Beginilah Pengaruh MEA terhadap Ketenagakerjaan di Indonesia

Wajah dunia ketenagakerjaan di Indonesia bisa dipastikan berubah seiring dengan berjalannya pasar bebas ASEAN. Indonesia dan negara-negara ASEAN telah sepakat untuk membentuk kawasan yang terintegrasi menjadi satu bentuk kawasan yang tunggal untuk keperluan meningkatkan ekonomi dan daya saing ASEAN di mata dunia. Kita mengenal konsep ini sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bagaimana langkah Indonesia menghadapi hal ini? Sudah siapkah dengan masuknya aliran barang dan tenaga kerja asing ke Indonesia?

Baca Juga: Dampak Krusial MEA Bagi Indonesia

Mengenal Lebih Jauh tentang MEA

Masyarakat Ekonomi ASEAN MEA 2017

Memperkenalkan Masyarakat Ekonomi ASEAN  (MEA) via cfoinnovation.com

 

Masyarakat Ekonomi ASEAN secara sederhana bisa diartikan sebagai pengintegrasian ekonomi negara-negara di Asia Tenggara yang bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan segala hambatan-hambatan dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian, seperti dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Seperti yang kita ketahui, pasar Asia lebih banyak didominasi Cina dan India. Oleh karena itu, dibuatnya MEA diharapkan bisa meningkatkan daya saing ASEAN agar bisa menyaingi kedua negara tersebut dalam menarik investor asing. Daya saing yang baik bisa membuat masuknya modal asing di wilayah ASEAN yang ke depannya sangat berguna untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan.

Saat ini MEA sedang berjalan. Setiap negara ASEAN memungkinkan untuk menjual barang dan jasa ke negara lain dengan lebih mudah. Pada akhirnya akan ada persaingan yang berujung pada peningkatan kualitas barang dan jasa yang diperjualbelikan. Untuk mendapat info lebih jauh mengenai MEA yang meliputi peluang, hambatan, dan pengaruhnya dalam ketenagakerjaan di Indonesia, dapat diketahui melalui ulasan berikut ini.

Inilah 4 Tujuan yang Ingin Dicapai dalam MEA

MEA diadakan dengan tujuan untuk menghilangkan hambatan yang mengganggu kegiatan perekonomian lintas negara dalam kawasan ASEAN secara signifikan. Dalam praktiknya, MEA diimplementasikan ke dalam empat pilar utama, yaitu:

  1. Menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and production base). Single market ini meliputi elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik, dan aliran modal yang lebih bebas.
  2. Mewujudkan ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (competitive economic region). Ekonomi daya saing tinggi ini harus memiliki peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan, dan e-commerce.
  3. Menciptakan ASEAN sebagai kawasan dengan pengembangan ekonomi yang merata (equitable economic development). Pengembangan ekonomi yang merata ini meliputi elemen pengembangan usaha kecil dan menengah.
  4. Menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi secara penuh dengan perekonomian global (integration into the global economy). Integrasi ini meliputi elemen pendekatan yang koheren dalam hubungan ekonomi di luar kawasan dan meningkatkan peran serta dalam jejaring produksi global.

MEA adalah Peluang Indonesia untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas

MEA 2017

Tenaga Kerja yang Berkualitas Jadi Hal Penting dalam MEA via adb.org

 

Hadirnya MEA sesungguhnya bisa menjadi babak awal bagi Indonesia untuk mengembangkan berbagai kualitas yang terkait dengan perekonomian di kawasan Asia Tenggara. Namun, dalam implementasinya, MEA bisa menjadi dua sisi mata uang yang bisa memberikan efek positif atau justru akan membuat perekonomian Indonesia terpuruk. Di satu sisi, para tenaga kerja dan produk buatan Indonesia mempunyai kesempatan untuk unjuk diri. Namun, di sisi lain, akan menjadi dampak negatif jika Indonesia gagal memanfaatkannya dengan baik.

MEA harus disikapi sebagai peluang yang baik karena segala hambatan dalam perdagangan barang dan jasa selama ini di kawasan Asia Tenggara akan hilang. Seharusnya, dengan adanya MEA, Indonesia bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas barang ekspor yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan Indonesia. Persaingan pasar bebas ini dari sisi investasi akan dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya modal asing yang bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, meningkatnya perkembangan teknologi, pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), serta akses yang lebih mudah ke pasar dunia.

Hambatan dan Risiko yang Didapat Indonesia karena Mengikuti MEA

Dengan adanya MEA, itu berarti membuka kesempatan antarnegara ASEAN untuk melakukan perdagangan bebas. Hal ini seharusnya bisa meningkatkan jumlah ekspor Indonesia ke negara lain. Namun, kita juga perlu waspada dengan adanya kompetisi dengan produk dan jasa dari negara lain. Banyaknya arus barang yang masuk ke Indonesia bisa jadi akan menggerus produsen lokal apabila tidak diiringi dengan peningkatan kualitas. Hal ini tentu tidak baik dan akan berdampak negatif terhadap neraca penerimaan negara.

Kemudian hambatan selanjutnya adalah dari sisi regulasi. Indonesia dinilai belum memiliki regulasi yang baik dan mengikat sehingga ditakutkan akan ada eksploitasi dalam jumlah besar terhadap SDA Indonesia oleh perusahaan asing. Lebih lanjut, eksplorasi yang berlebihan bisa memengaruhi kesehatan lingkungan yang pada akhirnya berdampak kepada manusia. Sementara regulasi industri di Indonesia belum cukup kuat untuk bisa melindungi alam dari eksplorasi berlebihan.

Bagaimana MEA Memengaruhi Ketenagakerjaan di Indonesia?

Indonesia MEA 2017

Tercapainya Kuantitas Tenaga Kerja Percuma Tanpa Pemenuhan Kualitas via chotot.com

 

Jika melihat kilas balik ke dalam negeri, kondisi ketenagakerjaan di Indonesia bisa dikatakan tidak dalam kondisi yang baik. Berbagai permasalahan tenaga kerja, mulai dari upah, jam kerja, hingga minimnya lapangan pekerjaan semakin meningkatkan angka pengangguran. Pembukaan banyak lapangan pekerjaan dan insentif berupa regulasi yang baik bagi perusahaan sangat penting untuk perkembangan dunia ketenagakerjaan di Indonesia.

Bagaimana pengaruh ketenagakerjaan ini dengan adanya MEA? Jika ditelaah, seharusnya MEA menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi tenaga kerja Indonesia dalam mendapatkan pekerjaan karena kehadiran MEA akan membuka negara-negara lain di Asia Tenggara untuk menerima tenaga kerja dari Indonesia. Bagi pengusaha, MEA bisa menjadi jalan bagi mereka untuk bisa merekrut tenaga kerja berkualitas untuk lebih meningkatkan value dari perusahaan mereka. Tentunya diharapkan kualitas output-nya menjadi meningkat.

Hanya saja, perlu digarisbawahi bahwa MEA bisa memunculkan risiko yang berdampak pada ketenagakerjaan di Indonesia. Persaingan tenaga kerja menjadi poin yang wajib diwaspadai. Para perekrut tenaga kerja tentunya menginginkan orang-orang profesional yang ahli dalam bidangnya. Sayangnya, dilihat dari segi pendidikan dan produktivitas, Indonesia masih kalah dengan tenaga kerja dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Kualitas yang belum bisa bersaing dengan tenaga kerja negara lain ini bisa menimbulkan masalah. Perlu diketahui bahwa kebanyakan tenaga Indonesia masih banyak yang berpendidikan rendah. Minimnya akses pendidikan dan semakin mahalnya biaya pendidikan setiap tahun menjadi akar masalah yang perlu dituntaskan.

Bagaimana Mempersiapkan Tenaga Kerja dalam Menghadapi MEA 2017?

Jika tujuannya adalah daya saing, mau tidak mau tenaga kerja Indonesia harus meningkatkan kualitasnya. Indonesia perlu lebih baik dalam menetapkan kebijakan terkait dengan pendidikan ataupun kesehatan, khususnya bagi tenaga kerja yang disiapkan untuk bersaing dalam MEA. Indonesia perlu lebih banyak membuka pelatihan-pelatihan dan workshop seputar ketenagakerjaan. Bisa berupa keterampilan berbahasa Inggris, kemampuan mengoperasikan komputer, ataupun bagaimana bersikap yang perlu dijaga selama bekerja.

Untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal, persiapan mental juga perlu dilakukan. Jangan sampai sudah mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan, pada saat sudah berada di luar negeri justru menjadi inferior berhadapan dengan pekerja negara lain. Mental yang baik dan positif sangat bisa menunjang pekerjaan menjadi lebih baik.

Karena MEA adalah proyek massal, perlu adanya peran serta masyarakat selain juga didukung kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran dari Pemerintah. Masyarakat khususnya yang akan menjadi tenaga kerja juga harus menyadari perihal adanya MEA di Indonesia. Tanpa perlu paksaan dan imbauan, dengan kesadaran sendiri, mereka akan meningkatkan kualitas diri pribadi agar mampu bersaing dengan tenaga kerja negara lain.

Sektor Pertanian dan Perikanan Perlu Diperhatikan dalam MEA

Pertanian Indonesia

Peningkatan Bahan Pangan Memberikan Banyak Keuntungan via beritadaerah.co.id

 

Persiapan Indonesia menghadapi MEA sebaiknya difokuskan dalam memilih bidang strategis yang perlu regulasi khusus. Sektor pertanian dan perikanan sejauh ini belum mengalami perubahan kebijakan menyangkut terselenggaranya MEA. Ini penting untuk diperhatikan karena 80-90% kebutuhan konsumsi pangan domestik Indonesia bersumber dari produksi petani dan nelayan kecil.

Pemerintah selaku pembuat kebijakan harus paham betul di mana letak kekurangan regulasi yang sudah berjalan terkait dengan peningkatan kualitas tenaga kerja dan kebutuhan akan bidang strategis tersebut. Diharapkan ke depannya akan ada kebijakan-kebijakan yang lebih menyasar langsung ke tenaga kerja dan regulasi untuk menjaga sumber daya alam Indonesia dari eksplorasi yang berlebihan.

Baca Juga: Inilah Peran Penting Mahasiswa dalam MEA

Perbaikan Kualitas Sumber Daya Manusia Menjadi Kunci Sukses dalam MEA

Dalam menghadapi MEA, dengan masih minimnya tingkat kualitas tenaga kerja Indonesia, khususnya untuk tenaga kerja informal, perlu sesegera mungkin membuat kebijakan-kebijakan agar meningkatkan standar kualitas tenaga kerja Indonesia di mata dunia. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah berupaya untuk memperketat regulasi penerimaan tenaga kerja asing di Indonesia dengan memberikan syarat-syarat ketat yang harus dipenuhi tenaga kerja asing. Hal ini bisa menjadi angin segar bagi tenaga kerja Indonesia untuk lebih siap lagi meningkatkan kualitas dalam persaingan global.

Baca Juga: Daftar Skills yang Wajib Dikuasai Pelajar pada Era MEA