8 Tips Bertransaksi Aman dengan Kartu Kredit

Kasus penipuan terhadap pengguna kartu kredit bisa dibilang cukup sering terjadi. Kasus ini kerap terjadi karena kartu kredit bisa digunakan untuk membeli barang yang mahal dan cara menggunakannya juga cukup mudah. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Irwan Lubis mengungkapkan sepanjang tahun 2015, kerugian dari penyalahgunaan elektronic banking paling banyak melalui transaksi kartu kredit. “Total kerugian (dari penyalahgunaan electronic banking) Rp37 miliar sepanjang 2014 dari total Rp6,44 triliun. Sebanyak 73 persen kasus berasal dari kartu kredit, baik dari nilai dan frekuensi,” ujarnya

Tinggi nya hal itu sebanding dengan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan, frekuensi penggunaan electronic banking termasuk penggunaan kartu kredit meningkat dari 3,79 miliar pada 2012 menjadi 5,69 miliar pada 2014. Dari sisi volume, nilai transaksinya meningkat 45 persen, dari Rp4,44 triliun pada 2012 menjadi Rp6,44 triliun pada 2014.

Terkait dengan kasus penipuan ini, ada beberapa modus penipuan kartu kredit yang sering terjadi. Tapi, penipuan dengan cara skimming adalah penipuan nomor satu dan paling sering terjadi. Skimming terjadi karena ada oknum yang jahil ketika Anda menggunakan kartu kredit saat berbelanja. Di mana dia akan menggesekkan kartu kredit Anda ke mesin pembayaran yang sudah dilengkapi dengan alat skimmer. Hal ini yang akan membuat si pelaku bisa mendapatkan semua informasi pribadi tentang kartu kredit Anda sehingga bisa digunakan setiap waktu.

Dari kenyataan tersebut, jelas diperlukan kehati-hatian dalam menjaga keamanan kartu kredit kita. Untuk membantu Anda, berikut ini adalah terdapat 8 langkah-langkah penting kita untuk menjaga keamanan kartu kredit:

1. Perlakukan Kartu Anda Seperti Barang Penting

Kartu Kredit

Kartu Kredit via wordpress.com

 

Apakah Anda termasuk orang yang ceroboh dalam memegang sebuah barang? Sebaiknya Anda adalah orang yang tidak boleh memegang kartu kredit berlama-lama. Kenapa? Bayangkan kalau Anda kehilangan dompet di suatu tempat akibat sembarangan menaruhnya? Kemudian ada orang tidak bertanggung jawab yang mengambilnya dan menjadikan kartu kredit Anda (yang tidak memiliki pin) sebagai barang miliknya. Berapa kerugian yang akan Anda diterima? Untuk menghindari kemungkinan buruk ini, mulailah untuk memikirkan dan menjadikan kartu kredit Anda seperti uang tunai.

Jangan meninggalkan kartu kredit tergeletak di sekitar atau di tangan orang asing/tak dikenal. Perilaku ini membuat hidup sedikit lebih menjengkelkan, tetapi akan lebih menjengkelkan jika Anda direpotkan dengan hilangnya kartu kredit dan semua data termasuk nilai limitnya.

2. Lakukan Transaksi Online dari Situs Tepercaya

Belanja online sudah menjadi hal yang normal dilakukan pada masa sekarang. Saat melakukannya, seringkali kita memasukkan informasi kartu kredit untuk melakukan pembayaran tanpa berpikir apakah keamanan data Anda terjamin atau tidak. Bayangkan kalau ternyata keamanan situs online tempat Anda berbelanja ternyata sangat lemah dan dimanfaatkan oknum jahat untuk mencuri data transaksinya. Maka, kemungkinan besar Anda yang akan menjadi korbannya.

Untuk menjaga kasus itu agar tak terjadi, Anda harus pastikan beberapa hal ini. Pertama, cek posisi situs di Google. Situs yang memiliki reputasi baik tentu akan muncul di daftar teratas pada mesin pencarian. Kedua, pastikan Anda memeriksa tanda-tanda keamanan dari situs apapun, di mana Anda akan berbelanja. Situs dengan keamanan yang baik biasanya diawali dengan 'https', bukan standar 'http'. Dengan tanda ‘https’, berarti situs tersebut menggunakan kode enkripsi ketika transmisi data online.

Baca Juga: Jenis Kartu Kredit yang Paling Tepat untuk Hidup Anda

3. Hati-Hati Saat Anda Bepergian/Liburan

Liburan

Liburan Juga Bisa Membuat Anda Sulit via homeaway.com

 

Waspadai hacker yang dapat membuka informasi pribadi Anda dari mana saja di dunia. Dalam hal ini, Anda mesti ekstra hati-hati saat bepergian ke luar negeri. Gunakan kartu kredit Anda hanya di ATM Bank dan pengecer yang tepercaya.

Selain itu, sebelum berangkat, pastikan bank mengetahui ke mana Anda akan pergi. Sehingga mereka dapat memberitahu Anda jika ada pembelian yang mencurigakan. Usahakan untuk selalu meng-update perlindungan antivirus Anda jika membawa laptop saat bepergian.

4. Hindari Memakai Wifi Gratis di Tempat Umum

Untuk bisa berselancar di dunia maya, terkadang orang sampai rela melakukan apapun, termasuk menggunakan WiFi gratis di manapun tanpa mengetahui risiko yang mungkin timbul. Perlu Anda ketahui, WiFi gratis seringkali tidak mendapat perlindungan jaringan yang baik, sehingga bisa siapapun bisa memanfaatkannya untuk melakukan tindak kejahatan cyber, termasuk pencurian data kartu kredit.

Bagaimana solusinya? Dalam hal ini, kami sangat menyarankan Anda untuk tidak belanja online menggunakan jaringan WiFi gratis. Karena, para hacker sering menginstall malware ke komputer publik khusus menargetkan pembeli online. Ditambah cache komputer dapat menyimpan informasi pribadi Anda, sehingga lebih mudah bagi para pelaku untuk mencurinya.

Baca Juga: 5 Keuntungan Memiliki Kartu Kredit Retail

5. Jangan Pernah Menyimpan Nomor Kartu Kredit di Perangkat Pribadi

Nomor PIN

Simpan Nomor Pin di Tempat Aman via blogspot.com

 

Dalam hal ini, jangan menyimpan nomor kartu kredit dan PIN di laptop pribadi. Memang, terkadang orang suka lupa untuk mengingat hal-hal penting seperti nomor PIN, tapi bukan berarti Anda bisa serampangan dalam mencari solusinya, yaitu dengan menulisnya di aplikasi catatan pribadi di laptop.

Bayangkan kalau ada orang lain yang melihat nomor tersebut dan dia memiliki niat buruk untuk mencuri data tersebut. Tentu Anda juga yang rugi bukan? Ingat, siapapun bisa saja melakukan tindak kejahatan bila memang ada kesempatan.

6. Waspadai Email Palsu

Pernah menerima email aneh dari yang mengaku ada masalah dengan pesanan Anda, dan Anda perlu untuk kembali menyerahkan informasi kartu kredit atau masukan 4 digit terakhir dari nomor Jaminan Sosial? Biarkan saja, dan langsung hapus email tersebut. Jangan pernah memberitahu nomor itu kepada siapapun, termasuk pihak bank sekalipun, karena sifatnya sangat rahasia. Jika menerima email seperti itu, dan Anda ragu, hubungi nomor layanan nasabah dari bank atau toko tempat Anda berbelanja untuk berbicara langsung mengenai masalah yang disebutkan pada email itu.

Jaga Data Kartu Kredit Anda dengan Baik

Beberapa motif pencurian data kartu kredit yang terjadi saat ini mungkin saja masih banyak yang belum Anda ketahui. Karena itu, diperlukan kehati-hatian ekstra dari Anda sebagai pemilik kartu kredit dalam menjaga informasi kartu agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Jangan sampai Anda menjadi korban lain dari aksi kejahatan cyber ini. Namun, bila ternyata Anda sudah menjadi korban, segera melapor kepada pihak bank dan kepolisian agar masalah ini bisa segera diselesaikan.

Baca Juga: Anda Single Mom? Hindari Kartu Kredit Anda dari 3 Hal Ini!