Mau Ajukan KPR? Pahami Dulu Pengaruh Laporan Kredit Terhadap KPR

Punya rumah impian masih menjadi target utama bagi generasi milenial dan Gen Z. Namun, dengan harga properti yang terus melambung, membeli secara tunai sering kali terasa tidak realistis. Inilah mengapa Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi favorit dengan sistem cicilan jangka panjang.

Saat bersiap mengajukan KPR, jangan hanya fokus pada uang muka atau lokasi rumah. Bank akan membedah laporan kreditmu secara detail untuk menentukan nasib pengajuan tersebut. Simak 7 pengaruh laporan kredit terhadap KPR dan cara memperbaikinya berikut ini.

Cek Laporan Kreditmu di Sini!  

7 Pengaruh Laporan Kredit terhadap KPR yang Perlu Diketahui

loader

Biasanya bank menggunakan data laporan kredit untuk melihat apakah nasabah termasuk kategori peminjam yang aman atau berisiko. Jadi sebelum mengajukan KPR, pahami dulu pengaruh laporan kredit terhadap KPR berikut.

  1. Menentukan Disetujui atau Ditolaknya Pengajuan KPR

    Seperti dijelaskan sebelumnya, laporan kredit bisa menentukan apakah pengajuan KPR disetujui atau tidak. Jika riwayat kredit menunjukkan pembayaran yang lancar dan tidak pernah menunggak, bank bisa lebih percaya untuk memberikan pinjaman. Sebaliknya, jika ada catatan kredit macet atau sering terlambat membayar cicilan, bisa dianggap memiliki risiko yang tinggi. Dalam beberapa kasus, laporan kredit yang buruk bahkan bisa langsung membuat pengajuan KPR ditolak.

  2. Menjadi Dasar Kepercayaan Bank

    Bank menggunakan laporan kredit untuk menilai tingkat kepercayaan terhadap pemohon pinjaman. Riwayat pembayaran bisa mencerminkan bagaimana nasabah mengelola pinjamannya. Jika selama ini pembayaran selalu tepat waktu, bank menilai bahwa pemohon sebagai nasabah yang bertanggung jawab.

    Sebaliknya, jika ada banyak catatan keterlambatan pembayaran, bank bisa menilai bahwa kemampuan mengelola utang masih perlu dipertimbangkan.

  3. Mempengaruhi Besar Pinjaman yang Diberikan

    Laporan kredit juga bisa memengaruhi jumlah pinjaman yang akhirnya disetujui oleh bank. Misalnya seseorang mengajukan KPR untuk rumah dengan nilai tertentu. Namun setelah melihat riwayat kredit dan kewajiban finansial lain, bank mungkin menilai kemampuan pembayaran sebenarnya lebih rendah. Jadi bank bisa menawarkan pinjaman dengan jumlah lebih kecil dari yang diajukan.

  4. Besarnya Uang Muka

    Dalam beberapa situasi, laporan kredit juga bisa memengaruhi besarnya uang muka atau down payment (DP) yang harus dibayarkan, lho. Jika laporan kreditmu kurang kuat, bank mungkin meminta DP lebih besar untuk mengurangi risiko pinjaman. Jadi sebaiknya persiapkan uang untuk DP sedikit lebih besar dari perkiraan kamu.

  5. Mempengaruhi Suku Bunga KPR

    Tidak banyak yang sadar kalau ternyata laporan kredit juga bisa berdampak pada suku bunga KPR. Beberapa bank memberikan penawaran bunga yang lebih kompetitif kepada pemohon dengan riwayat kredit yang sangat baik. Karena risiko gagal bayarnya cenderung lebih rendah.

    Sebaliknya, jika laporan kredit kurang oke, bank mungkin tetap menyetujui pinjaman tetapi dengan bunga yang sedikit lebih tinggi. Meskipun bunga yang ditawarkan tidak berebda jauh, tapi kalau tenornya panjang perbedaan kecil pada bunga yang diberikan bisa bikin total cicilan rumah jadi jauh berbeda.

  6. Menentukan Lama Proses Persetujuan

    Laporan kredit juga memengaruhi kecepatan proses pengajuan KPR. Jika riwayat kredit bersih dan tidak memiliki masalah, bank biasanya dapat memproses pengajuan lebih cepat. Tapi kalau banyak catatan keterlambatan atau kredit bermasalah, bank mungkin melakukan verifikasi tambahan yang bisa bikin proses persetujuan menjadi lebih lama.

  7. Mempengaruhi Persyaratan Tambahan dari Bank

    Dalam beberapa hal, laporan kredit dapat membuat bank memberikan persyaratan tambahan sebelum menyetujui KPR. Contohnya seperti, meminta dokumen keuangan tambahan, meminta jaminan tambahan, atau menyarankan tenor cicilan tertentu.

    Kalau diminta mengajukan dokumen tambahan, bukan berarti pengajuanmu akan ditolak, justru bank ingin memastikan bahwa pinjaman tetap aman bagi kedua pihak.

Hal yang Biasanya Bank Cek dalam Laporan Kredit

Sebelum memberikan persetujuan KPR, bank biasanya akan melihat beberapa hal penting dalam laporan kredit. Berikut beberapa hal yang jadi pertimbangan bank.

  1. Riwayat Pembayaran

    Riwayat pembayaran cicilan pastinya menjadi indikator utama dalam pengecekan bank. Apakah pembayaran yang dilakukan selalu tepat waktu atau malah macet-macet. Semua riwayat pembayaran kreditmu juga bisa menunjukkan kebiasaan kamu dalam mengelola keuangan, karena itu bank perlu melakukan pengecekan di riwayat pembayaran.

  2. Jumlah Utang yang Sedang Berjalan

    Selain riwayat pembayaran, bank juga melihat total cicilan yang sedang dimiliki, seperti kartu kredit atau kredit kendaraan. Semakin banyak cicilan yang berjalan, kemungkinan pengajuan KPR di-approve bisa sulit, terlebih jika kemampuan bayar dan jumlah pendapatan yang dimiliki saat ini tidak berimbang.

  3. Status Kredit di SLIK

    Di dalam sistem SLIK, memiliki status kolektibilitas. Status ini menunjukkan apakah kredit lancar atau bermasalah. Kalau status kredit termasuk lancar, peluang mendapatkan KPR biasanya lebih besar. Status ini biasanya jadi gambaran awal bagi bank untuk melihat kelayakan pengajuan KPR.

Baca juga: Cara Baca Laporan Kredit Cermati: Cek Riwayat Kredit dengan Mudah

Cara Memperbaiki Laporan Kredit Sebelum Mengajukan KPR

Jika ternyata laporan kreditmu tidak terlalu bagus, jangan khawatir. Masih ada beberapa cara untuk memperbaikinya.

  1. Bayar Semua Tagihan Tepat Waktu

    Cara paling ampuh adalah dengan disiplin membayar semua tagihan. Mulai dari kartu kredit, cicilan kendaraan, hingga pinjaman lainnya. Kalau bisa konsisten membayar selama beberapa bulan atau tahun supaya laporan kredit bisa membaik secara bertahap. Jadi kuncinya adalah konsisten dan disiplin.

  2. Kurangi Utang yang Tidak Perlu

    Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya mulai fokus untuk mengurangi cicilan lain terlebih dahulu. Semakin sedikit utang yang dimiliki, semakin baik penilaian bank terhadap kemampuan finansialmu. Yang terpenting, jangan sampai pengajuan KPR malah semakin memberatkan finansialmu.

  3. Cek Laporan Kredit Secara Berkala

    Saat ini masyarakat bisa mengecek laporan kredit secara mandiri melalui layanan resmi dari OJK ataupun melalui Cermati. Dengan melakukan pengecekan secara berkala, kamu bisa mengetahui apakah ada kesalahan data atau catatan yang perlu diperbaiki sebelum mengajukan pinjaman besar seperti KPR.

Baca juga: Bisa Dilakukan Kapan Pun, Begini Cara Cek Laporan Kredit di Cermati

Laporan Kredit Bisa Jadi Penentu Nasib KPR

Mempertimbangkan pengajuan KPR bukan cuma soal melihat jumlah penghasilan dan harga rumah, laporan kredit juga punya peran dalam proses persetujuan oleh bank.

Laporan kredit biasanya jadi gambaran tentang kebiasaan seseorang dalam mengelola pinjaman. Kalau riwayat pembayarannya baik, jumlah utang yang dimiliki sehat, dan tidak ada kredit bermasalah, peluang pengajuan KPR disetujui cukup besar.

Nah, kalau laporan kredit buruk bisa membuat proses pengajuan jadi sulit, bahkan bisa-bisa ditolak. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan riwayat kreditmu sejak dini supaya tidak kesulitan saat berencana membeli rumah melalui KPR nantinya.