Ketahui USG Kehamilan, Alat Canggih Untuk Pemeriksaan Kandungan

Ketika hamil USG adalah penolongmu ketika ingin mengetahui keadaan bayi di dalam rahim. Cara untuk mendeteksi kehamilan ini memiliki berbagai jenis. Kamu dapat memilih berbagai jenis dari pemeriksaan ini tergantung dengan keadaan kehamilanmu. Tentunya, harus dengan persetujuan dokter.  

Kamu tidak usah bingung, sebab saat ini berbagai tempat layanan kesehatan sudah membuka jasa USG. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak informasi berikut.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Apa Itu USG (Ultrasonografi)?

loader

Seperti yang diketahui, bahwa pemeriksaan ini menjadi upaya dalam pemeriksaan kandungan ketika hamil untuk menangkap gambar mengenai kondisi bayi di dalam tubuh. Selain itu, cara ini juga dapat membantu pihak dokter dalam melakukan evaluasi terkait tumbuh kembang bayi. Biasanya, dilakukan pada trimester pertama, kedua, dan ketiga. 

Pemeriksaan ini juga biasanya dilakukan oleh sonographer. Gelombang suara yang digunakan frekuensinya lebih dari 20.000 Hz. Namun, hal ini tetap memberikan efek aman ketika melakukan Ultrasonografi. 

Pemeriksaan ini pun tidak akan memberikan efek samping atau risiko yang akan dirasakan oleh pasiennya. Sebab, tidak digunakannya Sinar X dalam pemeriksaan ini

Manfaat USG Kehamilan

Tentunya, dengan melakukan pemeriksaan ini, kamu dapat mendapatkan beberapa manfaat yang akan dirasakan. Berikut ini terdapat beberapa manfaatnya:

  1. Untuk memastikan apakah terdapat kantung kehamilan dalam bayi
  2. Untuk mengetahui jenis kelamin bayi
  3. Untuk mengetahui perkembangan bayi
  4. Untuk bahan evaluasi tim dokter kandungan
  5. Untuk mengetahui posisi bayi 

Keuntungan Melakukan USG Kehamilan

Dengan melakukan pemeriksaan ini, kamu dapat mendapatkan beberapa keuntungan, yaitu: 

  1. Tidak sama sekali memberikan efek samping berupa nyeri.
  2. Dapat menangkap gambar jaringan lunak.
  3. Tidak akan memancarkan radiasi.

Melakukan pemeriksaan kandungan melalui cara ini bisa dilakukan untuk memastikan bayi di dalam rahim tepat pada tempatnya. Biasanya kantung kehamilan mulai terlihat saat kehamilan memasuki usia 4-6 minggu. Selain itu, detak jantung bayi baru bisa dideteksi sekitar usia kandungan 8 minggu. Maka, pemeriksaan dengan cara ini saat hamil disarankan untuk dilakukan pada usia kehamilan lebih dari 7 minggu. 

Dengan cara tersebut, pemeriksaan janin dapat terlihat dengan jelas. Biasanya melalui pemeriksaan ini juga dapat mengetahui perkiraan persalinan. Dengan begitu, pemeriksaan mungkin akan memberikan hasil yang lebih jelas seputar kesehatan janin. Untuk menentukan perkiraan persalinan, pemeriksaan disarankan dilakukan pada trimester disarankan untuk dilakukan pada trimester pertama kehamilan.

Kamu harus sering melakukan konsultasi dengan dokter kandungan, untuk pemeriksaan ini secara berkala. 

Baca Juga: Sebelum Hamil, Ini 6 Tes Kesehatan untuk Calon Ibu

Berbagai Jenis USG Untuk Kehamilan

Untuk ultrasonografi kehamilan, kamu dapat memilih berbagai jenis pemeriksaan yang ditawarkan. Namun, biasanya pemeriksaan jenis ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Berikut informasinya. 

Ultrasonografi Transabdominal

Ultrasonografi Transvaginal

Pemeriksaan jenis ini merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan cara menggerakkan tranduser di atas bagian perut ibu hamil. Pemeriksaan jenis ini pun memiliki beragam jenis lainnya, seperti USG 2D, USG 3D, dan USG 3D.

Pemeriksaan jenis ini merupakan pemeriksaan yang dilakukan menggunakan alat menyerupai tongkat yang dimasukkan ke dalam vagina untuk mendapatkan gelombang suara dan pantulan suara dari dalam rahim.

Persiapan Sebelum Melakukan USG

Saat melakukan USG untuk kehamilan, biasanya kamu akan disarankan dokter untuk mengisi kandung kemih dengan banyak minum air putih satu sampai dua jam sebelum pemeriksaan dilakukan. 

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mendapatkan tangkapan gambar yang jelas pada bayi di dalam kandunganmu. Selain itu, kamu dianjurkan untuk tidak buang air kecil hingga pemeriksaan selesai. Hal terpenting juga sebelum dilakukannya pemeriksaan, kamu harus berkonsultasi kepada dokter terkait dengan obat yang sedang diminum. 

Prosedur Melakukan USG 

Saat melakukan pemeriksaan ultrasonografi, kamu akan diminta berbaring di atas tempat tidur. Kamu dapat memantau gambar yang terlihat jelas di layar komputer. Dokter akan menyebarkan gel bening di perut. Gel ini berfungsi untuk membantu transmisi gelombang suara.

Dokter akan menggerakkan transducer di atas gel. Transducer biasanya akan memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi dan komputer pun akan mengukur gelombang suara tersebut untuk memantulkan kembali suara tersebut dari tubuh. Komputer tentunya akan mengubah gelombang suara tersebut menjadi gambar. 

Pemeriksaan memakan waktu kisaran 30 menit. Setelah itu, dokter akan memberikan penjelasan dari hasil pemeriksaan.

Waktu Untuk Melakukan USG 

Dalam melakukan ultrasonografi, terdapat beberapa waktu yang harus diperhatikan, yaitu: 

Trimester Pertama

Pemeriksaan selama trimester pertama kehamilan bisa dilakukan untuk tujuan berikut.

  • Memastikan benar sedang hamil.
  • Memeriksa detak jantung janin.
  • Menentukan perkiraan persalinan.
  • Memeriksa kondisi plasenta.
  • Memantau perkembangan janin.

Trimester kedua

Pemeriksaan selama trimester kedua bisa dilakukan untuk tujuan berikut.

  • Memantau pertumbuhan janin.
  • Mengetahui jenis kelamin.
  • Memeriksa anatomi tubuh bayi.

Trimester ketiga

Pemeriksaan selama trimester ketiga bisa dilakukan untuk tujuan berikut.

  • Mengetahui posisi janin.
  • Memeriksa posisi plasenta.
  • Memeriksa ukuran dan berat janin.

Pemeriksaan pada kehamilan tentunya sangat berguna dalam menunjang penilaian klinis yang akurat terhadap jalannya kehamilan. Beberapa penilaian seperti identifikasi janin dikandung dan pengambilan keputusan diagnosis prenatal pada kasus kelainan kongenital janin.

Seperti diketahui bersama, jika kehamilan terbagi menjadi 3 masa kehamilan, yaitu trimester 1, trimester 2, dan trimester 3. Pada 3 masa ini terjadi pertumbuhan, kematangan, dan perkembangan janin.

Baca Juga: 30 Ciri Ciri Hamil Muda dan Cara Menjaga Kesehatan Janin dan Bunda

Biaya Melakukan USG Kehamilan

Biaya USG kehamilan di setiap rumah sakit akan berbeda, hal ini tergantung pada fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh rumah sakit tersebut. Sebab, kelengkapan alat dan dokter yang melakukan pemeriksaan ini juga memiliki kualifikasi yang berbeda untuk menetapkan biaya USG.

Selain itu, biaya USG kehamilan di rumah sakit umum daerah dan swasta juga akan berbeda. Hal ini bergantung pada jenis pemeriksaan dan kesediaan fasilitas. Biasanya biaya USG dimulai dari harga Rp135.000. Biaya yang dikeluarkan sudah termasuk konsultasi, cetak USG, biaya alat kesehatan, dan administrasi rumah sakit.

Jika kamu merupakan pasien rujukan, dianjurkan membawa beberapa dokumen, seperti surat pengantar bidan atau puskesmas, buku kesehatan ibu dan anak, dan kartu BPJS. Sementara itu, biaya USG kehamilan di klinik akan dikenakan biaya yang berbeda pula dengan di rumah sakit. Biasanya estimasi perkiraan biaya USG di rumah sakit, yaitu Rp235.000 untuk 2D, Rp285.000 untuk 3D dan 4D, dan Rp265.000 untuk ultrasonografi transvaginal.

Biaya yang dikeluarkan ini sudah meliputi konsultasi dan cetak USG 1 lembar. Sebelum memutuskan untuk melakukan pemeriksaan dengan cara ini di fasilitas dianjurkan untuk menghubunginya rumah sakit, klinik, ataupun puskesmas terdekat untuk melakukan janji pemeriksaan. 

Efek Samping USG 

loader

Ultrasonografi merupakan prosedur yang aman dan tidak akan  menimbulkan efek samping, terutama untuk USG eksternal. Efek samping mungkin akan muncul, seperti reaksi alergi terhadap gel yang digunakan. Jadi, tidak usah khawatir saat ingin melakukan pemeriksaan ini. Sebab, USG kehamilan dengan jenis apapun aman dilakukan.

USG Sangat Aman Dilakukan Saat Kehamilan

Pemeriksaan ini adalah cara tepat dan aman saat ingin mengetahui perkembangan janin. Ultrasonografi ini aman dilakukan saat masa kehamilan selama dilakukan dengan benar. Sebab, tidak melibatkan radiasi, seperti sinar X. Namun, sebaiknya lakukan hanya dengan dokter yang sudah memiliki kualifikasi dalam melakukannya. 

Banyak ahli menyarankan agar pemeriksaan ini digalakkan untuk alasan medis yang jelas, seperti USG kehamilan ini, yaitu untuk memantau perkembangan janin.

USG kehamilan juga tidak akan menimbulkan rasa sakit, kecuali pada ultrasonografi transvaginal yang bisa saja menimbulkan ketidaknyamanan pada vagina. Namun, jika merasa tidak nyaman saat melakukannya, sebaiknya konsultasikan hal ini kepada dokter.

Dokter mungkin akan meminta untuk membuang air kecil terlebih dahulu. Kandung kemih yang penuh biasanya akan membuatmu merasa tidak nyaman saat transducer menekan perut.

USG Kehamilan Diperlukan, Tetapi Jangan Terlalu Sering

Pemeriksaan kandungan memang harus dilakukan secara rutin. Ibu hamil harus melakukan konsultasi dengan dokter satu bulan sekali, atau saat ada masalah kehamilan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk pemeriksaan ini. USG kehamilan tidak dianjurkan dilakukan terlalu sering. Sebab, bisa menghantarkan panas yang memiliki risiko berbahaya untuk ibu hamil. Maka, baiknya dilakukan sebanyak tiga kali selama masa kehamilan. 

Pemeriksaan pertama biasa dilakukan pada awal kehamilan, untuk mengetahui kondisi awal janin. Setelah itu, pemeriksaan kedua bisa dilakukan saat usia kandungan memasuki usia 20 minggu. Terakhir, pemeriksaan ketiga dilakukan saat mendekati waktu persalinan, yaitu pada trimester ketiga.

Baca Juga: 17 Mitos Seputar Kehamilan yang Jangan Dipercaya Lagi