Waspada Tindak Kejahatan Skimming! Begini Cara untuk Tidak Menjadi Korban

Kemajuan teknologi dilakukan dengan tujuan utama untuk mempermudah kehidupan manusia. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri jika melalui kemajuan teknologi pula tindak kejahatan bisa dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satu contohnya adalah aksi kriminal yang dikenal dengan istilah skimming. 

Skimming sendiri merupakan tindakan kejahatan yang merugikan nasabah sebuah bank. Meski sudah cukup lama terjadi, korban dari aksi kriminal tersebut hingga kini masih banyak yang berjatuhan. Pihak jasa keuangan dan juga bank pun telah melakukan berbagai peningkatan pada fitur keamanan transaksi nasabah agar tidak bisa diretas oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Akan tetapi, tak sedikit nasabah yang belum mengetahui tentang bagaimana pelaku kejahatan tersebut beraksi. Bahkan, cukup banyak kasus skimming ATM yang terjadi merupakan akibat kesalahan atau sikap kurang berhati-hati dari nasabah sehingga uangnya raib hingga ratusan juta.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan aksi kriminal skimming itu? Bagaimana pula cara agar tidak menjadi korban tindak kejahatan tersebut? Nah, agar Anda terhindar dari kegiatan skimming dan kehilangan uang, simak penjelasannya berikut ini. 

Baca Juga: Ini Modus Kejahatan yang Mengincar Uang Elektronik dan Cara Antisipasinya

Apa Itu Skimming?

skimming

Skimming adalah tindak kejahatan yang menyerang nasabah bank yang menggunakan layanan kartu debit atau kartu kredit. Saat melakukan tabiatnya, pelaku skimming dapat mengambil uang yang disimpan nasabah pada rekening bank melalui informasi di kartu ATM atau kartu kredit.

Secara singkat, yang dimaksud dengan skimming adalah aksi pencurian informasi pada kartu debit atau kartu kredit. Pelaku kejahatan tersebut mendapatkan informasi tersebut dengan cara menyalin data yang ada di strip magnetik kartu debit atau kartu kredit secara ilegal. Dengan begitu, pelaku dapat mencuri dana milik korban tanpa diketahui oleh pemiliknya. 

Aksi ini dapat terjadi saat nasabah menggunakan layanan ATM. Mesin ATM yang berlokasi di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian seringkali menjadi target oknum skimming melakukan aksinya. Pasalnya, ATM di lokasi-lokasi tersebut biasanya kurang mendapatkan pengawasan dan pengamanan yang memadai.

Pelaku memilih lokasi ATM yang sepi karena mampu memasang mesin skimmer dengan lebih mudah. Oleh karena itu, penting dipahami bagi nasabah untuk sebaiknya menggunakan mesin ATM yang berada di dekat kantor bank bersangkutan ataupun yang cukup ramai digunakan oleh nasabah lainnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sangat dianjurkan untuk mengaktifkan fitur pemberitahuan atau notifikasi yang dapat menunjukkan adanya transaksi pada kartu debit atau kartu kredit. Biasanya, pihak bank telah memiliki fitur notifikasi yang bisa dilakukan via SMS ataupun yang lainnya. 

Jika ternyata benar Anda menjadi korban skimming ATM, transaksi yang dilakukan oleh pelaku akan langsung dilaporkan melalui notifikasi tersebut. Anda pun dapat langsung mengajukan laporan dan pemblokiran kartu kepada pihak bank sehingga pelaku tidak bisa lagi melakukan aksi skimmingnya. Jadi, pastikan fitur ini telah aktif agar dapat mengetahui transaksi apa saja yang terjadi pada kartu debit maupun kredit.

Ciri-Ciri Mesin Skimming

Mesin skimming yang dipasang oknum kejahatan tersebut di mesin ATM juga biasanya dapat diketahui melalui bentuk fisiknya. Mesin skimming biasanya terpasang pada tempat masuknya kartu di mesin ATM. Jika mencurigai ada alat yang aneh dan tidak terlihat seperti mesin ATM pada umumnya, sebaiknya urungkan niat untuk melakukan transaksi pada mesin ATM tersebut. 

Pemahaman nasabah mengenai mesin skimming juga perlu dimiliki agar tidak menjadi korban. Tidak sulit sebenarnya untuk mengetahui apakah mesin ATM sudah terpasang alat skimming atau tidak karena memang bentuk dan warnanya terlihat mencurigakan. Akan tetapi, karena kurang berhati-hati atau mungkin menggunakan mesin ATM dengan terburu-buru membuat nasabah menjadi tidak awas melihat bahwa alat skimming sudah terpasang.

Baca Juga: Awas Skimming! Hindari Gesek Kartu Kredit dan Debit di 6 Tempat Ini

Tips agar Terhindar dari Tindakan Skimming

  1. Manfaatkan Fasilitas Kartu Kredit Virtual

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari aksi skimming kartu debit atau kredit. Salah satunya adalah dengan menggunakan kartu kredit virtual. Sebagian dari Anda mungkin belum mengetahui tentang apa itu kartu kredit virtual.

    Ringkasnya, layanan tersebut merupakan nomor sementara yang dapat memungkinkan nasabah memakai kartu kredit asli tanpa harus memaparkan informasi kartu tersebut ke pihak yang bersangkutan. Nasabah dapat menggunakan kartu kredit virtual ini sekali, atau beberapa kali tergantung pilihan nasabah. 

    Jika ternyata kartu kredit virtual tersebut terkena skim, maka Anda tidak perlu mengganti atau memblokir kartu kredit asli Anda. Melainkan, Anda hanya perlu menutup nomor kartu virtual tersebut. Fitur kartu virtual dapat dibuat melalui situs Privacy.com, dan bisa juga melalui situs resmi penerbit kartu. 

  2. Gunakan Fitur Pembayaran Online

    Berdasarkan pemaparan dari pakar strategi keamanan perusahaan cyber security VMware Carbon Black, Rick McElroy, transaksi pembayaran online sebaiknya dilakukan melalui prosesor third-party, seperti Venmo atau PayPal. Jika situs pengecer memiliki pilihan pembayaran tersebut, Anda sebaiknya memilih pilihan tersebut ketimbang menggunakan kartu kredit atau bahkan debit. 

    Pasalnya, jika proses pembayaran dilakukan melalui PayPal atau yang layanan serupa, pihak situs tidak bisa melihat informasi pribadi pembeli. Yang dapat terlihat dari pengguna layanan pembayaran PayPal hanyalah alamat email yang digunakan. Jadi, informasi pribadi tidak akan dicuri dan digunakan untuk melakukan skimming. 

  3. Jangan Mudah Tergiur dengan Tawaran Hadiah

    Mendapatkan penawaran barang gratisan atau voucher belanja memang sangat sulit untuk ditolak. Namun, dibalik penawaran hadiah tersebut, bisa saja Anda merupakan target dari pelaku aksi kriminal skimming. Dalam kata lain, ketahui dulu seluk beluk pemberi tawaran hadiah tersebut sebelum menerimanya mentah-mentah. 

    Taktik pemberian hadiah ini memang bukan rahasia baru dalam kasus skimming. Meski begitu, masih ada saja nasabah yang mudah tergiur dengan tawaran tersebut dan memberikan informasi kartu debit atau kreditnya secara begitu saja. Pelaku pun dapat lebih mudah melancarkan aksinya dan mencuri uang dari Anda.

    Oleh sebab itu, ketahui dulu dalam rangka apa suatu pihak menawarkan hadiah kepada Anda. Jika sudah terlanjur pernah menerima tawaran hadiah yang mencurigakan seperti ini, segera lakukan kontrol pada transaksi kartu debit atau kartu kredit. Dengan begitu, dapat diketahui apakah tawaran yang diterima tersebut merupakan upaya tindakan skimming atau bukan. 

  4. Lakukan Monitoring Rekening Bank Secara Berkala

    Tips terakhir adalah melakukan monitoring pada rekening bank secara berkala. Beberapa nasabah mungkin tidak tahu jenis transaksi apa yang sudah membuat informasi pribadinya diketahui oleh pelaku skimming. Bahkan, terkoneksinya gadget, seperti laptop dan smartphone, pada wifi publik bisa menjadi celah bagi pelaku untuk mengambil data pribadi Anda. 

    Kebocoran data dari situs yang pernah dikunjungi juga bisa menjadi penyebab aksi skimming ini bisa terjadi pada seseorang. Kemajuan teknologi dan kecanggihan sistem keamanan digital juga biasanya dapat diretas oleh pelaku yang dapat mengetahui celahnya. Oleh sebab itu, sikap proaktif dari nasabah kartu debit maupun kartu kredit sangat diperlukan agar tidak menjadi korban aksi skimming yang merugikan.

    Cara mengontrol kegiatan di rekening bank yang dimiliki sebenarnya juga tidak terlalu sulit dilakukan. Nasabah hanya perlu meminta laporan dari bank ataupun penyedia kartu kredit dan melihat transaksi apa saja yang sudah dilakukan. Jika ada transaksi yang dirasa tidak pernah dilakukan atau mencurigakan, tidak ada salahnya untuk mengkonfirmasinya dengan pihak bank atau penyedia layanan kartu kredit. 

    Bila perlu, buat pula peringatan di ponsel setiap kali melakukan transaksi. Dengan begitu, nasabah dapat mengetahui adakah transaksi asing pada kartu kredit atau debit yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab dan melaporkannya kepada pihak yang bersangkutan.

Waspadai Aksi Skimming Setiap Kali Bertransaksi Menggunakan Kartu Debit maupun Kredit

Tidak ada yang bisa mengetahui dengan pasti mengenai risiko tindak kejahatan digital seperti skimming. Agar bisa terhindar dari aksi kriminal tersebut, selalu pahami jika Anda bisa saja menjadi korban setiap kali akan melakukan transaksi menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Oleh karena itu, usahakan selalu melakukan cara untuk terhindar dari aksi skimming di atas setiap akan melakukan transaksi secara digital.

Baca Juga: Waspadai Uang Hilang di ATM, Lakukan Ini Hindari Penipuan Skimming