Awas Dibobol Hacker! Ini Cara Cerdas Jaga Keamanan Akun Paylater

Masih ingat dengan kasus pembobolan akun Traveloka? Email diretas, kemudian pelaku mengajukan fasilitas paylater dengan limit jutaan rupiah.

Dengan limit tersebut, pelaku memesan tiket pesawat dan hotel. Kasus lain, akun paylater dibobol dan korban mendapat tagihan pembayaran atas transaksi yang tidak pernah dilakukan.

Zaman sekarang makin ngeri. Jika tidak waspada, akun-akun keuangan Anda jadi ‘makanan empuk’ para pelaku kejahatan siber. Termasuk akun paylater.

Paylater sejatinya dihadirkan untuk memudahkan masyarakat yang tidak punya kartu kredit mendapatkan fasilitas pinjaman. Dengan fitur paylater, Anda bisa belanja atau bertransaksi sekarang, bayarnya belakangan.

Cara kerjanya mirip kartu kredit. Perusahaan aplikasi menalangi dulu transaksi di merchant. Kemudian pengguna membayar tagihan tersebut. Maka dari itu, paylater disebut juga kartu kredit online.

Menggunakan paylater ada limitnya. Besaran limit paylater tergantung masing-masing perusahaan. Mulai dari Rp 500 ribu sampai maksimal Rp 50 juta.

Baca Juga: Waduh, Spear Phishing Merajalela! Ini Lho 3 Modus Phishing dan Tips Menghindarinya

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Di Balik Kemudahan, Ada Risiko Mengintai

hacker
Di balik kemudahan, ada risiko pembobolan mengintai akun paylater

Mengajukan paylater sangat mudah. Cukup berbekal KTP dan foto diri. Tinggal daftar di aplikasi dompet digital, e-commerce, maupun fintech peer to peer (p2p) lending yang menawarkan fasilitas tersebut.

Jika akun sudah aktif, Anda bebas bertransaksi sesuai kebutuhan. Misalnya mau berlibur, ada promo tiket pesawat murah, pesan, lalu bayar dengan paylater. Paylater juga dapat digunakan untuk membeli makanan dan minuman, transportasi, serta lainnya.

Di balik kemudahan dan manfaatnya, paylater dengan sistem onlinenya sangat rawan dari tindak kejahatan siber. Data pribadi Anda menjadi taruhannya. Diretas atau bocor, kemudian disalahgunakan untuk membobol dana maupun penipuan.

Jadi sebelum memutuskan membuat paylater, pahami dulu potensi risiko soal keamanan datanya, selain risiko boros dan terjerat utang.

Keamanan data bukan perkara main-main. Ini menyangkut akun keuangan pengguna. Kalau kena hack, Anda sendiri yang rugi. Modusnya macam-macam:

  • Email diretas, lalu pelaku menggunakan akun paylater korban untuk bertransaksi
  • Telepon, SMS, atau email nyasar meminta kode One Time Password (OTP). Umumnya ada iming-iming hadiah atau undian hadiah palsu
  • Penipuan via WhatsApp dikirimi link atau tautan palsu atau berbahaya. Jika meng-kliknya, Anda akan diarahkan untuk mengisi data pribadi, termasuk kode PIN ATM, nama ibu kandung, dan data penting lainnya.

Jika masuk perangkap pelaku, bukan hanya akun paylater Anda yang dibobol. Rekening bank, kartu kredit, maupun saldo dompet digital Anda pun bisa disikat habis.  

Baca Juga: Daftar Password Mudah Dibobol yang Banyak Digunakan, ini Tips Buat Password yang Benar

Cara Menjaga Keamanan Data atau Akun Paylater

Paylater
Tips menjaga keamanan akun paylater ada di bawah ini

Sebenarnya perusahaan e-commerce, aplikasi dompet digital, maupun fintech lending pasti punya keamanan berlapis untuk melindungi data atau akun paylater pengguna.

Tetapi umumnya, menerapkan sistem OTP. Kode keamanan rahasia. Kode verifikasi atau kata sandi ini jadi incaran para pembobol. Disebut rahasia karena cuma Anda yang tahu.

Biasanya kode OTP dikirim ke SMS atau email pengguna saat bertransaksi. Jadi, penting untuk menjaga kode OTP tersebut seperti Anda menjaga kode PIN ATM.

Berikut tips menjaga keamanan data atau akun paylater:

1. Jangan pernah mengunggah foto selfie dengan memegang kartu identitas, seperti KTP, SIM, NPWP, sampai kartu kredit di sosial media (Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya) maupun website atau aplikasi yang tidak Anda kenal

2. Jangan memberikan identitas diri atau KTP kepada orang yang tidak dikenal

3. Jangan pernah memberikan atau membagikan kode OTP dan kode PIN kepada siapapun

4. Pasang PIN atau gunakan sidik jari untuk keamanan bertransaksi

5. Rajin memperbarui atau mengganti password akun paylater secara berkala

6. Setelah melakukan transaksi online menggunakan paylater, jangan lupa untuk sign out atau keluar dari aplikasi. Terutama kalau Anda login atau masuk melalui ponsel atau laptop milik orang lain

7. Segera blokir kartu debit maupun kartu kredit apabila terjadi transaksi yang mencurigakan

8. Segera lapor call center atau customer service perusahaan aplikasi penyedia paylater jika dirasa akun telah dibobol dan terdapat aktivitas menyimpang atau transaksi janggal. Sehingga akun dinonaktifkan sementara dan segera ditindaklanjuti lewat investigasi.

Tingkatkan Waspada, Jangan Lengah

Saat orang sibuk dengan pandemi Covid-19, ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tangan jahil dan otak jahat digunakan untuk melakukan tindak kriminal, seperti penipuan dan pembobolan akun keuangan.

Tingkatkan kewaspadaan di manapun dan kapanpun. Jangan lengah agar terhindar dari perangkap kejahatan siber. Karena semakin canggih teknologi dan keamanan yang sudah dipasang perusahaan penyedia paylater, tetap saja kejahatan siber akan selalu mengintai.

Baca Juga: Waspadai 7 Modus Penipuan Online Zaman Now dan Cara Menghindarinya