tulis.

Baca Juga: Cermati perbedaan Asuransi Mobil dengan Garansi Mobil

Teliti Terlebih Dahulu Kredibilitas Perusahaan Asuransi Sebelum Membeli

Ada baiknya sebelum membeli asuransi dari sebuah perusahaan asuransi, lakukan riset terlebih dahulu apakah perusahaan itu kredibel atau tidak. Anda bisa mencari tahunya lewat internet dengan mengakses website OJK atau dengan membaca testimoni-testimoni orang lain yang telah menggunakan asuransi tersebut. Apakah komentarnya baik atau buruk.

Selain itu, pastikan juga tentang peraturan yang tertuang dalam polis asuransi di awal sebelum membeli asuransi secara jelas. Jadilah nasabah yang aktif yang selalu bertanya jika tidak mengerti agar tidak terjebak akan peraturan yang tidak Anda ketahui nantinya.