7 Biaya yang Harus Disiapkan Setelah Punya Anak

Biaya yang dibutuhkan sebelum dan sesudah punya anak tentu berbeda. Setelah kelahiran buah hati, biaya atau pengeluaran otomatis meningkat karena bertambahnya anggota keluarga.

Terlebih bayi baru lahir membutuhkan perawatan ekstra karena tubuhnya masih rapuh. Jadi, biaya perawatan terkadang lebih mahal dibandingkan orang dewasa.  

Baca Juga: 3 Strategi Menabung yang Benar Biar Gak Tekor Potongan Bank

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

7 Biaya yang Wajib Dipersiapkan Setelah Punya Anak

loader
Biaya kelahiran anak

Inilah 7 biaya yang harus dipersiapkan orangtua setelah melahirkan bayi:

1. Biaya check up dokter

Kondisi bayi yang baru lahir masih rentan, jadi penting untuk menyiapkan biaya check up rutin ke dokter. Terlebih yang lahir secara prematur.

Misalnya, kontrol pertama ke dokter setelah seminggu lahir untuk mengetahui perkembangan si kecil, hingga deteksi gejala penyakit tertentu. Selain itu, skrining mendeteksi kelainan dini pada bayi. 

Mulai dari skrining pendengaran, darah, maupun kondisi jantung yang masing-masing memakan biaya Rp 55 ribu. Sedangkan untuk paket lengkap perlu membayar Rp 300 ribu.

2. Biaya imunisasi

Bayi perlu diimunisasi secara rutin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Terhindar dari berbagai penularan macam penyakit, seperti polio, hepatitib B, TBC, tetanus, campak, dan lainnya.

Imunisasi diberikan secara berkala mulai dari anak usia 0 bulan sampai 24 bulan. Biaya imunisasi anak sebetulnya murah meriah jika dilakukan di Puskesmas.

Pakai BPJS Kesehatan (nama anak), biayanya gratis. Tetapi kalaupun bayar, hanya merogoh kocek Rp 10 ribu per sekali imunisasi.

Beda dengan Puskesmas, biaya imuniasi maupun vaksin di rumah sakit lebih mahal. Kisarannya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta sekali imunisasi.

Bila imunisasi lengkap sebanyak 10 kali (ketika bayi baru lahir, usia 2, 3, 4, 6, 9, 12, 15, 18, dan 24 bulan), dengan asumsi biaya sekali imunisasi Rp 200 ribu, maka total 2 juta. Itu biaya di luar vaksin. Cukup mahal kan?

Baca Juga: Cara Menghitung Dana Pensiun dari Sekarang

3. Biaya peralatan menyusui

ASI menjadi sumber gizi utama bagi bayi yang baru lahir. Meski bisa diproduksi sendiri, bukan berarti terbebas dari biaya karena kamu harus membeli botol susu, cooler bag, freezer, dan alat pompa ASI, dan tetek bengek lainnya.

Peralatan ini dibutuhkan untuk memudahkan aktivitas menyusui. Misalnya ketika harus bekerja, bayi dapat diberi ASI perah yang sudah dibekukan di freezer khusus.

Membeli perlengkapan menyusui ini cukup mahal. Pompa ASI manual saja berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Apalagi yang elektrik, harganya bisa Rp 1 jutaan.

loader
Perlengkapan menyusui

4. Biaya syukuran kelahiran anak

Biasanya orangtua akan membuat pesta sukuran kelahiran anak. Baik secara besar-besaran atau sederhana. Kalau dalam Islam, aqiqah. Untuk bayi perempuan, memotong kambing 1 ekor. Sedangkan laki-laki 2 ekor kambing.

Bujet untuk pesta syukuran ini cukup besarBahkan bisa mengalahkan biaya kelahiran. Kalau melahirkan secara normal di Puskemas pakai BPJS Kesehatan gratis.

Tetapi untuk aqiqah potong kambing 1 ekor saja, mengundang syukuran 150 orang bisa menghabiskan uang sekitar Rp 8-10 juta. Termasuk bagi-bagi hantaran untuk tetangga yang sudah berkunjung menjenguk bayi kamu.

5. Biaya membeli pakaian, popok, dan susu anak

Ini juga salah satu pengeluaran wajib untuk sang anak. Membeli pakaian, popok dan susu sufor bila tidak minum ASI.

Pakaian untuk si kecil memang tidak perlu yang mahal, namun jika menginginkan kualitas bahan yang tidak panas untuk bayi, berstandar SNI, harganya cukup menguras kantong.

Istilahnya ada kualitas, ada harga. Mana tidak mungkin membeli satu baju. Bisa belasan atau puluhan dengan segala perintilannya, karena bayi sering sekali ganti baju.

Selain itu, kebutuhan popok sekali pakai perlu biaya Rp 100 ribu lebih per bulan. Tak ketinggalan biaya membeli susu sufor. Sebab tidak semua anak minum banyak ASI dari sang ibu.

Salah satu kendalanya karena produksi ASI sedikit. Oleh karenanya, perlu dibantu susu formula. Harganya tergantung pada merek. Ada yang puluhan ribu sampai ratusan ribu. Jadi, pilihan tergantung bujet kamu dan pasangan.

Baca Juga: Bagaimana Membuat Rencana Keuangan dengan Gaji UMP?

6. Membeli mainan anak

Selain pakaian, biaya lain yang perlu disiapkan setelah punya anak adalah membeli mainan. Sebut saja kerincing, boneka, mainan gantung, karpet bermain, dan lainnya.

Mengingat anak akan bertumbuh, sebaiknya hindari membeli terlalu banyak mainan. Pilih jenis mainan yang dapat merangsang motorik anak.

7. Biaya pendidikan

Meskipun anak baru lahir, tidak ada salahnya untuk mempersiapkan biaya pendidikan sejak dini. Pasalnya, biaya pendidikan semakin mahal.

Besarnya biaya pendidikan anak disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Namun untuk memudahkan, lebih baik kumpulkan saja sesuai target yang sudah kamu tentukan.

Misalnya target mengumpulkan dana pendidikan sebesar Rp 300 juta dalam waktu 5 tahun. Berarti, setiap bulan harus menyisihkan uang sebesar Rp 5 juta.

Masukkan dalam rekening khusus atau rekening dana pendidikan. Disiplin mengumpulkan uang, dan hindari menarik tabungan tersebut meski kondisi sedang terdesak atau gawat.

Buat Rencana Anggaran dengan Baik

Buat perencanaan keuangan yang baik sejak masa kehamilan anak. Sisihkan uang untuk kebutuhan atau pengeluaran di atas.

Jika kamu dan pasangan konsisten, maka biaya bulanan tersebut tidak akan membuat pusing kepala, sebab sudah dipersiapkan dengan terencana.

Baca Juga: 7 Tagihan Bulanan yang Wajib Dibayar Meski Sedang Bokek