8 Tips Bertransaksi Aman dengan Kartu Kredit

Kasus penipuan terhadap pengguna kartu kredit bisa dibilang cukup sering terjadi. Kasus ini kerap terjadi karena kartu kredit bisa digunakan untuk membeli barang yang mahal dan cara menggunakannya juga cukup mudah. 

Terkait dengan kasus penipuan ini, ada beberapa modus penipuan kartu kredit yang sering terjadi. Tapi, penipuan dengan cara skimming adalah penipuan nomor satu dan paling sering terjadi. Skimming terjadi karena ada oknum yang jahil ketika Anda menggunakan kartu kredit saat berbelanja.

Di mana dia akan menggesekkan kartu kredit Anda ke mesin pembayaran yang sudah dilengkapi dengan alat skimmer. Hal ini yang akan membuat si pelaku bisa mendapatkan semua informasi pribadi tentang kartu kredit sehingga bisa digunakan setiap waktu.

Dari kenyataan tersebut, jelas diperlukan kehati-hatian dalam menjaga keamanan kartu kredit kita. Untuk membantu Anda, berikut ini adalah terdapat 8 langkah-langkah penting kita untuk menjaga keamanan kartu kredit:

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!  

1. Simpan Kartu Kredit dengan Baik

loader

Apakah Anda termasuk orang yang ceroboh dalam memegang sebuah barang? Sebaiknya jangan memegang kartu kredit berlama-lama. Kenapa?

Bayangkan kalau Anda kehilangan dompet di suatu tempat akibat sembarangan menaruhnya? Kemudian ada orang tidak bertanggung jawab yang mengambilnya dan menjadikan kartu kredit (yang tidak memiliki pin) sebagai barang miliknya.

Berapa kerugian yang akan diterima? Untuk menghindari kemungkinan buruk ini, mulailah untuk memikirkan dan menjadikan kartu kredit Anda seperti uang tunai.

Jangan meninggalkan kartu kredit tergeletak di sekitar atau di tangan orang asing/tak dikenal. Selalu letakan kartu kredit di tempat yang hanya Anda yang tahu atau tidak bisa terlihat dan mudah dijangkau orang lain, misalnya di dalam tas atau dompet.

2. Lakukan Transaksi Online dari Situs Tepercaya

Belanja online sudah menjadi hal yang normal dilakukan pada masa sekarang. Saat melakukannya, seringkali kita memasukkan informasi kartu kredit untuk melakukan pembayaran tanpa berpikir apakah keamanan data terjamin atau tidak.

Bagaimana kalau ternyata keamanan situs online tempat berbelanja ternyata sangat lemah dan dimanfaatkan oknum jahat untuk mencuri data transaksinya. Maka, kemungkinan besar Anda yang akan menjadi korbannya.

Untuk menjaga kasus itu agar tak terjadi, pastikan beberapa hal ini:

  • Pertama, cek posisi situs di Google. Situs yang memiliki reputasi baik tentu akan muncul di daftar teratas pada mesin pencarian.
  • Kedua, pastikan  memeriksa tanda-tanda keamanan dari situs apapun, di mana Anda akan berbelanja.

Situs dengan keamanan yang baik biasanya diawali dengan 'https', bukan standar 'http'. Dengan tanda ‘https’, berarti situs tersebut menggunakan kode enkripsi ketika transmisi data online.

Baca Juga: Tips Pintar Menggunakan Kartu Kredit Agar Kamu Makin Untung

3. Hati-Hati saat Bepergian/Liburan

Waspadai hacker yang dapat membuka informasi pribadi  dari mana saja di dunia. Dalam hal ini, Anda mesti ekstra hati-hati saat bepergian ke luar negeri. Gunakan kartu kredit hanya di ATM Bank dan pengecer yang tepercaya.

Selain itu, sebelum berangkat, pastikan bank mengetahui kemana akan bepergian. Sehingga mereka dapat memberitahu Anda jika ada pembelian yang mencurigakan. Usahakan untuk selalu meng-update perlindungan antivirus jika membawa laptop saat bepergian.

4. Hindari Memakai Wifi Gratis di Tempat Umum

loader

Untuk bisa berselancar di dunia maya, terkadang orang sampai rela melakukan apapun, termasuk menggunakan WiFi gratis di manapun tanpa mengetahui risiko yang mungkin timbul.

Perlu diketahui, WiFi gratis seringkali tidak mendapat perlindungan jaringan yang baik, sehingga bisa siapapun bisa memanfaatkannya untuk melakukan tindak kejahatan cyber, termasuk pencurian data kartu kredit.

Bagaimana solusinya?

Dalam hal ini, sangat disarankan untuk tidak berbelanja online menggunakan jaringan WiFi gratis. Karena, para hacker bisa menginstall malware ke komputer publik khusus menargetkan pembeli online. Ditambah cache komputer dapat menyimpan informasi pribadi, sehingga lebih mudah bagi para pelaku untuk mencurinya.

Baca Juga: 6 Hal Mengenai Double Swipe yang Wajib Diketahui

5. Jangan Menyimpan Nomor Kartu Kredit di Perangkat Pribadi

Jangan menyimpan nomor kartu kredit dan PIN di laptop pribadi. Memang, terkadang orang suka lupa untuk mengingat hal-hal penting seperti nomor PIN, tapi bukan berarti bisa serampangan dalam mencari solusinya, yaitu dengan menulisnya di aplikasi catatan pribadi di laptop.

Bayangkan kalau ada orang lain yang melihat nomor tersebut dan dia memiliki niat buruk untuk mencuri data tersebut. Tentu Anda juga yang dirugikan? Ingat, siapapun bisa saja melakukan tindak kejahatan bila memang ada kesempatan.

6. Waspadai Email Mencurigakan

Pernah menerima email aneh dari yang mengaku ada masalah dengan pesanan, dan perlu untuk kembali menyerahkan informasi kartu kredit atau masukan 4 digit terakhir dari nomor Jaminan Sosial?

Biarkan saja, dan langsung hapus email tersebut!

Jangan pernah memberitahu nomor itu kepada siapapun, termasuk pihak bank sekalipun, karena sifatnya sangat rahasia. Jika menerima email seperti itu, dan ada rasa ragu, hubungi nomor layanan nasabah dari bank atau toko tempat berbelanja untuk berbicara langsung mengenai masalah yang disebutkan pada email itu.

Jaga Data Kartu Kredit dengan Baik

Beberapa motif pencurian data kartu kredit yang terjadi saat ini mungkin saja masih banyak yang belum diketahui. Karena itu, diperlukan kehati-hatian ekstra sebagai pemilik kartu kredit dalam menjaga informasi kartu agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Jangan sampai menjadi korban lain dari aksi kejahatan cyber ini. Namun, bila ternyata sudah menjadi korban, segera melapor kepada pihak bank dan kepolisian agar masalah ini bisa segera diselesaikan.

Baca Juga: Keuntungan dan Cara Memberikan Fasilitas Kartu Kredit untuk Anak