Take Over KPR, Apa Saja Syarat dan Cara Mengurusnya

Bagi Anda yang telah memiliki sejumlah penghasilan, memiliki keinginan untuk bisa membeli sebuah rumah adalah hal yang sangat wajar. Ini bahkan sangat penting untuk Anda pikirkan sejak awal, ketika Anda mulai mendapatkan sejumlah penghasilan tetap dari pekerjaan yang Anda geluti. Rumah akan membutuhkan sejumlah dana yang besar, karena itu mempersiapkannya sejak awal dan mempertimbangkan untuk memilikinya selagi masih muda adalah hal yang lebih baik bagi Anda yang telah bekerja.

Rumah menjadi salah satu aset dan bentuk investasi yang banyak dipilih oleh sebagian besar orang. Bukan hanya karena kebutuhan akan tempat tinggal semata, namun rumah juga memiliki nilai yang terbilang cukup stabil untuk Anda jadikan sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. Harga rumah selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, maka semakin lama Anda membelinya, semakin mahal juga harga yang harus Anda bayarkan untuk kepentingan tersebut. Sebaliknya, semakin cepat Anda memiliki sebuah rumah, maka semakin murah dan semakin baik bagi keuangan Anda di masa yang akan datang.

Namun harga sebuah rumah tentu saja tidaklah murah, hal inilah yang membuat banyak orang mengalami kesulitan untuk memilikinya dengan cepat. Untuk mendapatkan sebuah rumah, maka Anda bisa saja mengeluarkan sejumlah dana yang terbilang sangat besar, bahkan jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Anda sanggup memenuhinya sekaligus?

Jika dana yang Anda miliki tidak mencukupi untuk membeli sebuah rumah secara tunai, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan layanan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Saat ini ada banyak bank yang memberikan layanan KPR di dalam produk yang mereka pasarkan, hal ini tentu bisa Anda jadikan sebagai solusi bagi masalah dana pembelian rumah yang sulit Anda penuhi secara tunai.

Secara umum, pembelian rumah dengan menggunakan KPR juga akan membutuhkan sejumlah uang muka. Besaran uang muka ini akan sangat tergantung pada kebijakan yang diterapkan bank yang membiayai KPR Anda. Namun secara khusus, Bank Indonesia telah menetapkan besaran tersebut sekitar 25-30% dari harga rumah itu sendiri.

Artinya, meskipun Anda berniat untuk membeli sebuah rumah dengan menggunakan KPR, maka setidaknya Anda harus memiliki sejumlah uang muka sebagai pengajuan akad kredit tersebut. Besaran uang muka ini akan sangat tergantung pada harga rumah yang akan Anda beli nantinya, semakin mahal rumah yang Anda beli, maka akan semakin besar jumlah uang muka yang harus Anda bayarkan kepada pihak bank penyedia KPR.

Baca Juga : Persiapkan 3 Hal Berikut Sebelum Mengajukan KPR

Take Over KPR dan Cara Mengurusnya

Dalam pembelian rumah secara KPR, Anda juga mungkin bisa mempertimbangkan opsi untuk membeli sebuah rumah KPR yang d-take over oleh pemiliknya. Take over KPR merupakan sebuah tindakan pengalihan kepemilikan sebuah rumah dari seseorang kepada orang lain atau pihak lain (bank) yang dilakukan dengan sebuah perjanjian resmi dan sah berdasarkan hukum serta ketentuan yang berlaku.

Take over bisa saja dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain: mendapatkan sejumlah bunga yang lebih ringan, membeli sebuah rumah yang lebih besar dan sesuai dengan kebutuhan, kebutuhan keuangan yang begitu mendesak, serta berbagai alasan lainnya. Proses take over tentu harus dilakukan dengan sebuah surat perjanjian, sehingga kedua belah pihak yang terlibat di dalamnya tidak akan mengalami kerugian, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Di dalam praktiknya, terdapat beberapa macam take over yang lazim terjadi dan dilakukan pada KPR, antara lain seperti di bawah ini:

1. Take Over Antar Bank

take over bank

Take Over Antar Bank via bankerslab.com

 

Take over antar bank biasanya akan dilakukan oleh mereka yang menginginkan sejumlah bunga KPR yang lebih ringan dari yang mereka miliki saat ini. Hal ini pada umumnya dilakukan karena adanya penawaran yang jauh lebih baik dan menguntungkan dari bank lain, di mana seseorang lebih memilih untuk mengajukan KPR yang baru dan melakukan take over pada KPR sebelumnya yang telah dimilikinya.

Syarat yang akan dibutuhkan untuk melakukan take over ini, sama saja dengan berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh bank ketika pengajuan KPR sebelumnya. Bank akan meminta kelengkapan identitas diri (KTP, Kartu Keluarga) dan juga bukti penghasilan tetap setiap bulannya. Namun selain persyaratan standar yang dipenuhi pada pengajuan KPR awal, bank juga akan meminta sertifikat rumah yang akan di take over tersebut.

Dengan adanya persyaratan tersebut, maka bisa dikatakan bahwa take over hanya akan bisa dijalankan jika Anda memang telah memiliki sertifikat rumah tersebut karena hal ini akan dijadikan sebagai jaminan atas kredit yang Anda ajukan. Dengan begitu, maka proses take over hanya bisa dilakukan jika setidaknya Anda telah memiliki masa cicilan selama satu tahun, di mana setelah masa tersebut biasanya sertifikat rumah telah terbit dan dipegang oleh pihak bank. Jika ternyata sertifikat telah dipegang oleh pihak bank pertama yang Anda gunakan, maka proses take over akan berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Setelah semua persyaratan tersebut dipenuhi, maka banka akan melakukan proses take over tersebut. Dalam hal ini bank akan melakukan analisa kredit dan juga proses appraisal atau perhitungan ulang terhadap nilai rumah yang akan di take over tersebut.

Baca Juga : Beli Rumah dengan KPR, Ini Langkah-Langkahnya

2. Jual Rumah Secara Take Over

takeover

Jual Rumah Secara Take Over via genesispeacegroup.com

 

Take over ini bisa Anda jadikan sebagai pilihan, ketika Anda memiliki keinginan untuk membeli sebuah rumah baru dengan menggunakan KPR dan melakukan take over terhadap KPR seseorang yang belum lunas. Hal ini akan melibatkan 3 pihak yang berkepentingan, yakni: Anda sebagai pemohon take over, penjual rumah yang akan Anda beli rumahnya, dan juga pihak bank selaku penyedia dana.

Dalam proses pengajuan take over ini, Anda akan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan sebagaimana pengajuan KPR yang pertama. Anda akan diminta melengkapi identitas diri dan juga keterangan mengenai penghasilan tetap yang Anda dapatkan setiap bulannya. Selain hal tersebut, Anda juga wajib datang ke bank bersama dengan penjual rumah yang akan Anda beli sebagai pengajuan KPR dengan cara take over tersebut.

Bank akan melakukan analisa terhadap pengajuan kredit tersebut, dan jika hal ini disetujui, maka pihak bank akan mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan juga SKMHT. Sebelum meneruskan KPR tersebut, maka Anda akan diwajibkan untuk membayar sejumlah biaya take over yang telah ditentukan dan disepakati dengan pihak penjual rumah tersebut. Setelah persetujuan tersebut terjadi, maka Anda akan melakukan transaksi kredit dengan menggunakan nama Anda sendiri.

3. Take Over KPR Bawah Tangan

takeover bawah tangan.jpg

Take Over KPR Bawah Tangan via usnews.com

 

Take over di bawah tangan merupakan sebuah proses pengalihan kepemilikan rumah yang dilakukan hanya antara pihak pembeli dan juga penjual saja. Take over ini berlangsung tanpa adanya keterlibatan pihak bank selaku pemberi dana KPR itu sendiri. Hal ini sangat tidak dianjurkan, terutama jika Anda bertindak sebagai pihak yang akan membeli rumah tersebut (melakukan pembelian take over).

Tindakan melakukan take over di bawah tangan akan sangat berisiko bagi Anda, sebab pada kenyataannya pihak bank tidak akan menyerahkan sertifikat kepemilikan rumah kepada seseorang yang namanya tidak tertera pada sertifikat tersebut. Dengan begitu, Anda akan berpotensi mengalami masalah dan juga kerugian atas take over tersebut.

Dalam take over di bawah tangan, biasanya pembeli hanya akan melakukan perjanjian perpindahan kredit di depan notaris, melunasi biaya take over tersebut dan melanjutkan pembayaran cicilan KPR yang di take over. Masalah sangat mungkin terjadi ketika Anda telah melunasi seluruh cicilan KPR tersebut, sebab besar kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan ketika mengambil sertifikat kepemilikan rumah kepada pihak bank penyedia KPR.

Take Over yang Aman dan Menguntungkan

Pada umumnya tindakan take over dilakukan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan dalam pengajuan KPR ke bank. Namun jangan sampai Anda melakukan take over dengan proses yang salah, yang justru akan membuat Anda berpotensi mengalami kerugian di masa yang akan datang. Hitung dan pertimbangkan keuntungan yang akan Anda dapatkan dari take over KPR, pilih cara yang aman dan juga bisa menjamin hak-hak Anda di kemudian hari atas rumah yang akan Anda beli.

Baca Juga : Take Over Kredit: Hal-Hal yang mesti Anda Ketahui