Bayar Tagihan Kartu Kredit yang Mencekik Pakai Pinjaman KTA, Memang Bisa?

Gesek sana sini, transaksi ini itu pakai kartu kredit sangat praktis dan menguntungkan. Tapi Anda perlu waspada, karena malah bisa bikin ‘candu’ dalam penggunaannya. Akhirnya, tagihan kartu kredit membengkak lantaran tak sadar belanja makin banyak.

Selain dari pemakaian yang berlebihan, ada beberapa faktor lain yang bisa mengakibatkan tagihan ‘kartu sakti’ ini membesar sehingga dapat menjadi beban keuanganmu setiap bulan.

Baca Juga: Hemat Pangkal Kaya, Yuk Manfaatkan Promo-Promo Kartu Kredit Tahun 2020

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk KTA Terbaik! 

1. Melebihi limit maksimal

Kartu Kredit
Melebihi limit maksimal

Jika pengajuan kartu kredit disetujui, pasti Anda akan diberitahu besaran maksimal limit kartu kredit yang Anda dapatkan. Biasanya disesuaikan dengan gaji Anda. Kalau rekam jejak pembayaran tagihan lancar, maka nominal limit bisa ditingkatkan, bahkan sampai melampaui pendapatan Anda setiap bulan.

Tentu saja limit kartu kredit yang besar menguntungkan. Tapi bisa juga menjadi boomerang buat Anda. Karena hal ini akan membuat Anda khilaf, malahan bisa jebol. Jadi besar pasak daripada tiang.

Bayar tagihan lebih besar. Itu baru utang pokok, belum ditambah bunga, sehingga besaran cicilan yang harus Anda bayar bisa lebih tinggi. Jika porsi cicilan utang lebih dari 30% dari penghasilan bulanan, maka kemungkinan bisa gagal bayar.

2. Terlambat bayar tagihan

Kartu Kredit
Terlambat bayar tagihan kartu kredit

Tagihan kartu kredit membengkak dapat juga disebabkan karena faktor keterlambatan dalam membayar utang. Jika lewat dari jatuh tempo pembayaran, bank penyedia kartu kredit bakal mengenakan denda keterlambatan yang akan masuk dalam tagihan Anda. Dengan begitu, tagihan makin banyak. Denda keterlambatan biasanya dihitung dari total keseluruhan tagihan bulanan.

3. Terlalu sering tarik tunai

Kartu Kredit
Terlalu sering tarik tunai

Pada kartu kredit, biasanya ada maksimal tarik tunai. Biasanya dibatasi antara 40-60% dari total limit kartu kredit. Besaran maksimal tarik tunai tergantung dari jenis kartu kredit yang dipilih.

Yang jadi masalah, tarik tunai menggunakan kartu kredit dikenakan biaya administrasi dan bunga. Bunga yang dibebankan untuk tarik tunai jauh lebih tinggi dibanding bunga transaksi belanja. Selisihnya bisa mencapai 0,5% sampai 2%, tergantung kebijakan bank penerbit kartu kredit.

Sementara biaya tarik tunai kartu kredit biasanya dikenakan sebesar 4%, bahkan ada yang mencapai Rp50.000. Biaya itu dibebankan langsung saat penarikan. Jadi, semakin besar nilai tarik tunai, semakin besar pula tagihan akibat biaya dan bunga.

Baca Juga: Selain Online, Apply Kartu Kredit Juga Bisa Lewat Sini. Nomor 5 Prosesnya Cepat

Solusi Tagihan Membengkak, Pakai Pinjaman KTA

KTA
Solusi tagihan membengkak, pakai pinjaman KTA

Menyelesaikan tagihan kartu kredit yang membesar, selain menggunakan tabungan pribadi maupun menjual aset berharga, Anda dapat mencari cara alternatif seperti mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

KTA adalah fasilitas pinjaman tanpa perlu menggunakan jaminan atau agunan. Plafon kredit pinjaman KTA biasanya berkisar Rp3 juta hingga Rp300 juta. Bahkan ada yang menawarkan Rp500 juta.

Besar bukan? Sangat cukup untuk melunasi tagihan kartu kredit Anda. Hanya saja yang perlu diingat, bahwa Anda memakai cara gali lubang tutup lubang dalam menyelesaikan permasalahan utang. Sehingga pastikan bahwa pinjaman baru melalui KTA ini sanggup Anda bayar.

Yang perlu Anda tahu dari KTA adalah:

1. Pengajuannya relatif lebih cepat dan mudah. Di platform online, seperti Cermati.com juga bisa. Asal persyaratan lengkap, dana KTA dapat cair hanya dalam waktu satu jam

2. Mengajukan KTA, ada yang tidak memberlakukan syarat harus punya kartu kredit. Jadi siapapun berkesempatan mengakses pinjaman ini

3. Meminjam KTA harus siap dengan konsekuensi bunga relatif tinggi. Bahkan ada yang mengenakan hingga 2,5% per bulan

4. Ada biaya pinalti jika melunasi KTA sebelum jatuh tempo.

Coba hitung, kalau Anda pinjam KTA Rp50 juta, tenor 3 tahun (36 bulan), suku bunga 2,5% per bulan. Maka, pokok bunga yang harus dibayar sebesar Rp1,39 juta per bulan. Dikalikan 2,5% bulan, berarti cicilannya Rp1,42 juta yang mesti disetor saban bulan ke pihak bank.

Pilih KTA Terbaik dengan Bunga Ringan

Karena ada risiko yang mengintai dari penyelesaian utang lama dengan utang baru, maka pastikan Anda memilih KTA yang tepat. Jika masih bingung, Anda dapat membandingkan beberapa produk KTA dari beberapa bank melalui website Cermati.com.

Pilih KTA terbaik yang menawarkan bunga rendah dengan masa tenor yang panjang, sehingga cicilan jadi lebih ringan. Pengajuannya pun dapat langsung dilakukan lewat situs yang sama. Selamat mencoba.

Baca Juga: Pusing Mau Bayar Biaya Pendidikan Anak? Pinjam KTA Saja