Bisnis Makanan Tradisional: Peluang, Kisaran Modal dan Tipsnya

Makanan tradisional masih menjadi salah satu jenis makanan yang paling diminati oleh banyak orang. Rasanya yang khas membuat makanan daerah ini selalu banyak dicari dan disukai oleh berbagai kalangan sekaligus.

Pada dasarnya, makanan tradisional Indonesia sendiri sangat banyak jenisnya, sebab setiap daerah memiliki berbagai jenis makanan khas. Hal ini juga sekaligus membuat peluang bisnis yang satu ini masih terbilang menjanjikan hingga sekarang.

Baca juga: Ini Dia Makanan dan Minuman yang Wajib Ada saat Lebaran

Bingung cari pinjaman yang tepat? Cermati solusinya!

Bandingkan Pinjaman Kilat Terbaik Sekarang!  

Peluang Bisnis Makanan Tradisional

loader

Makanan Tradisional

Bisnis kuliner selalu menjadi salah satu incaran, terutama bagi pebisnis pemula yang baru akan terjun ke dunia bisnis untuk pertama kalinya. Di antara berbagai jenis kuliner, makanan khas Indonesia tentu menjadi salah satu yang paling layak untuk dijadikan pertimbangan.

Peluang bisnis makanan tradisional indonesia masih sangat cerah, mengingat peminat kuliner yang satu ini sangat besar. Makanan daerah seperti ini cocok dijual di mana saja, baik itu di pinggiran kota maupun di kawasan perkotaan yang terbilang besar.

Berbagai makanan makanan khas Indonesia ini tidak selalu mudah untuk ditemukan sehingga peluang sukses di bidang yang satu ini masih terbuka lebar. Jika ditekuni dengan cara yang tepat, bisnis makanan tradisional ini bahkan bisa saja sukses dalam waktu yang cepat.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa bisnis makanan tradisional sangat layak untuk dijadikan pilihan.

  1. Potensi Keuntungannya Besar

    Saat menjalankan bisnis, keuntungan tentu menjadi salah satu tujuan utama para pebisnis. Namun, jangan khawatir, sebab bisnis makanan tradisional Indonesia bisa memberikan potensi keuntungan yang besar dan terbilang stabil sepanjang tahun.

    Makanan khas Indonesia selalu ramai pembeli sehingga prospeknya begitu menjanjikan. Angka penjualan yang besar sangat mungkin didapatkan, apalagi jika sejak awal bisnis menyajikan berbagai menu pilihan. Bukan tidak mungkin, dalam waktu singkat saja bisnis ini berkembang dengan pesat.

  2. Dapat Dijalankan dengan Modal Minim

    Bisnis tentu tidak bisa dipisahkan dari modal. Sebab, hampir semua bisnis membutuhkan modal untuk membangunnya. Namun, jika berniat untuk menjalankan bisnis makanan tradisional, modal ini bukanlah sebuah masalah yang besar. Bisnis yang satu ini bisa dijalankan dengan modal minim sekalipun.

    Bisnis makanan daerah bisa dijalankan dalam skala kecil atau rumahan saja dengan menggunakan erbagai peralatan yang dibutuhkan menggunakan apa yang sudah ada. Untuk menghemat biaya tempat, manfaatkan saja halaman atau teras rumah sebagai tempat berjualan.

    Modal yang dibutuhkan hanyalah untuk membeli berbagai bahan baku saja. Ini tentu tidaklah terlalu besar, sebab pembelian bahan baku seperti ini bisa dilakukan secara rutin setiap harinya, tanpa membuat stok yang banyak di rumah. Jika sudah begini, modal terbatas tentu bukan alasan untuk menjalankan bisnis makanan tradisional.

  3. Mudah untuk Dijalankan Pemula

    Berbeda dengan jenis makanan lainnya yang kerap rumit untuk dibuat, makanan daerah pada umumnya cukup mudah untuk dibuat. Proses pembuatan berbagai makanan ini biasanya simpel sehingga mudah untuk dipelajari dan dipraktekkan.

    Kondisi di atas sangat menguntungkan, terutama bagi pebisnis pemula yang belum memiliki pengalaman di bidang kuliner. Jika belum menguasai dengan baik berbagai jenis makanan, menjalankan bisnis makanan ini dalam skala kecil terlebih dahulu juga tidak ada salahnya.

    Sambil mengembangkan bisnis tersebut, pebisnis bisa mengasah kemampuannya di saat bersamaan sehingga ke depannya bisnis makanan tradisional Indonesia tersebut menjadi lebih besar dan sukses.

  4. Mudah Mendapatkan Bahan Bakunya

    Makanan khas Indonesia pada umumnya dibuat dengan menggunakan berbagai bahan baku lokal saja. Bahan baku ini sangat mudah didapatkan, bahkan tersedia di pasar-pasar tradisional. Hal ini akan sangat menguntungkan dan membuat proses bisnis menjadi jauh lebih mudah dan lancar.

    Jika bisnis makanan ini sudah berkembang dan membutuhkan banyak bahan baku, pebisnis juga bisa melakukan kerja sama dengan pedagang yang menyediakan bahan baku, yakni dengan meminta mereka untuk mengantarkan langsung bahan baku tersebut secara rutin ke rumah. Selain menghemat waktu, cara ini juga akan menghemat biaya dan juga tenaga.

Baca juga: Makanan Khas Korea yang Mudah di Masak untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Kisaran Modal Bisnis Makanan Tradisional

Jika ingin menjalankan bisnis makanan daerah dengan sukses, menyiapkan modal yang tepat tentu menjadi poin wajib yang tak bisa diabaikan. Bisnis ini bisa dimulai dengan mengandalkan berbagai perabotan dapur yang sudah dimiliki, sehingga hanya beberapa perlengkapan tambahan saja yang perlu dibeli.

Selain itu, manfaatkan saja halaman atau teras rumah untuk menjadi lokasi bisnis. Cara ini akan sangat membantu, terutama jika modal bisnis yang dimiliki memang terbatas. Jika direncanakan dan dimulai dengan tepat, bisnis makanan tradisional Indonesia ini juga akan bisa berkembang dengan pesat.

Berikut ini adalah kisaran modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis makanan khas Indonesia.

Estimasi Modal untuk Membeli Peralatan
Peralatan Biaya
Peralatan Memasak (tambahan) Rp1.000.000
Meja dan Kursi Rp600.000
Etalase Rp500.000
Peralatan Saji atau Makan Rp400.000
Total Rp2.500.000
Estimasi Modal untuk Membeli Bahan Baku
Bahan Baku Biaya
Bahan baku kering (tepung, gula, dsb) Rp300.000
Bahan baju segar (sayuran) Rp500.000
Total Rp800.000
Total Modal yang dibutuhkan Rp3.300.000

Perkiraan modal di atas tentu bisa disesuaikan dengan skala bisnis yang akan dijalankan. Jika ingin memulai bisnis makanan tradisional ini dalam skala besar, akan dibutuhkan modal yang lebih besar lagi, apalagi jika ingin menyewa tempat tersendiri sebagai lokasi bisnis.

Namun sebaliknya, jika hanya ingin memulai bisnis ini dalam skala yang kecil saja, estimasi modal di atas tentu sudah lebih dari cukup untuk digunakan membangun bisnis makanan tradisional Indonesia ini.

Baca juga: 13 Ide Bisnis Makanan Ringan untuk Pemula

10 Tips Sukses Menjalankan Bisnis Makanan Tradisional

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjalankan bisnis makanan khas Indonesia dengan sukses.

  1. Rencanakan dengan Matang

    Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai bisnis ini adalah membuat perencanaan yang matang. Susunlah rencana bisnis yang tepat dan realistis sehingga bisa dilaksanakan dengan baik ke depannya.

  2. Pilih Menu-Menu yang Tepat

    Ada banyak sekali jenis makanan khas Indonesia yang bisa disajikan dalam bisnis ini. Namun, jika ingin berjalan dengan sukses, pastikan untuk memilih menu-menu makanan yang tepat, yakni yang disukai oleh banyak orang dan memiliki peluang bagus untuk dijual.

  3. Pilih Lokasi Bisnis yang Strategis

    Pilihlah lokasi bisnis yang strategis untuk menjalankan bisnis makanan ini dengan lebih mudah. Jika akan menyewa tempat, ada beberapa lokasi yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan, seperti kawasan perkantoran, sekitar pasar, lokasi kampus atau sekolah, perumahan yang padat, dan lainnya.

  4. Gunakan Bahan Baku Berkualitas

    Penting untuk selalu menggunakan bahan baku yang berkualitas, agar makanan tradisional yang dihasilkan juga lezat. Selain itu, bahan baku yang bagus juga tentu akan menghasilkan berbagai menu makanan yang lebih sehat dan baik untuk dikonsumsi.

  5. Jaga Kebersihan Makanan dan Lokasi Bisnis

    Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan makanan dengan baik, termasuk lokasi bisnis itu sendiri. Lap dan bersihkanlah meja-meja secara berkala sehingga bebas debu dan juga kotoran lainnya. Bisnis yang menjaga kebersihan tentu akan lebih mudah untuk disukai oleh pelanggan.

  6. Lakukan Promosi dengan Tepat

    Semua jenis usaha atau bisnis membutuhkan promosi agar dikenal oleh khalayak ramai, termasuk pada usaha kuliner tradisional yang dijalankan. Tanpa adanya promosi, usaha tidak akan berjalan dengan lancar karena sepinya pengunjung yang datang.

    Kini ada banyak sekali media promosi yang bisa digunakan, salah satunya, yaitu media, baik itu Facebook, Instagram, Twitter maupun Youtube. Banyaknya pengguna media sosial saat ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Misalnya, memposting foto makanan yang dijual dengan tampilan yang menarik, pastinya postingan tersebut bisa menyebar dengan cepat. Alhasil banyak orang yang melihat dan tumbuh rasa penasaran ingin mencoba makanan tersebut.

    Jika perlu, kamu bisa mengundang teman, saudara atau kenalan untuk datang ke restoran dan mencoba makanannya. Bisa juga dengan memberikan tester. Biasanya, mereka akan ikut mempromosikan makanan tradisionalmu ke teman lainnya jika mereka merasa puas dengan makanannya. Meski terbilang tradisional, promosi dari mulut ke mulut merupakan cara yang efektif juga untuk dilakukan.

  7. Berikan Layanan Terbaik

    Pelanggan akan loyal ketika mereka mendapatkan pelayanan yang baik saat membeli sesuatu. Bersikap profesional lah saat menjalankan bisnis makanan ini dan berikan layanan terbaik kepada semua pembeli yang datang. Hal ini akan membuat bisnis tetap ramai pelanggan dan bisa mendapatkan penjualan yang besar setiap harinya.

  8. Pertahankan Ciri Khas

    Setiap kuliner daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya jadi menarik. Ciri khas tersebut bisa dari rasa, tampilan, atau desain atau suasana restoran untuk menikmati kuliner tersebut. Misalnya, jika menjual kuliner khas Sunda, selain rasa pada setiap hidangan, kamu bisa menambahkan hiasan atau ornamen tertentu yang merupakan ciri dari asal kuliner tersebut.

    Tidak hanya dari segi desain atau rasa makanan saja, kamu juga bisa menciptakan ciri dari suasana restoran atau postingan media sosial. Misalnya, dengan menambahkan musik tradisional khas jawa barat seperti alunan musik tembang suling.

  9. Ciptakan Ide Kreatif dan Inovatif

    Menciptakan ide-ide yang kreatif dan inovatif pada usaha kuliner daerah yang dijalankan juga perlu dilakukan. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menarik perhatian dan lebih mudah dikenal banyak orang.

    Ide kreatif dan inovatif ini jangan cuma hanya diterapkan pada desain restoran atau postingan media sosial saja, tapi juga pada setiap masakan yang dijual. Misalnya, jika biasanya makanan dihidangkan dengan piring melamin atau beling, mengganti dengan anyaman rotan yang ditambah dengan potongan daun pisang. Bisa juga dengan mengganti kemasannya menjadi kemasan yang bernuansa kedaerahan.

    Kemudian, dari segi makanannya. Misalnya, yang biasanya ikan gurame digoreng biasa, coba dengan setiap sisi gurame dibelah terlebih dahulu, lalu ditambah bumbu serta tepung sehingga setelah digoreng, ikan gurame tersebut seperti memiliki sayap terbang dan rasanya juga sangat gurih dan renyah. Menyediakan berbagai jenis sambal juga bisa menjadi ide yang patut dicoba.

  10. Mintalah Masukan dari Pelanggan

    Tantangan yang didapatkan ketika membuka bisnis kuliner adalah bagaimana mendapatkan rasa yang sesuai dengan daerah asalnya. Kamu jangan sungkan untuk meminta masukan pada pengunjung, mulai dari rasanya sudah pas atau belum, penampilannya sudah sesuai atau belum dan sebagainya. Selain itu, tak ada salahnya juga melakukan hal seperti memadukan menu-menu kuliner dengan kreativitas baru namun tidak merubah ciri khas.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Makanan Korea yang Punya Peluang Menguntungkan

Manfaatkan Peluang Bisnis Makanan Tradisional dengan Baik

Makanan khas Indonesia selalu memiliki tempat khusus di hati banyak orang. Kenyataan tersebut sekaligus membuat peluang bisnis makanan daerah ini begitu cerah sehingga sangat layak untuk dicoba. Mulailah rencanakan dan manfaatkan peluang bisnis makanan tradisional dengan baik sehingga bisnis tersebut bisa mendatangkan banyak keuntungan dalam keuangan.