Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mencegahnya

Bagi wanita, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang cukup menakutkan dan sebisa mungkin dihindari. Bahkan dari hasil survei Singapore Health Services disebutkan bahwa lebih dari 21% penyakit kanker yang didagnosis pada wanita adalah kanker payudara.

Kanker ini mematikan apabila penderita baru menyadarinya setelah memasuki stadium lanjut alias sudah akut. Jika masih stadium awal, kanker payudara masih memungkinkan untuk diobati atau disembuhkan.

Kanker payudara ini biasanya juga ditandai dengan benjolan kanker pada payudara. Ukuran benjolan ini masih kecil, tidak lebih dari 3cm dan belum berbahaya karena belum menyebar ke bagian vital lainnya, seperti kelenjar getah bening di bagian ketiak.

Perlu diketahui, kanker payudara ini merupakan jenis tumor ganas yang mematikan akibat pertumbuhan sel kanker yang di luar kendali. Proses pertumbuhan kanker pun berlangsung sekitar 3 tahun, dengan urutan dari stadium awal hingga lanjut.

Kanker akan muncul dan menjadi ganas akibat produksi jaringan ekstra tidak terkontrol sehingga membentuk struktur kelenjar abnormal yang berisiko merusak jaringan organ vital tubuh di sekitarnya. Untuk itu, kenali dan pahami mengenai penyakit kanker payudara ini.

Baca Juga: Cegah Asma hingga Kanker, Ini Beragam Khasiat Okra yang Jarang Diketahui Orang

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Gejala Awal Kanker Payudara

loader
Kenali gejala kanker payudara agar cepat diantisipasi penyebarannya

Gejala kanker payudara sebenarnya sedikit banyak bisa mengungkap stadium kanker yang diderita, apakah masih dalam tahap awal atau justru stadium lanjut. Kanker payudara stadium awal identik dengan keluhan benjolan di payudara / ketiak.

  1. Kenali Benjolan di Sekitar Payudara

    Pertama-tama, kamu harus bisa membedakan benjolan yang terdapat pada payudara, apakah benjolan tersebut benar-benar mengindikasikan dan menandakan adanya penyakit kanker payudara, atau hanya sekadar benjolan biasa saja.

    Benjolan BiasaBenjolan Tanda Kanker Payudara
    Benjolan lunak dan terdapat benjolan juga di bagian payudara lainnya. Sedikit keras dan hanya terdapat 1 benjolan saja (tidak ada benjolan di payudara lainnya).
    Benjolan ini biasanya akan hilang pasca menstruasi. Kulit payudara tampak pucat, disertai keluarnya cairan pada puting.
      Terdapat rasa nyeri pada benjolan.
  2. Bedakan Ukuran dan Bentuk Payudara untuk Ketahui Kanker Payudara

    Biasanya, bentuk dan ukuran payudara pada penderita kanker payudara ini berbeda. Perubahan bentuk dan ukuran itu bisa diketahui dengan mudah, yakni bila biasanya memakai bra ukuran 36, kini berubah menjadi ukuran bra 34. Artinya semakin mengecil.

  3. Merasa Tidak Nyaman dengan Kondisi Payudara

    Perasaan tidak nyaman pada kondisi payudara yang dirasakan sekarang ini bisa jadi akibat rasa nyeri di sekitarnya. Rasa was-was akibat warna memerah pada payudara dan pembengkakan, puting masuk ke dalam, serta payudara terasa lembek juga berkerut membuat perasaan menjadi semakin tidak nyaman.

    Selain bentuknya yang berubah, biasanya gejala kanker payudara ini juga akan diikuti rasa gatal. Kemudian kulit menjadi bersisik dan muncul warna kemerahan di area puting.

Gejala Kanker Payudara Stadium Lanjut

loader
Ilustrasi diagnosis mammogram

Jika gejala kanker payudara di atas tidak segera mendapatkan tindakan medis, maka bisa menimbulkan risiko kanker yang semakin menggurita dan membahayakan jiwa. Saat stadium kanker sudah lanjut, penderita akan merasakan gejala-gejala berikut ini.

  • Rasa sakit pada tulang yang diikuti mual dan perut mulas akibat nafsu makan berkurang.
  • Berat badan turun drastis dalam jangka waktu yang cepat.
  • Selain itu, jika sudah menyebar ke organ lain, kanker payudara juga bisa menimbulkan gejala-gejala lain, seperti:
    OrganGejala
    Paru-paru
    • Sesak napas.
    • Mengi.
    • Rasa nyeri di paru.
    • Batuk yang terjadi secara terus-menerus / mengeluarkan darah dan lendir.
    Hati
    • Kulit menguning.
    • Gatal.
    • Perut membengkak.

Cara Diagnosis Kanker Payudara

Jika kamu mengalami keluhan di atas, biasanya dokter akan melakukan diagnosis medis lebih lanjut, seperti:

  • Mammogram, yakni proses scan dengan X-Ray untuk melihat kondisi payudara dan pertumbuhan jaringan.
  • USG Payudara, yakni teknik diagnostik yang dilakukan untuk menentukan benjolan payudara yang diderita berupa kista yang berisi cairan atau massa padat.
  • Biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
  • CT Scan dan MRI, pemeriksaan jenis ini dilakukan guna menentukan ukuran serta melihat penyebaran kanker payudara.

Diagnosis medis ini bisa dilakukan di rumah sakit terdekat dan dilakukan oleh dokter ahli. Jika ada indikasi komplikasi lain, maka perlu dilakukan pemeriksaan total terhadap kondisi penderita agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat, dan bisa selamat dari risiko komplikasi.

Baca Juga: Kanker Tulang: Penyebab, Gejala, hingga Metode Pengobatannya

Penyebab dan Risiko Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai

loader
Kenali faktor risiko kanker payudara

Kanker payudara bisa jadi disebabkan oleh banyak faktor. Namun yang utama berdasarkan keluhan selama ini disebabkan atau dipicu oleh siklus bulanan hormon normal wanita.

  • Mendapatkan haid pertama sebelum usia 12 tahun / terlalu dini.
  • Terlambat menopause, melewati usia 55 tahun.
  • Kehamilan pertama yang terjadi pada wanita usia di atas 30 tahun.
  • Wanita yang belum pernah hamil atau bahkan tidak menikah.

Nah, di luar faktor tersebut, masih ada risiko lain sekitar 11% penyebab kanker payudara, yakni: Faktor Genetik yang dikenal dengan istilah Gen BRCA1 dan BRCA2.

Cara Mengobati Kanker Payudara

loader
Ilustrasi penanganan kanker payudara dengan Radioterapi

Jika ternyata kamu terdeteksi kanker payudara (secara diagnosis medis), maka tidak perlu khawatir berlebihan. Ada beberapa metode pengobatan medis yang bisa dilakukan dokter, tergantung dari kondisimu. Beberapa tindakan medis tersebut adalah:

  1. Operasi Bedah untuk Mengangkat Sel Kanker

    Hampir semua kanker butuh tindakan medis operasi bedah, termasuk kanker payudara. Ini dilakukan dengan memerhatikan kondisi penderita apakah masih bisa mempertahankan payudara tersebut atau harus membuang total jaringan yang terkena kanker. Operasi yang dibutuhkan dikenal dengan nama mastektomi.

  2. Radioterapi

    Radioterapi merupakan tindakan medis paling mendasar bagi penderita kanker. Penderita kanker paling umum mendapatkan tindakan medis berupa operasi bedah. Walaupun sudah mendapatkan tindakan medis tersebut, risiko kambuh masih tetap ada.

    Sehingga perlu dilakukan radioterapi di dada agar sel kanker benar-benar mati. Setidaknya tindakan medis ini berlangsung selama 5 minggu.

  3. Kemoterapi

    Penderita akan menjalani tindakan medis kemoterapi agar kanker tidak kambuh dan biasanya butuh waktu 4 hingga 6 bulan. Tindakan medis ini punya risiko bagi penderita, mulai dari mual ringan, muntah, rambut rontok, lesu atau kelelahan. Ini akibat dari nafsu makan yang hilang.

Cara Mencegah Kanker Payudara

loader
Pencegahan kanker payudara

  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi.
  • Jaga berat badan idealmu.
  • Rajin olahraga.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok.
  • Hindari paparan radiasi.
  • Untuk ibu menyusui, jangan lupa untuk memberikan ASI secara teratur kepada buah hati.

Makin Awal Terdeteksi, Maka Makin Besar Pula Peluang Sembuh dari Kanker Payudara

Pengobatan kanker payudara memang butuh waktu yang tidak sebentar. Selain itu, juga dibutuhkan kesabaran dan kedisiplinan untuk mengonsumsi obat dari hasil rekomendasi dokter. Biasanya, guna menghindari efek samping, dokter memberikan resep yang tergantung pada tingkat kesehatan secara umum seseorang dan masalah medis lainnya.

Namun, dari semua itu yang terpenting adalah kesiapan diri akan biaya yang diperlukan untuk menjalankan pengobatan. Untuk itu, penting adanya asuransi kesehatan, agar penyakitmu bisa ditangani dengan baik dan pulih seperti sedia kala.

Baca Juga: Kanker Otak: Jenis, Gejala, hingga Penyebabnya