6 Tips Aman Investasi Saham dan Reksadana Online

Berkat perkembangan teknologi, investasi pun telah merambah ke dunia digital secara online. Investasi jadi lebih mudah, serta dapat dilakukan kapanpun dan di manapun.

Salah satunya investasi di pasar modal, seperti investasi saham maupun reksadana. Perusahaan sekuritas sebagai perantara atau jembatan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan investor menawarkan platform investasi online.

Sama seperti investasi secara offline, investasi online juga mesti berhati-hati. Sebab, semakin canggih teknologi, semakin canggih pula kejahatan yang mengintai.

Banyak modus yang digunakan penjahat atau hacker untuk mengambil keuntungan darimu. Oleh karenanya, begini tips aman investasi saham dan reksadana online.

Baca Juga: Mau Investasi Online? Ini 3 Situs Penyedia Informasi Reksadana Gratis Terbaik

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

loader

1. Pilih sekuritas yang terdaftar di OJK

Saat ini, banyak platform investasi online yang bisa ditemukan dengan mudah dari perusahaan sekuritas. Pastikan kamu memilih sekuritas yang merupakan anggota BEI dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Selanjutnya telusuri rekam jejaknya agar kamu aman dan nyaman berinvestasi. Dengan begitu, kamu tidak terjerat investasi di perusahaan bodong. Tidak mau kan modalmu raib gara-gara mempercayakan uang di sekuritas abal-abal?

2. Pahami seluk beluk saham dan reksadana

Sebelum investasi, kamu harus mempelajari tentang instrumen investasi yang dipilih, apakah saham atau reksadana. Keduanya berbeda. 

Saham adalah surat berharga perusahaan. Investasi saham berarti kamu membeli saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Itu artinya kamu menjadi pemilik perusahaan tersebut. Kamu berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar secara berkala dan mendapatkan dividen atau pembagian keuntungan perusahaan.

Sedangkan reksadana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau pemodal yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI) yang sudah mendapat izin dari OJK.

Dengan memahami pengertian, untung dan rugi atau risikonya, kamu dapat menentukan investasi terbaik dan sesuai dengan profil risikomu.

3. Cari yang punya sistem keamanan canggih

Jika ingin aman ketika investasi online, platfotm yang disediakan harus memiliki sistem keamanan canggih dan berlapis. Jadi, tidak hanya menggunakan password saja sebagai proteksi. Tetapi juga ada kode OTP, sampai kode PIN sebagai langkah verifikasi.

Dengan begitu, data pribadi maupun transaksi yang kamu lakukan di platform investasi online tetap terjaga dan terlindungi dari serangan hacker.

Baca Juga: Cara Buka Rekening Saham Online: BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Panin Sekuritas, dan IPOTGO

4Gunakan jaringan internet pribadi

Ketika ingin bertransaksi atau melakukan aktivitas investasi online di luar rumah, pastikan memakai jaringan internet pribadi. Apakah bawa modem internet sendiri atau tetring dari ponsel.

Yang pasti, hindari menggunakan wifi publik. Sebab, jaringan internet tersebut dapat diakses semua orang, bukan hanya kamu. Potensi peretasan atau pencurian data makin besar.

Jadi, lebih baik aman dengan biaya internet sendiri ketimbang memilih wifi gratisan, tetapi mengancam keamanan data pribadimu.

loader

5. Cek keamanan perangkat dari virus

Tidak hanya soal internet, pastikan pula perangkat yang kamu gunakan aman. Misalnya ponsel atau laptop, aman atau terbebas dari ‘virus’ maleware.

‘Virus’ yang ada di ponsel atau laptop dapat berisiko bagi keamanan datamu. Maka dari itu, pasang software antivirus untuk menangkal, bahkan mematikan ‘virus’ jahat tersebut. Agar perangkatmu selalu ‘bersih’ dan terlindungi.

Baca Juga: Biar Makin Untung, Lakukan Investasi Online di Platform Terpercaya! Ini Daftarnya

6. Rutin ganti password dan gunakan yang susah ditebak

Sangat penting bagi seorang investor untuk rajin mengganti kata sandi atau password secara berkala. Settiap 3 bulan atau 6 bulan sekali.

Selain itu, gunakan password yang susah ditebak. Jika angka, bukan tanggal lahirmu. Bila dalam huruf, pakai kalimat. Misalnya belibajuditoko.

Rahasiakan Data Pribadi kepada Siapapun

Saat ini, kita hidup di era serba canggih sehingga ancaman peretasan data pribadi sangat mudah terjadi. Kamu tentunya tidak mau kan menjadi korbannya?

Kamu wajib merahasiakan setiap informasi penting atau data pribadimu. Jangan pernah sekalipun memberikannya kepada orang lain, seperti nomor rekening, tanggal lahir, alamat, kode OTP, PIN, password, dan lainnya.

Hati-hati penipuan dengan segala modus, seperti dikirim link atau tautan untuk dibuka, transfer sejumlah uang, email palsu, dan lainnya. Jika kamu menemui kejanggalan, segera hubungi call center sekuritas terkait untuk melapor atau memastikan kebenarannya.

Baca Juga: Investasi Online, Cara Menghasilkan Uang Buat Kaum Rebahan