Perlukah Mobil Bekas Diasuransikan? Begini Tips Memilih Asuransi Mobil

Masih banyak yang beranggapan “mobil bekas tak perlu asuransi”. Padahal dari segi fungsi, mobil bekas sama saja seperti mobil baru, yaitu sama-sama dapat mengantarkan kamu ke lokasi yang dituju dengan nyaman. Namun dari segi performa, mobil bekas jelas kalah karena kondisi mesinnya sudah tua. Dipakai asuransi atau tidak, berikut penjelasan.

Anda Bingung Cari Kredit Mobil Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Kredit Mobil Terbaik! 

Perlukah Mobil Bekas Diasuransikan?

loader
Asuransi mobil bekas

Tentu saja perlu. Alasannya karena mobil bekas pun tidak lepas dari berbagai kerusakan. Belum lagi, kecelakan di jalan raya tentu tak bisa dihindarkan dan tanpa diduga. Maka dari itu, mobil bekas juga penting diasuransikan.

Untuk beberapa mobil bekas, biaya perbaikannya tergolong mahal karena keterbatasan sparepart dan tingkat kerumitan dalam membongkar pasang bagian yang rusak. 

Tanpa asuransi, pengeluaran untuk memperbaiki mobil bisa saja setimpal dengan harga mobil sewaktu membelinya. Ujung-ujungnya malah jadi buntung kalau kamu menghiraukan asuransi untuk mobil bekas.

Tips Memilih Asuransi Mobil Bekas

Jangan asal dalam memilih asuransi mengingat setiap kendaraan memiliki kebutuhan yang berbeda. Berikut ini ada tips yang perlu kamu perhatikan dalam memilih asuransi mobil bekas, antara lain:

1. Perhatikan usia kendaraan

Kamu perlu perhatikan usia kendaraan yang ingin diasuransikan. Perusahaan asuransi bisa saja menolak permohonan pengajuan polis jika usia kendaraan tidak memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.

Dengan mengetahui usia kendaraan, kamu juga tahu produk asuransi mana yang cocok. Kendaraan usia di bawah 10 tahun, produk asuransi all risk sangatlah tepat karena berhak mendapatkan manfaat yang lebih luas. Sementara, kendaraan di atas 10 tahun, kamu bisa lirik asuransi TLO. 

Dengan tujuan jika terjadi kerusakan parah, perusahaan asuransi tidak perlu memperbaiki kendaraan tersebut. Akan lebih baik jika digantikan dengan kendaraan baru yang harganya sama atau lebih murah, yang penting bisa dipakai berkendara.

Baca Juga: 5 Hal yang Menentukan Nilai Pertanggungan Asuransi Kendaraan

2. Perluas manfaat

Meskipun mobilnya bekas, apa salahnya untuk memperluas manfaat asuransi. Terlebih lagi jika mobil masuk dalam kategori tua, banyak diminati, dan memiliki biaya perbaikan yang cukup mahal. Dengan perlindungan komprehensif atau all in, perusahaan akan mempertanggungjawabkan biaya yang muncul jika terjadi kerusakan.

Perluasan manfaat tentunya akan menambah jumlah premi yang kamu bayar. Namun dengan manfaat yang lebih maksimal, hal ini sangatlah wajar untuk mengantisipasi kerusakan tiba-tiba.

Jika waktu tersebut tiba, kamu tidak perlu memikirkan biaya perbaikan untuk mobil bekas. Selagi kerusakan tersebut tercatat di dalam polis, maka sebagian besar biaya perbaikan otomatis dibebankan kepada perusahaan asuransi yang bersangkutan.

3. Ganti nama polis

Tak lupa juga untuk mengganti nama polis asuransi, terutama jika cicilan mobil yang kamu beli belum lunas. Dan disini kamulah yang bertanggung jawab atas pelunasannya karena aset sudah berpindah tangan.

Penggantian nama polis ditujukan untuk memudahkan kamu saat mengajukan klaim dimana dan kapan saja selagi kamu berada dekat dengan lokasi bengkel rekanan asuransi, jadi bisa mendapatkan yang terbaik.

Bisa dikatakan bukan hanya properti saja yang harus berpindah tangan, tapi juga asuransi kendaraan. Silahkan tunggu selama beberapa hari masa kerja, lalu nama pemilik otomatis berubah menjadi nama kamu

Baca Juga: Asuransi Motor: Manfaat, Jenis, dan Produk Asuransi Kendaraan Terbaik

4. Jangan terburu-buru

Beli asuransi atau tidak, keputusannya ada di tangan kamu, jadi jangan terburu-buru sewaktu membeli. Kamu perlu memperhatikan ketiga poin di atas untuk memastikan kalau produk yang dibeli sesuai kebutuhan mobil bekas.

Sebab, bukan rahasia umum lagi kalau hasil dari sesuatu yang dilakukan secara terburu-buru kurang baik. Pastikan hal ini tidak terjadi untuk menghindari adanya pembatalan polis padahal polis masih berlaku.

5. Sesuaikan dengan finansial

Kepemilikan asuransi membantu mengurangi risiko finansial yang mungkin terjadi di kemudian hari. Tapi, kamu perlu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial terlebih dahulu untuk memastikan cukup atau tidaknya gaji sewaktu pembayaran asuransi jatuh tempo.

Jika pembayarannya macet, maka mobil bekas tidak bisa mendapatkan manfaat maksimal. Manfaat tersebut terpaksa pending karena adanya kewajiban yang tertunda atau belum dibayar. 

Finansial bersifat krusial, jadi harus benar-benar diperhatikan agar tidak mengganggu kelancaran pemenuhan kebutuhan hidup yang lain. Asuransi bukanlah instrumen keuangan yang memaksa, jadi kamu tidak perlu memaksakan diri untuk memilikinya jika saat ini merasa belum sanggup secara finansial.

Hal-hal yang Dikecualikan dalam Asuransi Mobil Bekas

loader
Asuransi mobil bekas

Berbicara mengenai asuransi, tentu ada beberapa pengecualian yang tidak dicover oleh perusahaan, diantaranya :

  • Penanggung tidak memberikan uang pertanggungan jika terjadi kecelakaan kepada pengemudi (bukan polis) maupun pihak ketiga yang dirugikan
  • Kerusakan akibat penggelapan
  • Kerusakan jika mobil beralih fungsi ke hal lain, misalnya mobil pribadi digunakan untuk mengangkut barang
  • Pemakaian yang dipaksakan
  • Jika mobil rusak akibat melintasi zona terlarang

Dengan memperhatikan pengecualian tersebut, maka penolakan saat mengajukan klaim dapat diminimalisir. Jadi, kamu tidak merasa dirugikan sedikitpun oleh asuransi.

Berikan Perlindungan yang Tepat untuk Kendaraanmu

Sekarang ini banyak perusahaan asuransi kendaraan yang bisa kamu pilih. Akan tetapi, pastikan kamu memilih asuransi kendaraan yang sudah terdaftar di OJK agar terhindar dari perusahaan asuransi ilegal yang hanya merugikan keuanganmu. Kamu bisa mengeceknya dengan mengunjungi situs www.ojk.go.id, setelah itu pilih menu IKNB, pilih bagian perusahaan asuransi.

Baca Juga: Daftar Broker Asuransi: Pengertian, Peran, Hingga Peraturannya