Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis, Hingga Rumus Perhitungannya

Memahami tentang kondisi keuangan secara mendetail merupakan hal yang penting untuk dilakukan perusahaan agar mampu mengambil keputusan berbisnis terbaik. Tanpa informasi mengenai kondisi finansialnya, risiko perusahaan mengambil keputusan atau langkah bisnis yang salah menjadi lebih tinggi. 

Jika sampai keliru dalam mengambil langkah berbisnis, dampaknya bisa sangat fatal hingga berisiko menyebabkan kerugian yang masif. Salah satu hal yang penting untuk dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ini adalah rasio keuangan. Melalui informasi dari rasio keuangan tersebut, pihak manajemen dapat memprediksi perkembangan bisnis perusahaan di waktu mendatang.

Dengan begitu, perusahaan mampu menentukan langkah apa yang sebaiknya diambil agar bisa memberikan dampak positif terhadap kinerja dan kondisi keuangannya. Lalu, apa yang sebenarnya dimaksud dengan rasio keuangan? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan tentang pengertian rasio keuangan, fungsi, jenis, hingga rumus perhitungannya berikut ini.

Baca juga: Cara Mudah Memahami Rasio Keuangan Perusahaan Sebelum Beli Saham

Bingung cari investasi Reksa Dana yang aman dan menguntungkan? Cermati solusinya!

Mulai Berinvestasi Sekarang!  

Apa Itu Rasio Keuangan?

loader

Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah metode analisis finansial yang bisa dimanfaatkan sebagai indikator penilaian atas perkembangan sebuah perusahaan atau bisnis. Perhitungan rasio keuangan dilakukan dengan mengambil data laporan keuangan pada periode akuntansi tertentu. Dengan begitu, bisa diketahui kinerja maksimal dari keuangan perusahaan. 

Jenis rasio ini sering kali digunakan oleh pihak manajemen perusahaan dalam menentukan kebijakan atau keputusan bisnis yang mampu memberikan keuntungan optimal bagi perusahaan. Misalnya, rasio keuangan ini dipilih agar mampu menyelamatkan aset perusahaan. Jadi, peran dari rasio ini amat penting agar pihak manajemen tak salah langkah ketika mengambil keputusan untuk kepentingan perusahaan. 

Fungsi Rasio Keuangan

Rasio keuangan memiliki peran krusial terhadap perusahaan agar mampu mengambil keputusan bisnis yang terbaik dan paling sesuai dengan kondisi finansial. Karena data yang dijadikan sebagai acuan adalah informasi pada laporan keuangan, rasio ini mampu memudahkan pihak perusahaan dalam mengambil langkah bisnis yang tepat.

Di samping itu, ada beragam fungsi rasio keuangan yang penting untuk dipahami:

1. Mengetahui Optimalisasi Finansial

Optimalisasi finansial atau keuangan adalah sebuah analisis rasio keuangan agar mampu mengetahui cara pemanfaatan finansial dengan lebih optimal dan jelas. Hal ini mampu menunjukkan pula potensi adanya kecurangan atau informasi tidak akurat pada laporan keuangan. Dengan begitu, penggunaan keuangan yang efisien pada bisnis dapat diwujudkan. 

2. Mengetahui Efektivitas Manajemen Operasional

Cakupan dari manajemen operasional ini antara lain penggunaan biaya serta efektivitas dari pemanfaatan finansial untuk aktivitas operasional bisnis perusahaan. Karena itu, dengan mengacu pada rasio keuangan, perusahaan mampu mengetahui seberapa efektif dan efisien kinerja dari manajemen operasional ketika menggunakan biaya untuk aktivitas operasional perusahaan. 

3. Memastikan Penggunaan Aktiva Telah Optimal

Aktiva adalah hal yang tak kalah penting untuk dipahami dan dievaluasi guna memastikan pemanfaatan keuangan telah optimal. Jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan mampu menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Tanpa fungsi rasio keuangan, optimalisasi penggunaan aktiva tidak akan bisa diketahui secara akurat.

4. Menunjukkan Kondisi Keuangan Perusahaan

Kondisi keuangan perusahaan yang sehat bisa ditunjukkan melalui jumlah laba atau keuntungan yang berhasil didapatkan dari setiap kegiatan bisnisnya. Dengan kata lain, informasi dari rasio keuangan mampu menunjukkan kesehatan finansial perusahaan.  Hal tersebut juga bisa menunjukkan berapa lama perusahaan bisa terus bertahan dan seberapa tinggi peluangnya untuk terus berkembang. 

5. Menjadi Acuan Analisis Kemampuan Perusahaan untuk Berkembang

Agar bisa terus bertahan di tengah persaingan industri yang kian ketat, perusahaan harus bisa memastikan bisnisnya mampu berkembang dengan konsisten dan menjanjikan. Pengembangan bisnis ini bisa berupa pendirian cabang, memperluas cakupan wilayah pemasaran, menginovasi produk, dan lain sebagainya. Semua langkah tersebut memerlukan informasi analisis dari rasio keuangan secara akurat guna meminimalkan risiko kesalahan dalam mengambil keputusan. 

Jenis Rasio Keuangan

Terdapat beberapa jenis rasio keuangan yang perlu dipahami agar penggunaannya mampu memberikan manfaat yang tepat sasaran, seperti berikut.

1. Rasio Laba atau Profitability Ratio

Jenis rasio ini menganalisis perusahaan untuk mengetahui seberapa besar kapasitasnya dalam menghasilkan laba melalui aktivitas bisnis yang dilakukan. 

2. Rasio Utang Jangka Pendek atau Liquidity Ratio

loader

Liquidity Ratio

Rasio likuiditas digunakan untuk menganalisis kapasitas atau kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendeknya. Jika perusahaan memiliki jumlah utang yang banyak, hal tersebut bisa menjadi indikasi akan kondisi keuangan yang buruk. Bahkan, jika rasionya terlampau besar, beban utang tersebut bisa menyeret perusahaan ke jurang kebangkrutan. 

3. Rasio Utang atau Solvency Ratio

Jenis yang ketiga, rasio utang merupakan metode yang berguna untuk menganalisis kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan tersebut amat penting dijadikan sebagai bahan pertimbangan investor yang ingin menanamkan modal pada sebuah perusahaan atau saham. 

4. Rasio Aktivitas atau Activity Ratio

Setiap perusahaan tentu mempunyai aktiva yang bisa digunakan pada proses produksi. Karenan itu, analisis aktivitas untuk mengetahui kemampuan perusahaan atau bisnis dalam mengoptimalkan peran aktiva yang dipunyainya dalam menghasilkan laba perlu diketahui.

Rumus Perhitungan Rasio Keuangan

Setiap jenis rasio keuangan mempunyai rumus penghitungannya sendiri. Berikut adalah rumus perhitungan rasio keuangan berdasarkan jenisnya.

  • Rasio Laba

Rasio laba bisa dihitung dengan berbagai pendekatan. Salah satu contohnya adalah margin dari laba kotor yang mampu menunjukkan perbandingannya dengan penjualan. Rumus perhitungan rasio laba dengan pendekatan ini adalah sebagai berikut.

Laba Kotor : Penjualan = Persentase Laba Kotor

Selain itu, rasio ini bisa dihitung dengan pendekatan keuntungan operasional terhadap penjualan untuk mengetahui tingkat efektivitasnya. Pendekatan lain untuk mengetahui rasio laba adalah laba bersih berupa penjualan yang telah dipotong pajak. Guna mengetahui rasio dari laba bersih dengan penjualan, rumus hitungnya adalah laba bersih dibagi dengan penjualan. 

Rasio laba juga bisa diketahui melalui pendekatan ROA dan ROI. Untuk pendekatan ROA, perusahaan mampu menilai sejauh apa aset bisa digunakan untuk mendapatkan laba. Rumus mengetahui rasio ROA ini adalah laba bersih yang dibagi jumlah aset perusahaan.

ROI adalah rasio probabilitas yang berguna untuk menganalisis kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan terhadap investasi. Rumus ROI adalah laba bersih yang dibagi dengan nilai investasi. 

  • Liquidity Ratio

Rasio likuiditas terbagi ke dalam 3 jenis. Pertama, rasio lancar atau current ratio yang digunakan untuk menganalisis kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban lancar. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio lancar adalah aktiva lancar dibagi utang lancar.

Jenis yang kedua adalah rasio cepat atau quick ratio yang berguna untuk memprediksi serta menganalisis seberapa mampu perusahaan dalam menangani jumlah kewajibannya, baik yang berjangka pendek atau panjang. Cara hitung dari rasio cepat adalah sebagai berikut.

((aktiva lancar – persediaan) : utang lancar) x 100 persen

Jenis yang terakhir, cash ratio atau rasio kas digunakan untuk mengetahui perbandingan antara aktiva lancar dan kas perusahaan dengan kewajiban lancarnya. Rumus untuk mengetahui rasio kas adalah sebagai berikut.

((kas + aktiva yang setara kas) : utang lancar) x 100 persen

  • Rasio Utang

Bisa disebut juga dengan solvency ratio, rasio utang bisa diketahui melalui 2 metode pendekatan. Pertama, pendekatan aktiva dengan menganalisis dana yang didapat dari utang. Rumus menghitung rasio dengan pendekatan ini adalah total utang dibagi total aktiva dan dikali seratus persen. 

Metode pendekatan yang kedua adalah melalui modal atau equity. Metode ini digunakan untuk menganalisis total utang perusahaan dengan perbandingan modalnya. Idealnya, beban utang tidak lebih besar dibanding nilai modal sehingga semakin kecil persentase atau rasio utang, hal tersebut menunjukkan kondisi finansial yang sehat. 

  • Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas dapat diukur melalui empat metode pendekatan. Pertama, menghitung jumlah dari piutang yang beredar menggunakan rumus jumlah piutang dibagi rerata piutang. Semakin tinggi jumlah piutang beredar, nilai keuangan akan menjadi semakin baik.

Metode yang kedua adalah berdasarkan perputaran dari aktiva tetap agar mampu mengetahui maksimal penjualan sesuai penggunaan aktiva tetap. Rumus menghitungnya adalah penjualan dibagi aktiva tetap. 

Ketiga, rasio aktivitas bisa dihitung melalui pendekatan persediaan. Rumus yang digunakan adalah harga pokok penjualan atau HPP dibagi persediaan.

Metode yang terakhir adalah perputaran jumlah aktiva. Rumus hitung rasio aktivitas menggunakan pendekatan ini adalah penjualan dibagi jumlah aktiva. 

Baca juga: Cari Tahu ‘Penyakit’ Keuangan dengan Melihat 4 Rasio Keuangan Ini

Lebih Mudah Selesaikan Masalah Keuangan Perusahaan dengan Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah metode analisis keuangan yang berguna sebagai indikator atau dasar penilaian perkembangan perusahaan. Rasio ini juga berguna untuk memudahkan manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah finansial. Jadi, setiap jajaran manajemen yang berperan mengatur kinerja perusahaan wajib memahami cara menghitung dan membaca rasio ini pada laporan keuangan agar mampu mengambil langkah bisnis terbaik.