Tradisi Ramadhan di 10 Negara ini Redup Gegara Corona

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh negara. Selain, bisa mendapatkan banyak pahala dari menjalankan puasa dan ibadah lainnya, umat muslim juga bisa memeriahkan bulan puasa dengan berbagai tradisi Ramadhan. Bahkan, keseruan tradisi ini juga turut dirasakan oleh umat agama lainnya.

Namun, pada kenyataannya puasa Ramadhan di tahun ini sungguh terasa berbeda dari ramadhan di tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya wabah pandemi virus corona atau Covid-19. Alhasil, tradisi yang biasa memeriahkan bulan Ramadhan redup, sebab setiap warga dianjurkan untuk beribadah di rumah saja.

Cermati.com telah mengumpulkan dari berbagai sumber mengenai ada beberapa tradisi bulan Ramadhan di beberapa negara yang redup karena corona.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

Jepang

muslim di jepang
Muslim di Jepang

Perkumpulan umat muslim di Jepang sepakat patuh terhadap kebijakan pemerintah Jepang untuk tidak melaksanakan ibadah sholat di masjid, baik 5 waktu, tarawih dan sholat sunnah lainnya. Selain itu, jika biasanya umat islam di Jepang akan menggelar berbuka puasa bersama di masjid dan berbagi makan malam selama Ramadhan, maka di tahun ini karena ada pandemi corna ditiadakan.

Turki

Di tengah pandemi corona, Turki membatasi tradisi di bulan puasa kali ini. Mulai dari meniadakan tenda yang biasanya menyediakan makanan buka puasa gratis atau takjil dan sahur hingga warga setempat dilarang memberi tips ke penabuh genderang yang bertugas membangunkan warga Turki untuk bangun sahur.

Arab Saudi

makkah
Makkah

Menjadi salah satu negara tujuan umat islam untuk berkunjung dan beribadah kepada Allah SWT, Arab terpaksa melarang umat islam untuk melakukan perjalanan ke Makkah dan Madinah untuk sementara waktu karena pandemi corona ini.

Bahrain

Jika negara pada umumnya melarang umat islam untuk beribadah ke masjid selama bulan Ramadhan, ini berbeda dengan Bahrain yang tetap menggelar salat tarawih berjamaah di salah satu masjid. Namun, ada aturan yang berlaku, yaitu hanya bolah dihadirkan oleh 5 orang jemaah dan imam dengan aturan jarak yang berlaku. Kemudian, salat tarawih ini disiarkan di televisi.

Inggris

Jika biasanya proyek Tenda Ramadhan Inggris menggelar buka puasa terbuka setiap Ramadhan dengan penuh kajian dari pemuka agama, akan tetapi di tahun ini proyek tersebut dilakukan secara daring. Selain itu, masjid-masjid di tutup selama wabah corona masih ada dan umat islam dianjurkan untuk ibadah sholat di rumah.

Baca Juga: Sabar, Ini Ujian! Berikut Cara Menjalankan Puasa Ramadhan saat Pandemi Corona

Amerika Serikat

View this post on Instagram

A post shared by VOA Indonesia (@voaindonesia) on

Menurut Islami Center Missouri Tengah, Amerika Serikat yang dikutip dari The Guardian, ibadah sholat dilakukan secara online, sebab masjid telah ditutup sejak Maret 2020. Bukan hanya itu saja, mereka juga mengadakan kaidah islami online yang dilakukan selama satu jam dan bermain game bersama-sama. Dengan begitu, ibadah puasa Ramadhan di Amerika Serikat tetap seru meski di rumah saja.

Indonesia

View this post on Instagram

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Indonesia menjadi salah satu negara yang penuh keragaman tradisi ketika menyambut bulan suci Ramadhan. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi yang berbeda, hal ini tentunya menambah kemeriahan Ramadhan. Namun, selama pandemi corona, perintah melarang setiap warganya untuk tidak melakukan tradisi tersebut dan menganjurkan untuk ibadah di rumah saja.

Akan tetapi, pemerintah mempersilahkan kepada daerah yang berzona hijau untuk melaksanakan ibadah sholat di masjid dengan protokol kesehatan yang berlaku, yaitu jaga jarak antar jamaah, menggunakan masker dan segera pulang jika ibadah telah selesai dilaksanakan.

Nigeria

Wabah pandemi corona, membuat Nigeria bagian Kano harus menjalankan karantina. Alhasil, bukan hanya masjid-masjid yang ditutup, melainkan festival Durbar yang dijadikan sebagai penanda akhir Ramadhan juga dibatalkan. Sementara itu, warga juga memutuskan untuk melaksanakan ibadah di rumah.

Baca Juga: Ada Virus Corona, Begini Cara Hemat Pengeluaran Selama Ramadhan

Malaysia

Sudah menjadi kegiatan rutin The Masjid India Muslim di Ipoh, Malaysia untuk membagikan bubur khas yang terbuat dari 45 bahan populer penduduk lokal pada saat menjelang berbuka puasa. Namun, demi mencegah terjadinya kerumunan warga untuk menghindari penyebaran virus corona, maka pihak masjid sepakat Ramadhan tahun ini meniadakan kegiatan tersebut.

Italia

italu
Italia

Meski umat islam di Italia hanya minoritas, mereka punya cara sendiri untuk melaksanakan ibadah selama bulan Ramadhan di rumah saja. Izzedin Elzir yang merupakan imam di Forence sekaligus eks President Union of Islamic Communities dan Organizations di Italia, mengalihkan ibadah melalui akun facebook, mulai dari sholat Jumat, sholat tarawih hingga kajian islam.

Islam sebagai Agam yang Fleksibel

Islam merupakan agama yang memudahkan umatnya untuk melaksanakan ibadah dengan mudah. Adanya wabah pandemi corona ini, bukan menjadi penghalang umat islam dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Umat islam di dunia masih bisa menunaikan ibadahnya dengan baik di rumah. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk beribadah, salah satunya di beberapa negara memberikan fasilitas ibadah secara online. Jadi, ilmu islami tetap terpenuhi dan pahala puasa tetap didapatkan.

Baca Juga: 10 Kegiatan ini Bisa Bikin Ngabuburit di Rumah Aja Terasa Makin Seru