Saatnya Bijak Gunakan Internet, Begini Cara Hapus Jejak Digital

Teknologi yang semakin canggih secara tidak langsung menuntut penggunanya untuk lebih cerdas dalam menggunakan teknologi termasuk dalam mengakses internet. Namun, hingga saat ini masih banyak pengguna yang tidak peduli atau kurang waspada dalam menggunakan internet.

Meski sepele, informasi diri yang dicantumkan di akun Facebook, Linkedin, Twitter bisa dikatakan jejak digital. Akhirnya jejak digital pada internet bisa memunculkan berbagai potensi yang negatif bagi penggunanya. Misalnya, pencurian data hingga perbankan. Hal ini tentunya, sangat merugikan pengguna digital.

Agar hal tersebut tidak terjadi dan Anda semakin waspada dalam menggunakan internet, sebaiknya simak ulasan berikut ini mengenai jejak digital hingga cara bijak berselancar di digital yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Pengertian Jejak Digital

jejak digital

Menurut TechTerms, jejak digital adalah jejak data yang muncul ketika seseorang menggunakan internet di perangkat komputer atau laptop, smartphone dan lainnya. Bentuk dan sumbernya pun bermacam, dari situs yang dikunjungi, email yang dikirimkan, dan informasi lain yang 'disetor' ke berbagai layanan online.

Pengguna internet juga perlu tahu bahwa terdapat 2 jenis jejak digital, yaitu:

  • Jejak Digital Pasif

Data yang ditinggalkan oleh pengguna tanpa disadari. Contohnya kecilnya saja, ketika seseorang hendak pergi ke suatu tujuan dengan mengandalkan aplikasi Google Maps pada smartphone sebagai penunjuk arah. Berbagai rute yang telah dilalui tanpa disadari akan terekam oleh digital.

Selain itu, ketika pengguna mengunjungi suatu laman untuk mencari berbagai informasi, maka server tempat situs tersebut akan menyimpan alamat IP (Internet Protocol) pengguna. Dari IP tersebut bisa diketahui internet service provider (ISP) yang dipakai hingga perkiraan lokasi pengguna mengakses situs tersebut.

  • Jejak Digital Aktif

Data yang secara sengaja dibuat atau ditinggalkan oleh pengguna. Contohnya, berupa unggahan foto, video dan status di berbagai media sosial yang dimiliki, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, Youtube dan lainnya. Bukan hanya itu saja, dokumen-dokumen yang dikirim melalui email juga akan meninggalkan jejak digital.

Baca Juga: Ngeri Penipuan Online Berkedok Unggah Foto Selfie dan KTP, Kenali 7 Cirinya

Jejak Digital Memiliki Potensi Merugikan Bagi Pengguna

kerja
Jejak digital bisa merugikan pengguna

1. Perusahaan Mempertimbangkan Pelamar Kerja dari Jejak Digital

Sekarang ini hampir semua perusahaan baik negeri maupun swasta tidak hanya melihat kriteria pelamar kerja dari dokumen CV saja. Akan tetapi, perusahaan juga melihat rekam jejak digital pelamar melalui akun media sosial yang sudah dicantumkan pada CV pelamar.

Dari unggahan foto, video, caption di media sosial tersebut perusahaan bisa melihat dan membaca karakter pelamar kerja secara langsung. Jika calon pelamar tersebut selalu mengunggah hal-hal yang negatif seperti kata-kata yang tidak sopan, maka perusahaan tentunya tidak akan menerima calon pekerja. Hal inilah yang membuat sekarang lebih sulit mendapatkan pekerjaan,

Begitu sebaliknya, jika pelamar kerja selalu mengunggah hal-hal yang positif, maka kemungkinan besar perusahaan akan menerima calon pelamar kerja tersebut.

2. Menimbulkan Pencemaran Nama Baik

Pencemaran nama baik tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, tapi seseorang juga bisa mencoreng nama baik di dunia maya. Mudah saja, orang tersebut akan membeberkan jejak digital Anda yang lalu melalui postingan di berbagai media sosial yang digunakan.

3. Seseorang Tak Dikenal Bisa Mengakses Data Pribadi

Masih banyak pengguna internet yang kurang menyadari bahwa jejak digital yang ditinggalkan bisa merugikan diri sendiri. Misalnya saja, menggunggah data pribadi dalam bentuk foto atau video seperti KTP atau SIM dan juga biodata yang dicantumkan pada sebuah akun media sosial atau situs lainnya bisa diketahui oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.

Dari data tersebut, seseorang atau pelaku bisa saja mengakses data pribadi Anda untuk hal lain yang membuat Anda merugi. Misal, mencantumkan data pribadi Anda untuk membeli barang-barang mahal, atau mendaftarkan data Anda untuk mengajukan pinjaman online dan lainnya.   

4. Pencurian Perbankan

Tak bisa dipungkiri sekarang ini banyak terjadi pencurian perbankan seperti pembobolan rekening, transaksi kartu kredit dengan jumlah jutaan tanpa disadari nasabah dan lainnya. Biasanya, oknum akan melakukan pencurian perbankan tersebut dengan mengandalkan data-data pribadi yang terekam pada digital.

Cara Hapus Jejak Digital

Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena jejak digital, sebaiknya segera cek kembali penulusuran internet yang pernah Anda lakukan. Setelah itu, jangan menunda waktu untuk menghapus jejak digital tersebut.

Tak perlu panik, berikut beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk hapus jejak digital yang dikutip dari akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Informatika (@kemenkominfo), di antaranya:

  • Bila berupa unggahan foto, video, dan status di media sosial, Anda bisa menghapusnya secara mandiri
  • Bila ingin menghapus akun secara keseluruhan di media sosial atau laman, maka Anda bisa mengikuti aturan dan cara masing-masing yang telah ditentukan
  • Anda juga bisa langsung menghubungi layanan customer service atau pemilik platform untuk mendapatkan informasi lengkapnya mengenai menghapus jejak digital atau akun yang dimiliki.
  • Mengatur akun Google untuk meningkatkan privasi dan mengurangi pengumpulan data, berikut caranya:

1. Pemeriksaan privasi: Pemeriksaan Privasi Google memungkinkan pengguna untuk mencegah Google menyimpan data dan aktivitas Google lainnya ke akun Google pengguna. Jangan lupa untuk menghapus history lokasi.

Pengguna juga dapat memilih untuk melarang Google menyimpan riwayat penelusuran dan tontonan di YouTube yang telah di tonton, kontak, informasi perangkat, aktivitas suara dan audio termasuk rekaman yang diambil dari interaksi dengan Asisten Google dan data lainnya.

Di bagian ini, pengguna juga dapat memilih apakah akan mengizinkan Google menggunakan informasi Anda untuk menyesuaikan iklan selama sesi penjelajahan atau tidak.

2. Pemeriksaan keamanan: Pemeriksaan keamanan Google dapat digunakan untuk menunjukkan perangkat mana yang memiliki akses akun termasuk ke laptop, PC dan handset.

Anda juga dapat menemukan daftar aplikasi dari pihak ketiga yang telah diberi izin untuk mengakses akun Anda.

3. Delete Me: Layanan penghapusan Google dapat digunakan untuk menghapus produk jejak digital atau menghapus akun Anda seluruhnya.

Baca Juga: Waduh, Rekening Dibobol Kembali Marak. Begini 6 Cara Jaga Kode OTP

Cara Bijak Menggunakan Digital

pengguna laptop
Bijak menggunakan digital

Mengingat dari jejak digital tersebut bisa menimbulkan kerugian, maka Anda perlu waspada dalam berinternet. Ada beberapa cara bijak dalam menggunakan digital, sehingga bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yaitu:

  1. Membaca syarat dan ketentuan ketika mengunduh aplikasi atau membuat akun media sosial
  2. Membuat password atau PIN (Personal Identification Number) yang unik dengan menggabungkan huruf, angka, dan simbol. Usahakan untuk menjaga password tersebut sehingga tidak ada orang lain yang tahu. Agar lebih aman, ubah password secara berkala.
  3. Mengunggal hal-hal yang positif di berbagai media sosial yang dimiliki
  4. Dilarang mengunggah informasi sensitif seperti data pribadi seperti KTP, SIM, Passport, PIN dan lainnya di media sosial
  5. Menghapus email, akun media sosial atau platform lainnya yang sudah jarang atau tidak terpakai lagi.
  6. Gunakan aplikasi penghapus postingan media sosial mulai dari foto atau video, likes, komentar yang pernah diunggah. Berikut beberapa aplikasi penghapus konten di media sosial bisa dalam jumlah banyak sekaligus, yaitu:
  • Instagram: Cleaner for Instagram
  • Facebook: Exfoliate
  • Twitter: Tweet Deleter
  1. Agar lebih aman ketika ingin mencari informasi, Anda bisa menggunakan mode samaran saat browsing di internet.
  2. Berhenti berlangganan mailing list atau newsletter

Pertimbangkan dengan Matang Saat Menggunakan Digital

Penggunaan digital yang sangat mudah membuat seseorang terlarut dalam menggunakan internet yang membuat pengguna tidak menyadari akan adanya sisi bahaya dari jejak internet. Untuk itu, Anda perlu mewaspadai di setiap kegiatan yang berhubungan dengan digital. Sebaiknya, pertimbangkan dengan matang, mana hal baik yang bisa dilakukan dan hal buruk yang harus ditinggalkan ketika berselancar di internet.

Baca Juga: Waspadai Modus Cyber Crime, Ini Cara Aman Transaksi Internet Banking