Inilah Caranya Deteksi Modus Penipuan dengan Cek Nomor Rekening

Penipuan online itu beragam, salah satunya via SMS. Coba cek di ponsel Anda ada berapa SMS penipuan yang Anda terima setiap harinya? Isi SMS-nya beragam, mulai dari undian berhadiah, pinjaman online, tawaran investasi, perbaikan data dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi bukti sederhana bahwa kejahatan dunia maya masih aktif dilakukan via SMS.

Selain SMS, penipuan via sosial media juga kian aktif. Ada banyak akun-akun sosial media palsu dengan konten dan profile yang sangat mirip dengan akun perusahaan resminya. Tentu saja, penipuan makin canggih, mereka memancing korban dengan cara pasang iklan berbayar di Facebook dan Instagram. 

Sebagai gambaran kasus adalah penipuan lelang online dengan mengatasnamakan PT pegadaian. Di akun palsu sosmed, penipu akan memasang foto lelang sebuah perhiasan atau logam mulia dengan berat 5 gram dengan harga yang 50% lebih murah dari harga asli. Lalu, bila Anda berminat, Anda akan diarahkan untuk komunikasi via WhatsApp ataupun DM (direct message). 

Harga lelang tentu dibuat murah ketimbang harga asli. Tapi hal ini saja sudah pasti tak masuk akal. Namun, bagi orang-orang yang tak jeli dan gampang tergiur dengan harga murah. Mereka bisa saja terperangkap dalam penipuan online tersebut, dan akhirnya korban akan mengirimkan sejumlah uang untuk membeli logam mulia hasil dari lelang tersebut.

Waspadai Rayuan Penipuan Online

Pastinya, Anda jangan sampai terjerat oleh rayuan penipu online lalu mengirimkan sejumlah uang hingga data-data pribadi Anda seperti nomor rekening, PIN dan kode OTP. 

Anda harus berhati-hati, apalagi jika penipuan mengiring Anda untuk melakukan tindakan tertentu seperti meng-klik situs tertentu, transfer sejumlah dana, hingga menyebutkan kode OTP/CVV.  

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi penipuan dari SMS, sosial media maupun belanja online adalah dengan melakukan cek nomer rekening. Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah menciptakan website cekrekening.id untuk mencek apakah nomer rekening tersebut terindikasi tindak kriminal atau tidak.

Biar lebih paham lagi, berikut ulasan dari cermati.com tentang cek rekening dan cara lapornya. 

Apa itu Cekrekening.id?

cekrekening website cekrekening.id

Cekrekening.id merupakan portal usungan Kemenkominfo. Tujuan dari pembuatan website ini adalah untuk membantu masyarakat yang ingin mengecek apakah sebuah nomer rekening bermasalah atau tidak. Singkat kata, lewat cekrekening.id, kita akan mengetahui sebuah rekening terindikasi tindakan kriminal atau tidak.

Bagaimana Cara Menggunakannya?

Cara menggunakan cekrekening.id sangatlah mudah. Anda tinggal mengakses situsnya, lalu pada halaman muka terdapat dua kolom yang bisa diisi. Isi kolom pertama dengan nama bank yang bersangkutan, kemudian isi kolom di bawahnya dengan nomor rekening yang ingin dicek. Terakhir klik “periksa rekening”.

Tunggu sebentar, website akan menampilkan informasi terkait dengan nomor rekening tersebut. Isinya berupa, apakah nomor rekening tersebut pernah dilaporkan atas tindak kriminal atau tidak.

Cara Lapor Jika Terjadi Tindak Kriminal?

Fitur lain yang dimiliki oleh cekrekening.id adalah bisa melaporkan nomer rekening yang telah melakukan tindak kejahatan. Misalnya, Anda mempunyai pengalaman pernah tertipu dengan mengirimkan sejumlah uang ke sebuah nomer rekening, laporkan segera lewat cekrekening.id

Caranya, pada lama utama website tersebut pilih menu laporkan nomer rekening. Selanjutnya, Anda diminta untuk mengisi data yang tersedia, seperti nomer rekening yang bermasalah, nama pemilik rekening dan kronologi penipuannya.

Selain itu, Anda juga dapat melampirkan bukti kejahatan dalam laporan tersebut dalam bentuk dokumen atau gambar yang dapat diunggah pada laman tersebut.

Untuk memudakan Anda, Kemenkominfo menyediakan kontak yang bisa dihubungi untuk konsultasi di nomor (021) 384.5786 dan 0822-1010-1112. Atau, bisa juga menghubungi lewat email di cybercrimes@mail.kominfo.go.id.

Tindak Kejahatan Lain Dengan Nomor Rekening

kejahatan siber Penipuan Nomor dengan Rekening

Penggunaaan nomer rekening untuk tindak kejahatan ternyata tidak hanya menyasar penipuan jual beli online atau pengiriman sms acak yang meminta Anda mengirimkan sejumlah uang. Menurut Kemenkominfo dalam situs cekrekening.id, ada beberapa tindak kejahatan yang melibatkan nomor rekening, antara lain:

  1. Penipuan
  2. Investasi Palsu
  3. Narkotika dan Obat Terlarang
  4. Terorisme
  5. Kejahatan lainnya

Tetap Waspada Terhadap Nomer Rekening Apapun

Walaupun tidak ada laporan nomer rekening, yang diperiksa pernah terlibat tindak kriminal, namun Anda tetap harus waspada. Peringatan ini dihimbau langsung oleh Kemenkominfo dalam cekrekening.id. Hal tersebut dilakukan agar kita sebagai masyarakat harus tetap waspada akan potensi tindak kejahatan yang menggunakan nomer rekening.

Baca Juga: Lupa Nomor Rekening? Inilah Cara Mengetahuinya

Tips Mewaspadai Penipuan dengan Nomor Rekening

waspadai penipuan Waspadai Penipuan

Karena maraknya tindak kriminal dengan nomor rekening, sebaiknya Anda lebih berhati-hati lagi dalam transaksi online dan transaksi lainnya yang menggunakan nomer rekening. Selain itu, simak juga tips berikut untuk mewaspadai penipuan dengan nomor rekening.

1. Jangan Tergoda dengan Barang Sangat Murah di Internet

Sebagai makhluk ekonomi memang manusia akan mencari harga murah untuk membeli sesuatu. Akan tetapi, awal dari terjeratnya seseorang ke perangkap penipu di ranah jual beli online adalah tergoda dengan harga miring dari barang yang dijual si pelaku.

Contoh barang yang biasanya ditawarkan dengan harga murah adalah gadget, laptop dan kamera digital. Tidak tanggung-tanggung perbedaan harga dengan harga pasar bisa selisih 50%, membuat siapapun yang melihatnya tergoda.

2. Cek Rekam Jejak Si Penjual

Cari tau terlebih dahulu kredibilitas dari penjual barang ataupun toko online yang akan Anda beli barangnya. Caranya adalah dengan mencari tau informasi tentang si penjual di internet, apakah dia pernah melakukan penipuan atau tidak. Toko online yang kredibel biasanya bersih dari testimoni buruk.

Namun, Anda juga jangan mudah termakan juga dengan testimoni-testimoni baik dalam toko online tersebut, bisa jadi itu merupakan salah satu trik penipu untuk menjerat calon korbannya. Testimoni tersebut bisa saja dibuat sendiri oleh jaringan si penjual.

3. Pilih E-commerce Terpercaya untuk Berbelanja Online

belanja online Belanjalah di e-commerce Kesayangan

Apabila anda sudah keranjingan berbelanja via online, ada baiknya untuk berbelanja di e-commerce yang sudah terpercaya. Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan karena pihak e-commerce akan bertanggung jawab jika barang yang dipesan tidak kunjung tiba.

Selain itu, pedagang-pedagang di e-commerce umumnya sudah terverifikasi oleh si penyedia. Beberapa e-commerce memiliki regulasi untuk menahan dulu uang yang dikirim pembeli sebelum barang dikirim dan sampai ke tujuan. Tentu saja, skema tersebut memberikan keamanan lebih terhadap si pembeli.

Baca Juga: Usaha Titip Beli: Bisnis dengan Untung Besar Berbasis Online

4. Cek Nomor Telepon Penjual

Selain mengecek nomer rekening penjual, cek juga nomer telepon penjual. Bagaimana caranya? Mudah, Anda tinggal mengetik nomor telepon tersebut pada laman mesin pencarian di internet. Biasanya, jika nomor tersebut bermasalah, hasil pencarian akan mengait ke suatu berita kriminal.

Selain itu, Anda juga bisa menambahkan kata “penipu” di belakang nomer telepon penjual untuk penelusuran lebih mengerucut. Misalnya, ketik “08812999 penipu” pada mesin kolom pencarian.  

5. Simpan Bukti Transaksi

struk atm Struk dari ATM

Jika sudah terlanjur melakukan transaksi, simpan lah segala macam bukti transaksi Anda dengan penjual. Baik itu bukti transfer di ATM, maupun screenshot percakapan dengan penjual di ponsel. Tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Jangan Takut untuk Bertransaksi Online

Walaupun modus penipuan dengan nomor rekening marak, tetapi jangan takut untuk berbelanja via online asal tau bagaimana cara amannya semuanya akan baik-baik saja. Untuk tetap aman, kuncinya adalah waspada dan cek terlebih dahulu sebelum terlibat suatu transaksi. Jangan ceroboh dan terburu-buru dalam melakukan pembayaran via transfer bank.