Suka Duka Jadi Wanita Karier Merangkap Ibu, Nomor 5 Bikin Kesal

Wanita tetap aktif bekerja setelah menikah? Bukan hal yang baru lagi. Sebagian dari mereka memutuskan berkarier sambil mengurus suami dan anak.

Banyak alasan yang melatarbelakangi keinginan tersebut. Salah satunya sebagai bentuk pengembangan diri, selain membantu ekonomi atau keuangan keluarga.

Wanita karier melakoni dua peran penting sekaligus, yakni sebagai karyawan dan ibu rumah tangga. Buat kamu yang sedang menjalankan tugas tersebut, sangat penting untuk dapat membagi waktu antara urusan kerja dan rumah tangga.

Baca Juga: Perlukah Punya Rekening Keluarga Setelah Menikah?

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Berikut ini enak dan tidaknya menjadi wanita karier:

Ibu dan Anak
Wanita karier yang sudah berkeluarga harus punya manajemen waktu yang baik

  • Harus pintar bagi waktu

Urusan keluarga dan pekerjaan pasti menyita banyak waktumu. Apalagi kalau sudah dikaruniai anak, tidak hanya satu, tetapi dua atau tiga anak. Tentu akan lebih repot lagi.

Pikiran dan perhatianmu bakal tercurah untuk menjalani dua tugas ini sekaligus. Selama seminggu dan 24 jam penuh.

Oleh karena itu, agar semuanya berjalan seimbang, kamu harus pintar membagi waktu. Harus punya manajemen waktu yang baik.

Mana prioritas yang perlu didahulukan, kamu wajib tahu. Semua ini tentu tidak mudah, karena keduanya sama-sama penting dalam kehidupanmu.

  • Punya gaji sendiri

Kamu sebagai wanita karier, pastinya punya penghasilan sendiri. Kamu juga masih mendapat jatah uang belanja dari suami setiap bulan atau setiap minggu.

Ini sih enaknya jadi wanita karier. Terlebih jika suami berpenghasilan pas-pasan, kamu dapat menutup kekurangan kebutuhan dari gajimu. Jadi, saling membantu.

Apabila dari uang yang diberikan suami sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sebulan, maka gajimu bisa ditabung atau diinvestasikan untuk masa depan. Seperti biaya pendidikan anak, tabungan pensiun, dan lainnya.

Dengan punya penghasilan sendiri, kamu juga bisa membeli barang-barang yang kamu butuhkan, seperti kosmetik, perabotan dapur, atau belanja pakaian dan tas.  

Baca Juga: 6 Tips Atur Keuangan Ketika Pasangan Resign Kerja

  • Jarang memanjakan diri

Saking sibuknya mengurus pekerjaan dan keluarga, kamu jadi jarang memanjakan diri sendiri. Misalnya pergi ke salon untuk creambath, atau sekadar luluran saat mandi.

Wanita karier selalu mengutamakan tugas mulianya. Kalaupun ingin jalan-jalan, tetap saja ujung-ujungnya ingat anak dan suami.

Bagi kamu si wanita karier, lebih baik pergi bersama keluarga dibanding sendiri. Dan saat bekerja pun, kamu tidak akan lupa menelepon mereka meski sebatas bertanya kabar.

Ibu dan Anak
Wanita karier harus mengutamakan keluarga tanpa melupakan urusan kantor

  • Berkarya dan bermanfaat bagi banyak orang

Bekerja bukan sekadar untuk mencari uang. Tetapi juga menerapkan ilmu, keahlian, dan keterampilan yang dimiliki agar kemampuan berkembang.

Itulah kebahagiaan sesungguhnya. Terlebih tanpa melupakan keluarga, sehingga tetap dapat memberikan yang terbaik bagi suami dan buah hati tercinta.

Pekerjaan mungkin saja menyita banyak waktu, namun tidak berarti jadi halangan untuk mengabdi dan berbagi ilmu kepada perusahaan, klien, rekan kerja, dan banyak orang.

  • Dinyinyirin orang lain

Gunjingan, sindiran, nyinyiran, sudah hal biasa yang dialami wanita karier. Umumnya terkait dengan rumah tangganya.

Misalnya suami dan anak sering ditinggal keluar kota untuk urusan dinas. Jika terjadi hal demikian, kamu yang disalahkan tetanggamu karena tidak ada waktu untuk mereka.

Dalam kondisi tertekan, kamu atau banyak wanita karier yang akhirnya memutuskan berhenti bekerja. Penyebabnya seringkali bukan datang dari pasangan, tetapi justru lingkungan sekitar.

Baca Juga: Menantu Idaman: Jadilah Istri yang Telaten Mengatur Keuangan!

  • Dukungan keluarga menjadi penyemangat

Saat tekanan muncul dari eksternal, dukungan keluarga menjadi penyemangat utama, seperti suami, anak-anak, orangtua, dan keluarga dekat.

Dukungan mereka menjadi energi positif bagimu dalam menghadapi yang padat dan melelahkan. Kalau suami dan anak-anak mendukung serta memberimu kepercayaan, maka kamu akan menjalani hari-hari dengan bahagia.

Tak peduli omongan orang lain. Toh, kamu bekerja untuk masa depan keluargamu. Kamu makan tidak dari uang mereka. Jadi, jangan hiraukan selagi kamu bekerja dengan halal dan jujur.

Keluarga
Sepulang kantor atau weekend sempatkan untuk berkumpul bersama keluarga

  • Berkumpul bersama keluarga adalah momen berharga

Setelah kesibukan yang menyita energi, berkumpul bersama keluarga menjadi momen yang ditunggu. Misalnya saat weekend atau pulang kantor.

Biasanya saat kamu pulang kerja, rasa penat dan lelah hilang seketika setelah bertemu anak. Sebab mereka adalah kebahagiaan terbesar untukmu.

Kamu tidak ingin melewatkan tumbuh kembang mereka meski bekerja. Keluarga tetap menjadi prioritas utama dalam kehidupanmu. 

Pekerjaan Lancar, Rumah Tangga Harmonis

Jika kamu pandai dalam membagi waktu, pekerjaan dan rumah tanggamu dijamin lancar-lancar saja. Pekerjaan berjalan mulus, rumah tangga tetap harmonis dan makin mesra.

Baca Juga: Corona Belum Reda, Begini Cara Siapkan Dana Kebutuhan Keluarga