Pelajari Dulu Apa Itu Polis Asuransi, Biar Nggak Salah Pilih!

Asuransi banyak dikenal oleh masyarakat sebagai produk keuangan yang mampu memberikan perlindungan dari berbagai macam masalah yang mungkin terjadi di masa depan. Melalui asuransi, seseorang bisa terhindar dari risiko mengeluarkan uang dalam jumlah besar saat terjadi musibah di hidupnya. Misalnya, untuk biaya rumah sakit, biaya perbaikan mobil, dan lain sebagainya.

Karena berguna untuk memberikan perlindungan tersebut, tak sedikit orang yang tertarik mengajukan asuransi, apapun jenisnya. Tren asuransi juga cukup meningkat dan menarik minat kaum muda karena kesadaran untuk memiliki produk tersebut semakin tinggi. 

Namun, jika tidak diimbangi dengan bekal pengetahuan yang cukup, memilih asuransi bisa jadi dilakukan dengan salah kaprah. Tidak menutup kemungkinan seseorang harus membayar premi asuransi yang terbilang mahal, padahal perlindungan yang diberikan tidak sesuai kebutuhan. 

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, kamu perlu memahami pengertian, fungsi, jenis, dan contoh polis asuransi berikut ini. 

Baca Juga: Agar Tidak Gagal Paham, Ini Istilah-Istilah Asuransi yang Perlu Diketahui

Jadi, Apa Pengertian Polis Asuransi?

loader

Pengertian Polis Asuransi

Secara singkat, yang dimaksud dengan polis asuransi adalah dokumen legal dan resmi yang mengikat nasabah asuransi atau pemegang polis dengan perusahaan penyedia asuransi. Dalam kata lain, polis adalah sebuah perjanjian tertulis terkait produk asuransi dan berisi seluruh hak, syarat, dan kewajiban dari setiap pihak, dan juga ketentuan atas prinsip kerja dari asuransi yang dijalankan. 

Secara tak langsung, polis menjadi bukti perjanjian bagi perusahaan asuransi dengan nasabahnya yang resmi dan terikat oleh tanggung jawab sesuai kesepakatan bersama. Polis asuransi pun menjadi pelindung dari setiap hak serta kewajiban perusahaan asuransi maupun nasabah.

Ketika membeli produk asuransi, kamu akan diberikan nomor polis, sebuah kode khusus yang dimiliki oleh pemegang polis. Fungsi dari nomor polis adalah sebagai identitas bagi nasabah yang terdaftar pada produk asuransi yang bersangkutan dan nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan transaksi maupun proses klaim serta verifikasi data nasabah. 

Fungsi Polis Asuransi

Secara umum, fungsi polis asuransi dibagi menjadi dua, yaitu:

Fungsi Polis Asuransi untuk Nasabah

Fungsi Polis Asuransi untuk Perusahaan 

Menjadi alat bukti yang tertulis terhadap jaminan perlindungan dan penanggungan dari berbagai risiko serta penggantian kerugian dari segala hal yang bisa saja terjadi pada pihak tertanggung.

Menjadi bukti atau tanda terima atas premi asuransi yang dipenuhi pihak tertanggung.

Menjadi bukti dari pembayaran premi dari pihak nasabah kepada perusahaan asuransi.

Menjadi bukti tertulis terhadap jaminan yang akan diberikan kepada pihak tertanggung.

Menjadi bukti otentik agar bisa menuntut pihak penanggung apabila lalai dalam memenuhi perlindungan maupun jaminan yang sudah menjadi hak dari pihak nasabahnya.

Menjadi bukti otentik yang mampu menolak tuntutan atas klaim yang diminta pihak tertanggung jika tak memenuhi persyaratan pada polis.

Baca Juga: Ini Dia 7 Cara Tepat Agar Mudah Memahami Polis Asuransi

Berbagai Macam Polis pada Asuransi

Tergantung dari tujuan serta keuntungan produk asuransi, polis asuransi memiliki berbagai macam. Perbedaan jenis polis tersebut memudahkan nasabah dalam menentukan produk asuransi mana yang sebaiknya dipilih untuk mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin muncul di masa depan. Berikut adalah beberapa macam polis asuransi yang umum ditawarkan oleh suatu perusahaan asuransi. 

  • Polis Asuransi Kendaraan

    Polis asuransi kendaraan ditujukan untuk memberi perlindungan atau jaminan terhadap kendaraan yang dimiliki dan didaftarkan oleh pihak tertanggung. Polis asuransi ini memungkinkan penyedia asuransi untuk mengganti atau menanggung kerugian atas kerusakan atau kehilangan pada mobil maupun sepeda motor di masa mendatang sesuai perjanjian. 

  • Polis Perjalanan

    Selain itu, ada pula polis perjalanan yang memungkinkan nasabah untuk mendapatkan jaminan atau perlindungan ganti rugi ketika melakukan perjalanan di suatu tempat dan di waktu tertentu. Polis asuransi ini biasanya berlaku saat nasabah berangkat sampai kembali lagi ke tempat asalnya. 

  • Polis Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

    Selanjutnya, asuransi kesehatan dan jiwa bisa dibilang merupakan produk asuransi yang paling umum dimiliki oleh masyarakat. Polis dari asuransi kesehatan memberikan jaminan terhadap biaya rumah sakit maupun perawatan medis saat nasabah menderita suatu penyakit ataupun kecelakaan dan harus melakukan rawat jalan atau rawat inap. Sedangkan untuk polis asuransi jiwa, perusahaan asuransi akan menilai jiwa nasabah dengan sejumlah dana yang nantinya akan diberikan ke pihak ahli warisnya saat nasabah tersebut meninggal. 

  • Polis Asuransi Rumah

    Tidak kalah pentingnya, polis asuransi properti atau rumah merupakan jenis polis yang mampu mengganti rugi suatu properti ketika mengalami kerusakan karena bencana sesuai dengan perlindungan yang dipilih. Polis ini biasanya meliputi ganti rugi saat properti terdampak bencana banjir, kebakaran, maupun kesepakatan lainnya sesuai dengan perjanjian pihak nasabah dan penyedia asuransi. 

  • Polis Ditaksir dan Tidak Ditaksir

    Lalu, valued policy atau polis ditaksir adalah jenis polis yang memungkinkan nasabahnya untuk memperoleh ganti rugi berdasarkan nominal yang telah ditaksir sebelumnya. Di sisi lain, unvalued policy atau polis tak ditaksir memungkinkan nasabah untuk mendapatkan nilai pertanggungan sesuai dengan nilai maksimal maupun satuan khusus yang tertulis pada polis untuk menentukan jumlah nominal klaim terhadap pihak nasabahnya. 

Selain macam polis asuransi tersebut, tentu masih ada lagi jenis polis asuransi lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kebutuhan nasabahnya. Sebagai contoh, polis veem dan risiko perang yang mungkin diperlukan oleh pihak-pihak tertentu. 

Isi Polis Asuransi

loader

Isi Polis Asuransi

Secara garis besar, inti dari polis asuransi adalah perjanjian yang dijadikan sebagai landasan kerja sama terhadap perusahaan asuransi dan nasabahnya. Tentunya, polis asuransi harus memiliki beberapa isi atau poin yang harus dituliskan guna mendukung kejelasan serta legalitas kontrak kerja sama yang akan disepakati, antara lain:

  1. Ringkasan Polis

    Pada ringkasan polis, terdapat sejumlah poin yang wajib dicantumkan dan juga dijelaskan, misalnya: 

    • Nama pemegang polis atau pihak tertanggung yang ditunjuk untuk menerima manfaat maupun wakil dari ahli waris.
    • Benefit atau manfaat pertanggungan dan juga tambahannya. 
    • Rincian tagihan premi yang menjadi tanggungan nasabah.
    • Daftar nominal atau nilai tunai yang menjadi jaminan jika tersedia.
  2. Ketentuan Umum dan Khusus 

    Dalam bagian ini, polis asuransi harus menjelaskan ketentuan umum serta ketentuan khusus. Seperti, waktu berlaku pertanggungan, penjelasan manfaat asuransi, cara membayar premi, tenggat waktu pembayaran, mata uang dan kurs yang dipakai sebagai transaksi membayar premi serta asuransi yang dihubungkan dengan Rupiah, periode saat perusahaan tak bisa meninjau kembali keabsahan akad asuransi, dan hal lainnya tergantung kebijakan serta perjanjian perusahaan asuransi dengan nasabah.

  3. Salinan Formulir Pendaftaran Asuransi dan Surat Permintaan

    Ketika mendaftar asuransi, pemegang polis diharuskan untuk mengisi surat permintaan dan formulir pendaftaran asuransi. Salinan dari dokumen tersebut akan dimasukkan pula pada polis asuransi sebagai buktinya. 

Contoh Polis Asuransi

Agar lebih memahaminya, kamu bisa melihat contoh polis asuransi berikut:

loader

Contoh Asuransi Kendaraan (Sumber: slidetodoc.com)

Dasar Hukum dari Polis Asuransi

Seiring dengan perkembangan industri produk asuransi yang semakin populer di Indonesia, regulasi langsung dari pemerintah amat penting dan dibutuhkan. Dengan begitu, industri asuransi dapat berjalan dengan lebih sehat dan mampu menguntungkan bagi segala pihak. 

Karena itu, terdapat sejumlah dasar hukum sebagai landasan pada semua penyedia asuransi yang beroperasi di Indonesia dalam menyediakan pelayanan asuransi sesuai tujuannya. Berikut adalah lima dasar hukum dari asuransi yang ada di Indonesia dan wajib dipatuhi oleh semua perusahaan asuransi.

  • UU No. 2 Tahun 1992 mengenai Usaha Perasuransian.
  • KUHP Pasal 1320 serta Pasal 1774.
  • KUHD Bab 9 Pasal 246.
  • PP No. 63 Tahun 1999.
  • PP No. 73 Tahun 1992.

Selain itu, ada pula dasar hukum pada asuransi syariah yang diterbitkan oleh MUI pada fatwa No.21/DSN-MUl/X/2001 terkait pedoman pada asuransi syariah. Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa produk asuransi syariah merupakan upaya untuk melindungi satu sama lain antara sejumlah orang secara investasi, seperti aset yang dapat memberikan pengembalian guna menghadapi suatu risiko tertentu.

Maksimalkan Manfaat Asuransi dengan Memahami Betul Isi Polisnya

Asuransi seharusnya menjadi produk keuangan yang wajib dipertimbangkan saat melakukan perencanaan keuangan. Melalui asuransi, segala risiko buruk yang mungkin saja terjadi di waktu mendatang bisa diminimalisir dampaknya, khususnya yang berkaitan dengan finansial. Nah, agar bisa mendapatkan produk asuransi yang terbaik dan manfaat yang paling optimal, kamu wajib memahami apa itu polis asuransi dan bagaimana isinya. 

Baca Juga: Prosedur Pembelian, Pengajuan Klaim, dan Penutupan Polis Asuransi