Butuh Passive Income? Ini Cara Cepat Mendapatkannya

Seperti namanya, passive income merupakan penghasilan yang diperoleh seseorang hanya dengan melakukan aktivitas seminim mungkin, tanpa perlu terlalu berperan aktif di dalamnya. 

Penghasilan yang satu ini, bahkan bisa didapatkan tanpa melakukan usaha apapun. Artinya, dalam kondisi tertidur seseorang tetap bisa mendapatkan penghasilan ini. Terlihat menyenangkan bukan?

Sebenarnya di era industri 4.0 ini, mendapatkan passive income bukanlah hal yang sulit. Semua orang bisa mendapatkan pekerjaan berpenghasilan pasif. Tinggal bagaimana mereka bisa mengorganisir pekerjaan itu, agar terus menghasilkan income jangka panjang.

Setiap pekerjaan awalnya memang tidak bisa menghasilkan penghasilan secara pasif. Ada jerih payah yang harus diperjuangkan oleh setiap pekerja. Hingga akhirnya, penghasilan bisa didapatkan tanpa perlu melakukan kerja keras lagi.

Selain bisnis, pekerjaan yang paling banyak dan mampu memberikan passive income adalah industri kreatif. Sebab, pekerja di industri kreatif ini berurusan dengan karya. Seperti yang Anda tahu, setiap karya tentu saja memiliki hak cipta.

Nah, para pekerja industri kreatif ini bisa memutuskan. Apakah mereka akan menjual hak cipta atas karyanya, atau hanya menyewakannya untuk mendapatkan royalti di masa depan? Mereka memiliki hak penuh atas hal tersebut. 

Semakin tertarik? Berikut cara mendapatkan passive income dengan memanfaatkan kreativitas dan keahlian yang dimiliki.

Baca Juga: Mumpung WFH, Yuk Coba 9 Ide Bisnis Ini untuk Tambah Income!

Cara Mudah Mendapatkan Passive Income

passive income

Passive Income

  1. Menjadi Youtuber atau Influencer di Sosial Media

    Ada berbagai pekerjaan yang ada di industri kreatif yang bisa mendatangkan penghasilan secara pasif. Salah satunya, adalah dengan menjadi Youtuber atau Influencer di media sosial. 

    Pekerjaan ini mengharuskan penggelutnya untuk bekerja sama dengan platform yang menaunginya. Sebagai Youtuber misalnya, Anda tentu akan bekerja sama dengan platform yang memiliki logo berwarna merah tersebut.

    Ada dua penghasilan yang bisa didapatkan dari Youtube. 

    • Pertama, penghasilan dari Youtube secara langsung. Penghasilan tersebut akan diberikan ketika video yang dibuat dan diunggah mencapai jumlah penonton yang sudah ditentukan. Semakin banyak jumlah penonton yang melihat video yang diunggah, Youtube akan membayar lebih banyak uang juga kepada Youtuber tersebut. 
    • Penghasilan kedua bisa didapatkan dari iklan. Ini bisa terjadi jika pengunggah video tersebut menyertakan Google AdSense di video yang diunggah. Dari situ, setiap video yang dilihat akan ditambahi iklan secara otomatis. Youtuber akan mendapatkan penghasilan pasif dari iklan tersebut pula. Semakin banyak penonton, akan semakin banyak juga penghasilan iklan yang masuk..

    Hal yang sama juga diterapkan bagi mereka yang menjadi Influencer di Instagram atau Twitter. Bedanya, Influencer mendapatkan penghasilan pasif dari sponsor dan endorsement.

    Namun, untuk mendapatkan penghasilan pasif tersebut baik Youtuber dan Influencer harus memerhatikan banyak hal. 

    Tidak hanya itu, mereka juga harus menjaga kualitas konten yang dihasilkan. Sehingga, konten yang dihasilkan tidak hanya bagus di beberapa kesempatan saja.

    Tentunya untuk mencapai titik tersebut, ada banyak hal yang harus dikerjakan dan diusahakan terlebih dahulu. Misalnya mengedukasi diri cara mengoperasikan kamera atau mengedit video dan gambar yang menarik, dan rajin mengunggah konten. 

  2. Berafiliasi dengan Merek yang Sejalan dengan Konten

    Setelah menjadi Youtuber dan Influencer yang dikenal dan sudah memiliki pengikut setia. Anda bisa melakukan afiliasi marketing dengan produk atau merek yang sejalan dengan konten yang dimiliki.

    Afiliasi marketing sendiri berarti Anda akan mendapat komisi dari pemasaran yang dilakukan atas sebuah produk atau merek perusahaan. Biasanya hal ini dihitung dari berapa banyak kode referal yang diredeem.

    Afiliasi pemasaran, juga bisa dilakukan dengan cara lain selain mengiklan dan memberikan kode referal ke pengikutnya. Para Influencer atau Youtuber ini juga bisa menjadi brand ambassador dari perusahaan yang sedang menjalin kerjasama dengannya.

    Berbeda dari hanya sekadar melakukan afiliasi pemasaran. Untuk menjadi brand ambassador sebuah produk, Anda harus memasarkan produk tersebut dalam setiap konten yang telah ditentukan. 

  3. Menjual Hasil Foto ke Website Fotografi

    Pekerjaan yang satu ini, cocok bagi Anda yang jatuh cinta akan dunia fotografi dan memiliki peralatan yang memadai. 

    Anda bisa mendaftar sebagai kontributor website penyedia gambar yang sering ditemui saat ini. Foto yang dihasilkan akan dihargai sesuai dengan standar yang dimiliki oleh setiap website fotografi.

    Sebagai pemroduksi konten foto, Anda tinggal menyesuaikan website mana yang sekiranya sejalan dengan kegemaran atau keahlian yang dimiliki. 

    Misalnya, bagi Anda yang suka menangkap gambar hewan liar bisa mendaftarkan diri sebagai kontributor National Geographic atau website yang relevan lainnya.

    Beberapa website yang menyediakan jasa jual-beli stok foto dan bisa dijadikan pilihan ke depannya adalah, shutterstock, istockphoto, zapmetasearch, dan masih banyak lagi. Anda tinggal mengikuti, tema yang ditentukan dan pemilik website sendiri yang akan menentukan apakah foto tersebut layak atau tidak.

    Beda lagi, jika Anda merupakan seorang fotografi yang lebih nyaman berada di studio dan berkutat dengan properti. Anda bisa mendaftarkan diri sebagai kontributor fotografer penyedia stok foto atau menawarkan jasa foto produk. Anda bisa menawarkan jasa foto produk yang dimiliki melalui media sosial, website, atau bahkan dimulai dari mulut ke mulut.

    Akhir-akhir ini, foto produk menjadi satu bidang yang peminatnya meningkat. Mengingat banyak dari masyarakat Indonesia yang gemar memulai usaha kecil-kecilan.

    Salah satu website yang menawarkan jasa fotografer lepas untuk melakukan pemotretan produk adalah fiverr. Anda cukup membuat portofolio dan menjajakannya di akun fiverr, lalu menunggu hingga ada yang tertarik dan menawar jasa Anda.

    Hal ini, juga termasuk pekerjaan yang menghasilkan penghasilan pasif karena Anda tidak banyak membutuhkan aktivitas yang berarti dalam mendapatkan penghasilan. 

  4. Menyediakan Kursus dan Buku Secara Online

    Hampir sama seperti pekerjaan menjadi Youtuber. Kali ini, Anda bisa menggunakan kemampuan tersembunyi yang dimiliki (bidang apa pun itu) untuk membuat konten mengajar di berbagai platform.

    Ada beberapa pilihan konten yang bisa Anda produksi. Salah satunya, adalah konten berupa video yang memperlihatkan bagaimana Anda sedang mengajar. Secara tidak langsung Anda menyediakan jasa sebagai guru secara online.

    Bidang yang ditekuni pun bisa beragam. Misalnya, sebagai lulusan tata boga, alih-alih menjadi chef, Anda bisa menularkan ilmu memasak kepada para ibu-ibu di rumah.

    Nah, dari situ Anda bisa membuat video yang berisikan sebuah kursus atau cara memasak yang bisa diikuti oleh penontonnya. Video tersebut, bisa diunggah di Youtube, akun media sosial lainnya, atau membangun website kursus sendiri secara online.

    Mereka yang ingin mengikuti kursus, harus membayar pendaftaran sebagai anggota. Dari pembayaran tersebut, pemilik bisa menentukan konten mana yang bisa diakses oleh mereka dan juga berapa lagi biaya yang harus ditambah untuk mendapatkan akses premium misalnya.

    Selain video, Anda juga bisa memproduksi buku secara online. Buku ini bisa menjadi satu kesatuan dengan bisnis kursus online yang sudah didirikan. 

    Anda, bisa menentukan berbagai macam jenis tulisan yang ingin ditulis. Misalnya, buku kumpulan resep.

    Kedua pekerjaan ini termasuk pekerjaan yang akan mendatangkan penghasilan secara pasif. Karena Anda tidak perlu melakukan aktivitas kerja yang terlalu banyak, melainkan hanya memproduksi konten atau tulisan saja. 

Baca Juga: Cara Mudah Dapat Uang dari Blog, Coba Sekarang Juga!

Semua Bisa Asal Diusahakan Terlebih Dahulu

Intinya, semua orang sebenarnya bisa mendapatkan penghasilan pasif. Tinggal bagaimana mereka bisa memaksimalkan skill yang dimiliki. Jangan lupa pula untuk mencintai pekerjaan tersebut, sehingga pekerjaan itu tidak membosankan jika dilakukan berulang-ulang.

Baca Juga: Pakai Kartu Kredit untuk Tambahan Modal Bisnis? Perhatikan Hal Berikut