Walau Sibuk Kerja, Bunda Bisa Lancar Jaya Beri ASI Eksklusif Dengan Cara Ini

Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan untuk setiap pasangan. Begitu anak lahir ke dunia, tugas seorang ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Manfaat memberikan ASI eksklusif sangat besar bagi tumbuh kembang anak.

Buat ibu rumah tangga atau yang tidak bekerja, memberikan ASI eksklusif mungkin akan terasa lebih mudah. Tapi bagaimana untuk ibu yang sehari-hari bekerja di kantor alias wanita karier?

Jika kita lihat, banyak ibu-ibu yang notabene-nya bekerja, tetap bisa memberikan ASI eksklusif. Mereka biasanya memompa air susu, kemudian disimpan di kulkas untuk stok anak. Dengan begitu, anak tak akan kekurangan air susu ibu yang sangat penting bagi perkembangannya.  

Pemberian ASI eksklusif memiliki manfaat baik bagi buah hati Anda, di antaranya memberikan nutrisi lengkap, melindungi bayi dari kuman atau bakteri, membuat bayi tumbuh sehat dan cerdas, mencegah malnutrisi dan diare, hingga mengurangi risiko kanker.

Untuk para ibu yang bekerja atau wanita karier, berikut tips tetap lancar memberikan ASI eksklusif bagi anak:

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Bunda Wajib Tahu

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

1. Memompa ASI di Kantor

ASI
Memompa ASI di kantor

Menurut hukum Indonesia, Ibu menyusui masih bisa melakukan kegiatan menyusui, baik membawa anak ke kantor atau memompa ASI saat di kantor. Aturan itu tertuang di Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Akan tetapi, faktanya jarang sekali ibu yang membawa bayinya ke kantor demi untuk menyusui. Jalan satu-satunya adalah memompa ASI di kantor, misalnya saat jam istirahat atau setelah menunaikan ibadah solat bagi karyawan muslim. Saat mengerjakan laporan pun bisa memompa ASI.

Anda dan karyawan yang masih menyusui anak, sebetulnya bisa meminta kepada perusahaan agar memberikan ruang khusus untuk memompa ASI. Bahkan meminta fasilitas penyimpanan ASI.

2. Siapkan ASI Sejak Malam

ASI
Siapkan ASI sejak malam

Agar Anda tenang bekerja, sekaligus tetap bisa memberikan ASI eksklusif, Anda dapat menyiapkan ASI sejak malam hari. Memompa ASI dan menyimpannya di kulkas untuk kebutuhan anak esok hari. Jangan lupa membawa perlengkapan pompa ASI, kotak pendingin dalam tas khusus untuk dibawa ke kantor.

3. Buat Jadwal Menyusui atau Memompa ASI

ASI
Buat jadwal menyusui atau memompa ASI

Bila kantor membatasi hak karyawan soal aturan menyusui, Anda harus membuat jadwal untuk melakukan hal tersebut. Susun jadwal dan waktu kapan anak harus disusui atau diberi ASI eksklusif. Jika sudah, Anda jadi bisa tahu kapan waktunya harus memompa ASI.

Dengan jadwal tersebut, kegiatan pemberian ASI eksklusif tetap dapat dilakukan tanpa bentrok dengan jam kerja. Sebagai contoh, menyusui anak sebelum berangkat ke kantor di pagi hari. Memompa ASI begitu sampai di kantor untuk jatah siang hari.

Saat ini banyak kok jasa antar jemput atau kurir ASI dari kantor ke rumah. Jadi jangan takut ASI Anda basi, sehingga bayi Anda terlantar tanpa minum ASI.

Baca Juga: Bikin Melongo, Segini Biaya Ikut Program Bayi Tabung demi Punya Anak

4. Gunakan Pompa Elektrik

ASI
Gunakan pompa elektrik

Biasanya kegiatan memompa ASI butuh waktu lama. Apalagi kalau menggunakan pompa manual. Agar lebih cepat menyedot ASI, gunakan pompa ASI elektrik. Jangan lupa untuk bawa charger atau powerbank untuk jaga-jaga baterai habis sehingga menghambat kegiatan pompa ASI ini.

5. Menyimpan ASI di Freezer

ASI
Menyimpan ASI di kulkas atau freezer

ASI perlu disimpan di freezer setelah dipompa sebelum berangkat kerja. Hal ini dilakukan agar kandungan gizi ASI terjaga baik dan tetap segar. Selain itu, menyimpannya di freezer bisa jadi stok atau persediaan anak ketika Anda sedang sibuk bekerja. Pengasuh atau baby sitter di rumah dapat memberikannya ke anak Anda.

6. Pakai Baju Khusus Busui

ASI
Pakai baju atau bra khusus busui

Memakai pakaian khusus untuk ibu menyusui alias busui akan lebih memudahkan Anda dalam pemberian ASI eksklusif. Biasanya baju dengan kancing atau resleting di depan agar mudah membuka dan menutup saat memompa ASI.

Warna pakaian sebaiknya juga yang gelap supaya kalau ASI menetes atau ada noda, tidak terlihat. Penggunaan bra untuk busui sangat dianjurkan. Anda dapat menyimpannya di meja atau loker di kantor Anda sebagai cadangan.

Semangat Terus Wahai Ibu Pejuang ASI

Siapa bilang wanita karier tidak bisa memberi ASI eksklusif untuk sang bayi? Zaman sekarang sudah serba canggih. Banyak cara untuk tetap menyuguhkan ASI eksklusif selama 6 bulan, meski pekerjaan sedang numpuk. Perlu komitmen dari si ibu untuk semangat menyusui anak.

Baca Juga: Biar Gak Bingung, Ini Persiapan Ibu Hamil di Trimester Satu, Dua, dan Tiga