Melihat Sumber Keuntungan Perusahaan Asuransi, Bermanfaat untuk Nasabah dan Perusahaan

Menjalankan sebuah bisnis harus memiliki tujuan yang jelas. Ada bisnis yang untuk mendapatkan keuntungan, memperoleh prestasi, membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat, menyediakan kebutuhan masyarakat, dan perlindungan finansial seperti asuransi. Secara umum, asuransi merupakan bisnis yang membantu menjaga dan melindungi keuangan, pendidikan, properti, hingga kesehatan pemiliknya terhadap risiko tertentu.

Ketika suatu hal terjadi, perusahaan asuransi memberikan penggantian uang sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Namun, sebaliknya, perusahaan asuransi bertanggung jawab memberikan perlindungan finansial. Tidak hanya untuk perorangan tetapi juga untuk pelaku bisnis.

Jadi, perusahaan asuransi merupakan “bantalan finansial” jika terjadi suatu hal yang tidak terduga. Selain melindungi, perusahaan asuransi juga dapat membantu pemilik asuransi dalam merencanakan keuangan.

Perusahaan asuransi dapat memperhitungkan potensi risiko yang mungkin akan mengganggu stabilitas finansial. Tujuannya ada pemilik asuransi dapat memiliki ketahanan finansial. Dengan melindungi ketahanan finansial, secara tidak langsung, perusahaan asuransi mampu membuat pemilik asuransi merasa lebih aman. Apalagi, pemilik dapat menggunakan asuransi dalam keadaan darurat, seperti ketika ada anggota keluarga yang sakit. 

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!
Pilih Jenis Perlindungan
Pilih Jenis Kelamin
Pilih Tanggal Lahir
Pilih Bulan Lahir
Pilih Tahun Lahir
Pilih Tipe Asuransi

Apakah Perusahaan Asuransi Mendapatkan Keuntungan?

loader

Tentu saja. Dalam bisnis asuransi, perusahaan mendapatkan keuntungan dari premi, denda, laba investasi, dan kompensasi dari pemilik asuransi. Dalam mendapatkan keuntungan, perusahaan asuransi melakukan underwriting atau proses seleksi nasabah.

Proses ini dilakukan untuk menelaah kemampuan nasabah berdasarkan kemampuan dan faktor risiko, seperti berdasarkan riwayat kesehatan, pendapatan tahunan, jenis pertimbangan dan faktor lainnya. Perusahaan asuransi juga mendapatkan keuntungan dari pembatalan polis nasabah.

Umumnya, hal ini disebabkan ketika risiko yang terjadi pada nasabah tidak ditanggung oleh asuransi atau tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, premi yang sudah dibayarkan nasabah akan menjadi keuntungan asuransi. 

Empat Sumber Keuntungan Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi memiliki berbagai strategi untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya dengan mempersiapkan formula hitungan premi hingga melakukan investasi dengan “meminjam” uang nasabah. Berikut adalah beberapa cara perusahaan asuransi dalam mendapatkan keuntungan. Cara ini cukup lumrah dilakukan dan aman selama tidak merugikan nasabah asuransi, khususnya tidak mengganggu proses klaim ketika dibutuhkan. Simak ulasannya. 

  1. Hitungan Premi

    Pendapatan perusahaan asuransi yang pertama adalah bersumber dari premi. Premi merupakan uang yang dibayarkan oleh nasabah asuransi dengan nominal yang telah ditentukan sebelumnya. Secara umum, premi dibagi menjadi dua bagian, yaitu premi murni dan premi muatan (loading).

    Biasanya, perusahaan asuransi memiliki perhitungan yang sudah dibuat berdasarkan biaya premi selama satu tahun. Setiap perusahaan asuransi pun memiliki standar perhitungan premi yang berbeda. Meski dengan uang pertanggungan (UP) sama, nilai premi setiap perusahaan asuransi kepada nasabah akan berbeda-beda. Oleh karena itu, perusahaan asuransi akan melakukan underwriting secara seksama agar dapat mengetahui risiko setiap nasabah dan keuntungan yang akan didapatkan. 

    Makanya, perusahaan asuransi juga memiliki kesepakatan polis yang berbeda-beda untuk setiap nasabah. Namun, perhitungan premi bisa saja berbeda dengan perkiraan kondisi nasabah. Untuk mencegah risiko kerugian lebih banyak, perusahaan asuransi akan membuat perjanjian dengan perusahaan reasuransi untuk menanggung bersama kerugian. 

  2. Premi Kelompok

    Cara selanjutnya untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan menawarkan premi kelompok. Strategi ini sering diterapkan kepada perusahaan yang memiliki program asuransi bagi karyawannya. Hal ini dilakukan karena premi kelompok lebih mudah ketimbang premi personal.

    Sebab, premi kelompok dibeli jalan jumah besar. Sama seperti premi biasa, premi kelompok bersumber dari pembayaran asuransi kesehatan, jiwa, dan kecelakaan. Selain itu, jenis asuransi ini bisa dibeli jangka panjang sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih lama.

    Selain keuntungan, premi kelompok juga membantu perusahaan asuransi untuk mengurangi risiko. Sebab, risiko yang harus ditanggung perusahaan dapat dibagi rata oleh semua karyawan anggota asuransi. 

    Premi kelompok juga menguntungkan karena dapat meningkatkan volume bisnis efisiensi operasional. Selain itu, perusahaan asuransi juga dapat berkesempatan membuka peluang bisnis di perusahaan klien berkat relasi yang sudah terjalin. 

  3. Insurance Float

    Sama halnya dengan model usaha lain, asuransi pun bisa mendapatkan laba yang disebut dengan insurance float . Keuntungan ini didapat ketika ada selisih antara premi yang dikumpulkan dengan klaim yang harus diberikan kepada nasabah. Insurance float dihitung per bulan. Keuntungan yang didapatkan untuk investasi di sektor lain untuk mendapat keuntungan tambahan. Banyak perusahaan asuransi mendapatkan keuntungan dari insurance float.

    Keuntungan ini digunakan untuk menutupi biaya operasional, seperti gaji karyawan, biaya pemasaran, dan biaya sewa. Insurance float juga membantu perusahaan agar mampu memenuhi kewajiban keuangan atau solvabilitas. Sebab, penting bagi perusahaan asuransi untuk menjaga kepercayaan nasabah dan regulator dengan keuangan yang stabil dan minim masalah.

    Selain itu, dengan insurance float, perusahaan asuransi juga dapat meningkatkan kepercayaan bagi calon nasabah. Misalnya saja dengan sanggup memberikan premi yang murah karena ada pendapatan internal yang dapat menutupi biaya klaim. 

  4. Investasi Produk Keuangan

    Terakhir, cara yang juga kerap dilakukan oleh perusahaan asuransi untuk mencari keuntungan adalah dengan melakukan investasi pada produk keuangan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, keuntungan dari insurance income digunakan untuk investasi, seperti obligasi, saham, dan properti.

    Selain dengan insurance float, perusahaan asuransi dapat menjual asuransi melebihi nilai yang diperlukan. Lalu, perusahaan akan “meminjam” premi untuk diinvestasikan ke obligasi, saham, retail, dan sukuk. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi perusahaan asuransi. Namun, tentu saja, sebagai gantinya, perusahaan harus memberikan keuntungan kepada nasabah, seperti mempermudah proses klaim.

    Sementara itu, investasi yang dilakukan dapat membantu perusahaan dalam menjaga keseimbangan risiko. Selain itu, investasi keuangan dapat membantu perusahaan asuransi untuk memenuhi kewajiban polis. Dari investasi keuangan pun, perusahaan asuransi dapat mengembangkan usaha. Salah satu alasannya adalah karena perusahaan dapat menggunakan hasil investasi untuk mengembangkan produk dan layanan baru. 

Itulah empat pendapatan yang menguntungkan bagi perusahaan asuransi. Jika dikelola dengan baik, keuntungan ini dapat membantu perusahaan asuransi untuk berkembang sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan nasabah. Namun, perlu diingat bahwa perusahaan asuransi pasti menggunakan perhitungan yang baik agar keuntungan-keuntungan ini bisa berputar. Jadi, jika kamu adalah nasabah asuransi, tidak perlu khawatir akan hal ini. 

Bisnis Asuransi: Menolong Sekaligus Menguntungkan

loader

Menjalankan bisnis asuransi memang tidak semudah jenis usaha yang lainnya. Sebab, tidak hanya memikirkan keuntungan saja, tetapi bagaimana agar bisa menjaga keuangan nasabah ketika hal terduga terjadi. Oleh karena itu, wajar jika perusahaan asuransi menerapkan berbagai skema demi mendapatkan keuntungan. Selain dipergunakan oleh perusahaan, keuntungan asuransi juga berdampak baik bagi nasabah karena klaimnya akan lebih cepat diproses.